21 Tewas, Termasuk 8 Anak, Akibat Gedung Runtuh di Gaza

A A

Petugas Pertahanan Sipil Gaza mengevakuasi korban dari reruntuhan gedung hunian rusak perang yang runtuh di Kota Gaza, Rabu (16/09/2026). [Foto: BBC News]

  • Sedikitnya 21 orang, termasuk delapan anak, tewas setelah gedung enam lantai di Tal al-Hawa, Kota Gaza, runtuh.
  • Kepala UNDP Gaza Alessandro Mrakic memperingatkan sekitar 400 gedung rusak lainnya berisiko runtuh.
  • Menurut PBB, 1,2 juta warga Gaza kini tinggal di tenda atau tempat penampungan darurat.

Cekricek.id — Sedikitnya 21 orang, termasuk delapan anak, tewas setelah gedung runtuh di Gaza pada Rabu (16/09/2026) dini hari, menurut tim penyelamat dan petugas medis. Gedung itu sudah rusak akibat perang.

BBC melaporkan pada Rabu (16/09/2026) bahwa gedung enam lantai di kawasan Tal al-Hawa, Kota Gaza, itu dibiarkan miring berbahaya ke satu sisi setelah terkena serangan Israel lebih dari setahun lalu. Menurut saksi, keluarga-keluarga pengungsi tetap tinggal di dalamnya karena terdesak.

Tim PBB dan Mesir ikut mencari korban selamat, tetapi pencarian berjalan lambat karena kekurangan peralatan. Awalnya, petugas Pertahanan Sipil yang dikelola Hamas terpaksa menggali dengan tangan kosong. Rabu sore, mereka menghentikan operasi setelah membawa 45 korban luka ke rumah sakit.

Sherif, yang saudara perempuannya tewas, mengatakan, “Mereka tidak bisa menemukan tenda atau tempat untuk tinggal. Ini tempat terakhir yang bisa mereka tuju, meski berbahaya.”

Baca juga Pasukan Israel tembak mati 11 warga Palestina yang menunggu truk bantuan pangan

Umm Mohammed Bakrun, yang tinggal di tenda dekat lokasi, mengatakan gedung itu runtuh tiba-tiba. “Rasanya seperti gempa bumi. Ada suara keras dan saya tidak bisa berdiri. Batu-batu berjatuhan menimpa kami,” katanya kepada BBC.

Kepala kantor Program Pembangunan PBB (UNDP) di Gaza, Alessandro Mrakic, mengatakan situasinya “tragis karena kami tidak memiliki peralatan dan mesin yang dibutuhkan”. Ia memperingatkan sekitar 400 gedung rusak lainnya di Gaza berisiko runtuh dalam waktu dekat, terutama menjelang musim dingin.

Koordinator bantuan kemanusiaan PBB Ramiz Alakbarov mengaku terpukul oleh kabar gedung runtuh di Gaza itu. “Tidak ada yang seharusnya mempertaruhkan nyawa hanya untuk mencari tempat berlindung yang aman,” katanya. Ia mendesak otoritas Israel menyetujui pengiriman alat berat, tenda, dan terpal ke Gaza, sementara Israel menyatakan pembatasan itu untuk mencegah peralatan jatuh ke tangan kelompok bersenjata Palestina.

Baca juga Pendaftaran Sekolah Makkah di Gaza selatan dibuka, seribu murid pada tahap pertama

Menurut PBB, sekitar 80 persen bangunan di Gaza hancur atau rusak selama perang, dan lebih dari 1,9 juta orang, sekitar 90 persen penduduk, telah mengungsi. Sebanyak 1,2 juta di antaranya kini tinggal di tenda atau tempat penampungan darurat.

Baca juga Israel-Hamas gencatan senjata 4 hari, harapan baru bagi korban perang di Gaza

Bagikan

Baca Juga

The Fed Naikkan Suku Bunga AS, Pertama dalam Tiga Tahun
Lansia Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 100.000 Orang
Jet NATO Tembak Jatuh Drone di Wilayah Udara Lituania
Drone ke Mekah Dicegat, Koalisi Saudi Sebut Garis Merah
Tanker El Gaia Diserang di Selat Hormuz, Dua Pelaut Hilang
Semangka yang Menggantikan Bendera Palestina