- Iran menyatakan pembicaraan Selat Hormuz dengan pejabat negara-negara Teluk di Oman ditunda karena peristiwa di Yaman.
- Juru bicara Kemlu Iran Esmaeil Baghaei menyebut Arab Saudi yang meminta pertemuan itu ditunda.
- IRGC menyatakan pasukannya mencegat dan menghancurkan drone MQ-1 di atas Selat Hormuz.
Cekricek.id — Pembicaraan Selat Hormuz antara Iran dan pejabat negara-negara Teluk yang dijadwalkan berlangsung di Oman ditunda karena “peristiwa yang sedang berlangsung di Yaman”, kata Iran pada Senin (14/09/2026).
Mengutip laporan Al Jazeera yang bersumber dari Reuters, Senin (14/09/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan dalam konferensi pers bahwa Oman dan Iran “telah mengambil keputusan bersama yang bertujuan mencapai” pendekatan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan selat itu. Menurut Baghaei, Arab Saudi yang meminta pertemuan tersebut ditunda.
Baghaei menyebut pertemuan di Oman itu semestinya menjadi “kesempatan untuk menunjukkan arti penting keputusan-keputusan tersebut”.
“Seandainya pertemuan ini berlangsung, itu akan menjadi kesempatan yang sangat tepat [untuk membahas kebijakan baru]. Saya tidak percaya negara yang bertanggung jawab mana pun akan menerima, dalam bentuk apa pun, didikte atau ditekan oleh kekuatan luar mana pun,” kata Baghaei.
Selat Hormuz, yang berada di perairan teritorial Iran dan Oman, praktis diblokade Teheran di tengah perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Baghaei menegaskan Iran “sama sekali tidak memiliki hubungan dengan apa yang sedang terjadi di Yaman” dan tidak mencampuri urusan negara itu.
Baca juga 400 kapal terjebak, Iran sebut Selat Hormuz masih ditutup
Ketegangan antara Arab Saudi dan Yaman meningkat sejak Juli, ketika kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman mengumumkan blokade laut terhadap tetangganya di barat laut itu. Bentrokan memanas pekan lalu setelah Houthi merebut pelabuhan Mocha dan memperketat kendali atas Selat Bab al-Mandeb.
Pada hari yang sama dengan penundaan pembicaraan Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan pasukannya mencegat dan menghancurkan sebuah drone canggih MQ-1 di atas selat itu. Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita semi-resmi Tasnim, IRGC menyebut drone tersebut dicegat dengan sistem pertahanan udara baru.
Baca juga Iran tutup Selat Hormuz, AS siapkan sanksi ekonomi baru
Terkait serangan terhadap sebuah kapal dagang Iran pada Minggu (13/09/2026) yang menewaskan satu orang, Baghaei mengatakan dua warga negara Pakistan yang bekerja di kapal itu juga terluka. Ia menuding Amerika Serikat dan Israel “terus menyasar keamanan” di kawasan Teluk.
Baca juga Iran rombak pucuk keamanan di tengah perundingan Selat Hormuz















