Cekricek.id — Fakultas Pertanian Universitas Udayana menggelar Focus Group Discussion membahas konservasi dan pengembangan anggrek lokal Bali di Ruang Pascasarjana.
Diskusi itu berlangsung menurut laman resmi Unud, Selasa (08/09/2026), memadukan riset ilmiah dengan filosofi Tri Hita Karana.
Dekan Fakultas Pertanian Unud, I Putu Sudiarta, menyebut pengembangan anggrek lokal jadi bagian komitmen fakultas menjaga sumber daya genetik daerah.
“Pengembangan sumber daya genetik anggrek lokal Bali merupakan bagian dari komitmen Fakultas Pertanian,” kata I Putu Sudiarta.
Baca juga pandangan pakar kampus lain seputar kesehatan masyarakat
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Aninda Retno Utami Wibowo, menyebut Bali diperkirakan memiliki sekitar 230 jenis anggrek.
“Bali memiliki potensi sekitar 230 jenis anggrek yang masih membutuhkan pendataan,” kata Aninda.
Baca juga pelestarian kerajinan tradisional lain dari kampus berbeda
Dr. I Putu Sudana memaparkan rencana jangka panjang hingga 2030 berupa pengembangan Desa Wisata Anggrek berbasis masyarakat di Desa Pancasari.
“Pengembangan model Desa Wisata Anggrek berbasis masyarakat sebagai bentuk hilirisasi,” ujar I Putu Sudana.
Baca juga riset kampus lain seputar teknologi kecerdasan buatan
Diskusi ini diharapkan mendorong kajian taksonomi anggrek Bali yang lebih lengkap demi mendukung konservasi jangka panjang.















