Cekricek.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah Universitas Muhammadiyah Malang mengolah susu sapi di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menjadi dua produk, yaitu kerupuk MOOCHI dan minuman susu-wortel SUKA. Kawasan itu memiliki populasi sapi perah 25.490 ekor menurut data Badan Pusat Statistik.
Kedua produk diluncurkan pada perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, menurut keterangan tertulis Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (02/09/2026). Keduanya dijual Rp10.000 per kemasan, MOOCHI 85 gram dan SUKA 120 mililiter.
Baca juga Mahasiswa UNAIR Olah Tujuh Limbah Jadi Pakan Domba
Perwakilan Kelompok 99 KKN MAs UMM, Monica Marchelina Iskandar, menyebut susu selama ini hanya dijual sebagai minuman.
“Selama ini susu lebih sering dimanfaatkan sebagai minuman, sehingga kami mencoba mencari bentuk olahan lain yang inovatif agar bisa menjadi produk unggulan,” katanya.
Baca juga Startup IPB Klaim Produktivitas Bawang Merah Naik 40 Persen
Modal awal bahan baku Rp85.000, sedangkan susunya diperoleh gratis dari warga. Penjualan perdana di Pujon Expo dan Bazar mencatat tujuh bungkus MOOCHI dan delapan botol SUKA.
Monica berharap warga desa melanjutkan produksinya. “Kami ingin produk ini tetap dikembangkan oleh masyarakat atau pihak desa yang tertarik melanjutkannya,” katanya.
Baca juga Mahasiswa UAD Uji Rumput Laut Jadi Bahan Bakar Kapal
Tim belum menyebutkan masa simpan kedua produk, izin edarnya, maupun siapa yang akan meneruskan produksi setelah masa KKN berakhir.














