Studi 11 Ribu Anak: Ganja Perlambat Pertumbuhan Daya Ingat Remaja

Ilustrasi remaja belajar di meja dengan motif jaringan otak bercahaya di atasnya

Ilustrasi remaja belajar. Studi terhadap 11.036 anak menemukan pengguna ganja remaja tertinggal dalam pertumbuhan daya ingat dan kecepatan berpikir. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Remaja yang menggunakan ganja tumbuh dengan daya ingat dan kecepatan berpikir yang tertinggal dari teman sebayanya. Temuan itu muncul dari salah satu studi perkembangan otak terbesar yang pernah dilakukan, melibatkan 11.036 anak yang diikuti sejak usia 9-10 tahun hingga 16-17 tahun.

Mengutip laporan ScienceDaily, Jumat (7/8/2026), riset tim University of California San Diego (UCSD) ini terbit di jurnal Neuropsychopharmacology. Para peneliti memanfaatkan data Adolescent Brain Cognitive Development Study dan menggabungkan laporan mandiri para remaja dengan uji toksikologi rambut, urine, dan air liur — sehingga paparan ganja tidak sekadar diklaim, tetapi terverifikasi biologis.

Berangkat Sama, Tumbuh Berbeda

Hasilnya menunjukkan pola yang jelas: pada awal pengamatan, kemampuan kognitif calon pengguna dan bukan pengguna setara. Namun seiring waktu, remaja yang memakai ganja mengalami perlambatan peningkatan pada daya ingat, atensi, kemampuan bahasa, dan kecepatan memproses informasi — kurvanya mendatar, sementara rekan-rekannya yang tidak memakai terus menanjak.

“Masa remaja adalah periode krusial bagi perkembangan otak, dan yang kami lihat adalah remaja yang mulai menggunakan ganja tidak berkembang secepat teman-teman sebayanya,” kata Natasha Wade, asisten profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran UCSD, sebagaimana dikutip ScienceDaily.

THC Jadi Tersangka Utama

Analisis lebih dalam menunjuk kandungan psikoaktif THC sebagai pendorong utama: paparan THC berkaitan dengan penurunan daya ingat yang lebih besar dari waktu ke waktu. Sebaliknya, paparan CBD tidak menunjukkan pola serupa, meski jumlah sampelnya terbatas.

“Hasil-hasil ini menunjuk THC sebagai kemungkinan pendorong perubahan yang kami amati,” ujar Wade. Ia menekankan pesan praktisnya sederhana: “Menunda penggunaan ganja mendukung perkembangan otak yang sehat.”

Perbedaan kognitif yang terekam memang tergolong moderat, dan para peneliti mengingatkan faktor lingkungan ikut berperan. Namun pada periode emas perkembangan otak, selisih kecil pun bisa berdampak panjang — senada dengan berbagai temuan kesehatan yang pernah kami ulas seputar kebiasaan harian yang diam-diam menggerus daya pikir dan energi.

Baca juga: Dosen Unand Gagas Penguatan Layanan Kesehatan Primer Berbasis Masyarakat di ICHS 2026

Tag:

Baca Juga

Ilustrasi bakul anyaman berisi gabah di atas meja kayu tua dengan timbangan gantung kuningan, bernuansa sepia
Sejarah Gizi Publik di Indonesia: Ketika Dapur Pribumi Menjadi Urusan Negara Kolonial
Ilustrasi perempuan kelelahan di meja kerja dengan buku menutupi wajah dan cangkir kopi di sekelilingnya
12 Penyebab Mudah Lelah yang Sering Tidak Disadari
Peserta The 4th International Conference on Health Sciences 2026 berfoto bersama di depan latar acara di Jakarta
Dosen Unand Gagas Penguatan Layanan Kesehatan Primer Berbasis Masyarakat di ICHS 2026
Bahaya Menggigit Kuku bagi Kesehatan, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
Bahaya Menggigit Kuku bagi Kesehatan, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
Penelitian Ungkap Risiko Tumor Otak pada Pengguna Pil KB Jangka Panjang
Penelitian Ungkap Risiko Tumor Otak pada Pengguna Pil KB Jangka Panjang
Penyerahan bantuan paket makanan tambahan untuk balita stunting di Kampung Jawa, Kota Solok
Program GENTING Kota Solok Targetkan Perbaikan Gizi Balita Stunting