Cekricek.id — Serangan kelompok Houthi ke Pelabuhan Mokha di pesisir Laut Merah, Yaman, menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Minggu (9/8/2026). Empat di antaranya personel militer dan tiga sisanya warga sipil.
Mengutip UPI, Minggu (9/8/2026), Angkatan Perlawanan Nasional Yaman menyatakan 15 warga sipil lain terluka. Kelompok bersenjata itu berpihak kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Serangan dilancarkan dengan kombinasi rudal dan pesawat nirawak. Sebuah dermaga dan sejumlah bangunan di kawasan pelabuhan rusak parah.
Kerusakan merembet ke gudang. Barang dagangan dan bahan pangan yang tersimpan di salah satu fasilitas pelabuhan ikut hancur, kata Fayed al-Noman, pejabat Kementerian Penerangan Yaman, masih mengutip UPI.
Mokha terletak di Provinsi Taiz, menghadap Laut Merah, tidak jauh dari Selat Bab al-Mandab yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia.
Houthi Sebut Operasi Berskala Luas
Houthi mengakui bertanggung jawab. Juru bicara militer kelompok itu, Yahya Saree, menyampaikan pernyataan melalui platform X.
“Angkatan bersenjata, dengan pertolongan Allah Yang Mahakuasa, telah melaksanakan operasi militer berskala luas dan berkualitas yang menyasar konsentrasi pasukan serta gudang senjata musuh Saudi di kawasan Al-Makha,” kata Saree.
Ia menyebut serangan itu berlangsung presisi dan menimbulkan kerusakan luas. Sasaran yang ia klaim — mobilisasi pasukan dan gudang senjata — berbeda dari keterangan Angkatan Perlawanan Nasional Yaman yang menyebut korban sipil dan kerusakan fasilitas niaga.
Kebakaran Kilang Jazan Padam
Pada hari yang sama, Houthi juga mengklaim serangan pesawat nirawak ke kilang minyak Saudi Aramco di Jazan. Regu pemadam memadamkan api yang berkobar sejak dini hari, dan Kementerian Energi Arab Saudi memastikan tidak ada korban jiwa.
Baca juga: Kilang Aramco di Jazan Terbakar Lagi, Houthi Klaim Serangan Drone
Dua serangan dalam satu hari itu berlangsung di tengah situasi yang sudah memanas, ketika militer pemerintah Yaman menggencarkan operasi terhadap Houthi dan PBB memperingatkan risiko perang skala besar.
Arab Saudi mengumumkan aliansi pertahanan maritim multinasional pada akhir Juli lalu untuk melindungi jalur perdagangan dan energi di Laut Merah. Sehari setelah pengumuman itu, ribuan pendukung Houthi berunjuk rasa di Sanaa menentang intervensi militer Saudi di Yaman.
Baca juga: Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Mekah


















