Penemuan Luar Biasa: Planet Raksasa Mengorbit Bintang Kecil, Tantangan Teori Pembentukan Planet

Cekricek.id - Penemuan Luar Biasa: Planet Raksasa Mengorbit Bintang Kecil, Tantangan Teori Pembentukan Planet

Ilustrasi. [Foto: Dibuat oleh Kreator Cekricek.id]

Cekricek.id - Para astronom yang terkait dengan Universitas Penn State dan Princeton University baru-baru ini mengungkap penemuan mengejutkan: sebuah planet raksasa, 13 kali lebih berat dari Bumi, mengorbit bintang merah, yang hanya memiliki sepersembilan massa Matahari. Fenomena langka ini, diterbitkan dalam jurnal Science, membawa tantangan baru dalam pemahaman kita tentang pembentukan planet.

Bintang redup ini, dikategorikan sebagai bintang tipe M, memiliki cahaya 100 kali lebih redup dari Matahari. Biasanya, bintang seperti ini tidak diharapkan memiliki cukup material dalam cakram pembentukan planetnya untuk menghasilkan planet sebesar itu.

Alat utama dalam penemuan ini adalah Habitable Zone Planet Finder, sebuah instrumen canggih yang dikembangkan selama satu dekade terakhir di Penn State.

Instrumen ini dirancang untuk mendeteksi cahaya dari bintang-bintang redup di panjang gelombang inframerah dekat, di mana bintang-bintang dingin ini memancarkan sebagian besar cahaya mereka.

Teknik Doppler radial velocity, yang digunakan oleh alat ini, memungkinkan para astronom untuk mendeteksi perubahan halus dalam kecepatan bintang akibat tarikan gravitasi planet yang mengorbitinya. Teknik ini telah menjadi kunci dalam menemukan eksoplanet, atau planet di luar sistem tata surya kita.

Kemampuan teknik Doppler ini sangat penting dalam mendeteksi planet berbatu di zona yang dapat dihuni, tempat di mana air cair bisa bertahan di permukaan planet. Bintang tipe M, karena massanya yang lebih kecil, menunjukkan tanda Doppler yang lebih besar untuk planet seukuran Bumi, membuat deteksi menjadi lebih mudah.

Penemuan yang mengejutkan ini, planet besar yang mengorbit bintang LHS 3154, menggugah pemikiran tentang proses pembentukan planet.

Secara teori, sebuah planet terbentuk dari akumulasi debu dan gas dalam cakram di sekitar bintang. Namun, bintang dengan massa serendah LHS 3154 seharusnya tidak memiliki cakram pembentukan planet dengan massa cukup untuk membentuk planet sebesar ini.

Simulasi komputer menunjukkan bahwa planet semacam ini membutuhkan cakram setidaknya 10 kali lebih masif dari yang biasanya diobservasi.

Teori alternatif, seperti instabilitas gravitasi yang menyebabkan kolaps langsung gas dan debu untuk membentuk planet, juga menghadapi kesulitan tanpa adanya cakram yang sangat masif.

Menariknya, bintang tipe M adalah bintang yang paling umum di galaksi kita. Sebagai contoh, planet Krypton dalam lore DC Comics mengorbit bintang kerdil M.

Dari penemuan dengan Habitable Zone Planet Finder dan instrumen lain, kita tahu bahwa planet raksasa dengan orbit dekat di sekitar bintang M yang paling masif 10 kali lebih jarang dibandingkan dengan bintang mirip Matahari.

Baca juga: Danau Lumpur Purba di Mars: Kunci Menemukan Kehidupan di Planet Merah

Namun, LHS 3154b, planet yang baru ditemukan ini, menandai pertama kalinya kita mengetahui adanya planet masif dalam orbit dekat di sekitar bintang M yang kurang masif.

Pemahaman ini membuka jendela baru dalam pengetahuan kita tentang pembentukan planet di sekitar bintang-bintang terdingin dan membantu kita memahami potensi kehidupan di sekitar bintang-bintang ini.

Baca Juga

Ledakan Besar di Luar Angkasa akan Terjadi Tahun Ini, Siap-siap Menyaksikannya
Ledakan Besar di Luar Angkasa akan Terjadi Tahun Ini, Siap-siap Menyaksikannya
Benda Misterius Jatuh dari Langit, Hantam Rumah Warga Florida
Benda Misterius Jatuh dari Langit, Hantam Rumah Warga Florida
Menjelajah Batas Tata Surya: Di Manakah Ujungnya?
Menjelajah Batas Tata Surya: Di Manakah Ujungnya?
Misi Bersejarah Berakhir: Pendarat Bulan "Odysseus" Mati
Misi Bersejarah Berakhir: Pendarat Bulan "Odysseus" Mati
Mengungkap Peta Terbesar Lubang Hitam Supermasif di Alam Semesta
Mengungkap Peta Terbesar Lubang Hitam Supermasif di Alam Semesta
Apakah Planet Tata Surya Pernah Benar-benar Sejajar?
Apakah Planet Tata Surya Pernah Benar-benar Sejajar?