Kehidupan Tak Terduga Ditemukan di Tubuh Mumi Otzi Berusia 5.300 Tahun

Ilustrasi gua es glasial Alpen dengan dinding es biru tembus cahaya

Ilustrasi es glasial Alpen. Peneliti menemukan ragi purba yang bertahan ribuan tahun pada tubuh mumi Otzi si Manusia Es. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Tubuh Otzi si Manusia Es ternyata tidak sepenuhnya “mati”. Para ilmuwan menemukan kehidupan yang tak terduga pada mumi berusia 5.300 tahun itu: campuran bakteri usus purba dari masa hidupnya dan mikroorganisme modern yang menumpang setelah ia ditemukan.

Mengutip laporan ScienceDaily, Jumat (7/8/2026), riset tim Eurac Research yang terbit di jurnal Microbiome ini membedah keragaman mikroba pada mumi paling terkenal di dunia tersebut. Otzi tersimpan lebih dari 30 tahun dalam kondisi ketat: suhu konstan minus 6 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 99 persen.

Ragi Sedingin Antarktika

Temuan paling mencuri perhatian adalah spesies-spesies ragi yang beradaptasi dengan dingin dan secara genetik berkerabat dengan galur yang ditemukan di Antarktika. Empat spesies ragi bahkan membawa kemampuan genetik memetabolisme fenol — bahan kimia yang pernah dipakai dalam perawatan konservasi mumi di masa lalu.

“Kami melihat kesinambungan di sini. Ragi-ragi ini telah menemani Otzi dalam perjalanan panjangnya menembus ribuan tahun,” kata Frank Maixner, Direktur Institute for Mummy Studies Eurac Research, sebagaimana dikutip ScienceDaily. Menurutnya, mumi itu bukanlah relik statis, melainkan sistem biologis yang dinamis.

Mikroba 5.000 Tahun Berdampingan dengan yang Modern

Penulis utama studi, Mohamed S. Sarhan, menyebut keunikan objek risetnya: “Mikrobioma mumi itu unik karena kami berhadapan dengan mikroba yang berumur lebih dari 5.000 tahun dan, pada saat yang sama, dengan mikroba modern.”

Bagi museum yang merawat Otzi, temuan ini menjadi bekal penting. Direktur Museum Arkeologi Tyrol Selatan Elisabeth Vallazza memastikan kondisi konservasi mumi sangat stabil dan dipantau mikrobiologis secara ketat agar tidak rusak. Pakar konservasi Marco Samadelli menambahkan bahwa kondisi pengawetan mumi glasial belum sepenuhnya dipahami, dan studi ini memperluas pengetahuan di bidang tersebut.

Temuan pada Otzi menambah daftar panjang kejutan arkeologi dunia — seperti misteri situs pemakaman manusia purba di Spanyol yang pernah kami ulas.

Baca juga: Sejarah Gizi Publik di Indonesia: Ketika Dapur Pribumi Menjadi Urusan Negara Kolonial

Tag:

Baca Juga

Ilustrasi bakul anyaman berisi gabah di atas meja kayu tua dengan timbangan gantung kuningan, bernuansa sepia
Sejarah Gizi Publik di Indonesia: Ketika Dapur Pribumi Menjadi Urusan Negara Kolonial
Ilustrasi sketsa PLTA Batang Agam di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, lengkap dengan bendungan dan pipa pesat di lereng bukit
PLTA Batang Agam: Ketika Ninik Mamak Merelakan Tanah demi Listrik Sumbar
Jejak Imperium Terlupakan: Kisah Kerajaan Melayu yang Menguasai Nusantara Selama 9 Abad
Jejak Imperium Terlupakan: Kisah Kerajaan Melayu yang Menguasai Nusantara Selama 9 Abad
Dari Tragedi Karbala ke Pantai Pariaman: Perjalanan Spiritual Tradisi Tabuik
Dari Tragedi Karbala ke Pantai Pariaman: Perjalanan Spiritual Tradisi Tabuik
Siak Lengih dan Masjid Keramat: Warisan Spiritual yang Mengubah Wajah Kerinci
Siak Lengih dan Masjid Keramat: Warisan Spiritual yang Mengubah Wajah Kerinci
Sumpah Terlarang dan Akhir Dinasti Kerajaan Koto Besar Takluk oleh Belanda
Sumpah Terlarang dan Akhir Dinasti Kerajaan Koto Besar Takluk oleh Belanda