- Rusia menyebut Ukraina menyerang kilang minyak di Ryazan, sekitar 180 kilometer di selatan Moskow.
- Zelenskyy menuding AS melemahkan posisi Ukraina karena diduga menghentikan berbagi intelijen, dan Trump membantahnya.
- Zelenskyy bersedia kembali menghentikan serangan energi hanya jika AS memasok pencegat Patriot.
- Uni Eropa menjanjikan 50 miliar dolar AS, jauh di bawah rencana belanja pertahanan Kyiv 175 miliar dolar AS.
Cekricek.id — Rusia menyatakan Ukraina menyerang kilang minyak Ryazan, sekitar 180 kilometer di selatan Moskow, setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Kyiv sudah selesai dengan “gencatan senjata energi” yang diumumkan sepihak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Rezim Kyiv mencoba melancarkan serangan berskala besar ke sebuah kilang minyak di Ryazan,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan pada Kamis, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (15/10/2026). Kementerian itu menambahkan bahwa kebakaran terjadi setelah puing drone jatuh ke area kilang.
Zelenskyy sebelumnya mengatakan kepada surat kabar Inggris Financial Times bahwa serangan ke kilang minyak Rusia akan dilanjutkan. Ia juga menuding AS melemahkan posisi Ukraina di medan perang karena diduga menghentikan berbagi intelijen penting.
Gencatan Senjata Energi Trump Diumumkan Sepihak
Trump pada Minggu secara sepihak mengumumkan gencatan senjata energi yang tidak dikonfirmasi secara terbuka, sementara Moskow terus menyerang infrastruktur energi Ukraina. Ukraina menyatakan sempat menghentikan serangan ke fasilitas energi Rusia selama beberapa hari setelah pengumuman Trump.
AS menekan Ukraina agar berhenti menyerang kilang Rusia, dengan alasan penghentian serangan dan kesepakatan pembelian 1,8 juta ton solar dari Rusia akan membantu menekan harga bahan bakar yang melonjak.
“Secara politik ini tidak sederhana [di Amerika], karena semua orang akan bertanya bagaimana mungkin ketika sebagian orang bertahan hidup, berperang, dan mati, lalu Anda berbisnis dengan pihak yang melakukan agresi seperti itu,” kata Zelenskyy kepada Financial Times.
Zelenskyy juga menuduh akses Ukraina ke layanan internet satelit SpaceX dibatasi, sehingga Ukraina berpotensi lebih rentan terhadap serangan Rusia. Angkatan bersenjata Ukraina memakai sistem Starshield kelas militer milik SpaceX untuk operasi ofensif maupun defensif.
Musk Serukan Zelenskyy Lengser
Dalam unggahan di X pada Rabu malam, pemilik SpaceX Elon Musk menyatakan hanya militer AS dan Trump yang berwenang membatasi penggunaan dan kecepatan Starshield bagi klien.
“Dan pembantaian pun berlanjut,” tulis Musk dalam unggahan terpisah di X. “Saatnya Zelensky pergi.”
Ukraina sangat bergantung pada bantuan militer Barat, terutama dari AS dan Jerman. Namun, hubungan Kyiv dengan Washington merenggang dalam beberapa pekan terakhir, dengan Trump pada Sabtu menyerukan agar Zelenskyy diganti.
Zelenskyy menyatakan bersedia kembali menghentikan serangan ke fasilitas energi Rusia, tetapi hanya jika AS memasok pencegat Patriot yang sangat dibutuhkan Ukraina.
Zelenskyy dijadwalkan bertemu para pemimpin Eropa di Brussel pada Kamis untuk mendorong sanksi yang lebih keras terhadap Moskow dan percepatan dukungan dari Uni Eropa. Perdana Menteri Belanda Rob Jetten meminta para pemimpin Uni Eropa meningkatkan upaya agar Ukraina memenangi perang melawan Rusia.
Uni Eropa telah menjanjikan dukungan 50 miliar dolar AS bagi Ukraina tahun depan. Jumlah itu jauh di bawah 175 miliar dolar AS yang direncanakan Kyiv untuk belanja pertahanannya tahun depan. Trump membantah AS telah berhenti berbagi intelijen dengan Ukraina.















