- Trump menyatakan Ukraina sebaiknya mengganti Zelenskyy dengan pemimpin baru yang bisa membuat kesepakatan.
- Menlu Ukraina Andriy Sybiga membela Zelenskyy dan menyebut rakyat Ukraina yang berhak memutuskan.
- Pernyataan Trump muncul setelah serangan Rusia menewaskan sedikitnya 20 orang di wilayah Zaporizhzhia.
- Zelenskyy menyebut Rusia berterima kasih atas pencabutan sanksi solar dengan menjatuhkan lima bom luncur ke Zaporizhzhia.
Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Ukraina perlu presiden baru yang mau membuat kesepakatan mengakhiri perang, sembari mengecam Volodymyr Zelenskyy atas serangan Kyiv ke kilang minyak Rusia.
Trump menyampaikan hal itu di Gedung Putih pada Sabtu (10/10), sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (10/10/2026). Serangan Ukraina ke kilang Rusia disebut turut mendorong tingginya harga solar menjelang pemilu sela AS.
“Saya sarankan mereka mencari pemimpin baru yang bisa membuat kesepakatan,” kata Trump. Ia menambahkan, entah mengapa Zelenskyy tidak pernah melakukannya.
Menurut Trump, di bawah Zelenskyy Ukraina telah kehilangan 30 persen wilayahnya. “Itu perang yang seharusnya tidak pernah dimulai. Dan saya pikir sudah waktunya Ukraina mendapat presiden baru,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga membela Zelenskyy. “Dia mendapat dukungan rakyat Ukraina, dan merekalah yang berhak memutuskan,” tulis Sybiga di X. “Pernyataan dari luar negeri hanya menegaskan bahwa dia menjalankan tugasnya dengan baik. Dia layak didukung.”
Trump, yang pada Jumat menyepakati pembelian solar dari Rusia untuk menekan harga bahan bakar, selama berpekan-pekan mendesak Zelenskyy berhenti menyerang infrastruktur energi Rusia. Ia juga menyalahkan Ukraina, bukan perang pimpinan AS di Iran, atas rekor harga solar di AS.
Kemarahan Kyiv atas Kesepakatan Solar
Pernyataan Trump muncul beberapa jam setelah serangan Rusia menewaskan sedikitnya 20 orang di wilayah Zaporizhzhia, menurut pejabat Ukraina. Serangan Rusia yang meningkat telah menewaskan sedikitnya 60 orang dalam empat hari terakhir.
Zelenskyy bereaksi keras. “Hari ini, Rusia menyampaikan terima kasihnya atas pencabutan sanksi ekspor solar dengan menjatuhkan lima bom luncur ke gedung-gedung permukiman di Zaporizhzhia,” tulisnya di X.
Zelenskyy mengatakan setiap tambahan satu miliar dolar yang diperoleh Rusia dari ekspor akan membiayai komponen senjata, peningkatan drone, produksi rudal, dan perekrutan tentara bayaran. Ia menyebut Ukraina sedang mengoordinasikan langkah untuk mengimbangi pendapatan tambahan Rusia itu dan telah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal penguatan pertahanan udara.
Sekutu Eropa Ukraina menyatakan kecewa atas kesepakatan itu dan menegaskan tetap berpegang pada sanksi terhadap Rusia. Pengumuman Trump bertolak belakang dengan undang-undang sanksi Rusia yang ia tanda tangani bulan lalu.















