Cekricek.id — Pengiriman smartphone di India anjlok 26 persen secara tahunan menjadi 35,8 juta unit pada kuartal ketiga 2026, volume kuartal ketiga terendah sejak 2016, meski musim belanja hari raya sudah dimulai.
Menurut laporan riset Omdia yang dirilis Senin (19/10/2026), harga smartphone yang makin mahal dan konsumen yang menahan belanja menekan permintaan ganti ponsel. Para produsen pun memilih menahan stok. Perayaan Diwali yang jatuh lebih lambat turut memperdalam penurunan, karena sebagian besar pengisian stok toko untuk musim hari raya bergeser dari September ke Oktober.
Samsung kembali menempati peringkat pertama untuk pertama kalinya sejak kuartal pertama 2024 dengan pengiriman 6,7 juta unit, ditopang Galaxy A07, A17, dan A27. Vivo turun ke posisi kedua dengan 6,4 juta unit, merosot 34 persen, penurunan paling tajam di antara lima besar.
Baca juga Pengiriman iPhone Duo Mundur ke Januari, Stok Awal Terbatas
Oppo berada di posisi ketiga dengan 4,9 juta unit atau turun 24 persen, disusul Xiaomi dengan 4,7 juta unit atau turun 28 persen. Apple melengkapi lima besar dengan 3,9 juta unit, terbantu toko yang menimbun stok sebelum kenaikan harga yang diperkirakan serta peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di akhir kuartal.
“Pasar smartphone India bergeser dari pertumbuhan pengiriman yang digerakkan penjualan daring selama musim hari raya menjadi pertumbuhan yang lebih selektif dan digerakkan jaringan toko,” kata Analis Utama Omdia, Sanyam Chaurasia.
Menurut Chaurasia, pergeseran itu paling memukul merek asal China, yang pangsa gabungannya turun menjadi sekitar 68 persen dari 75 persen pada kuartal yang sama tahun lalu. Sebaliknya, Samsung dan Apple memperkuat posisi lewat produk kelas atas, kemitraan dengan jaringan toko, dan program tukar tambah.
Baca juga Qualcomm Bantah Isu Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Kepanasan
Omdia memperkirakan pasar smartphone India kembali turun dalam persentase satu digit rendah pada 2027, dengan tekanan harga yang bertahan setidaknya hingga semester pertama tahun depan. Riset Omdia juga mencatat hampir empat dari sepuluh responden di India bersedia membayar lebih mahal untuk smartphone yang punya kemampuan kecerdasan buatan yang berguna.
Baca juga Clicks Communicator, Ponsel Papan Ketik Fisik Rilis Desember















