Jadwal 13 Bulan Purnama 2026: Ada Blue Moon, Supermoon, dan Blood Moon

Ilustrasi bulan purnama besar terbit di atas cakrawala laut pada malam hari

Ilustrasi bulan purnama terbit. Tahun 2026 menghadirkan 13 purnama, termasuk blue moon dan dua gerhana bulan. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Tahun 2026 menjadi tahun yang royal bagi pengamat langit: ada 13 bulan purnama, termasuk tiga supermoon, satu blue moon, dan dua gerhana bulan — salah satunya gerhana bulan total alias blood moon yang tak akan terulang lagi hingga malam Tahun Baru 2028.

Mengutip laporan Live Science yang disusun Jamie Carter, Sabtu (8/8/2026), purnama terdekat adalah Sturgeon Moon yang mencapai puncaknya pada 28 Agustus pukul 04.18 UTC atau sekitar pukul 11.18 WIB. Purnama ini istimewa karena berbarengan dengan gerhana bulan sebagian yang dalam: hingga 96 persen permukaan bulan tertutup bayangan inti Bumi, dengan sebagian besar wajah bulan berubah kemerahan. Gerhana berlangsung sekitar lima jam dan paling jelas terlihat dari Amerika Utara dan Selatan.

Jadwal Lengkap 13 Purnama 2026

Merujuk data timeanddate.com yang dikutip Live Science, tahun ini dibuka Wolf Moon pada 3 Januari yang sekaligus supermoon, disusul Snow Moon (1 Februari), lalu Worm Moon (3 Maret) yang datang bersama gerhana bulan total. April menghadirkan Pink Moon (1 April), kemudian Flower Moon (1 Mei).

Bulan Mei menjadi bulan langka dengan dua purnama sekaligus — purnama keduanya pada 31 Mei itulah yang disebut Blue Moon. Setelahnya menyusul Strawberry Moon (29 Juni) yang berstatus micromoon, Buck Moon (29 Juli), dan Sturgeon Moon (28 Agustus) dengan gerhana sebagiannya.

Empat purnama penutup tahun adalah Harvest Moon (26 September), Hunter's Moon (26 Oktober), Beaver Moon (24 November), dan Cold Moon (23 Desember) — dua yang terakhir sama-sama berstatus supermoon.

Blood Moon Maret, yang Terbaik untuk Asia Pasifik

Dari dua gerhana bulan tahun ini, gerhana total 2-3 Maret adalah bintangnya. Worm Moon menyusup ke bayangan inti Bumi dan berubah merah jingga selama 58 menit. Pemandangan terbaik blood moon itu justru dinikmati dari Amerika Utara bagian barat dan kawasan Asia Pasifik — termasuk Indonesia. Adapun gerhana kedua pada 27-28 Agustus hanya sebagian, meski nyaris total.

Purnama memang bukan malam terbaik mengamati detail permukaan bulan, tetapi momen bulan bundar terbit keemasan saat senja tetap salah satu pemandangan langit paling memikat — apalagi di tahun yang juga menghadirkan gerhana matahari total 12 Agustus.

Baca juga: Kolaborasi Rusia-Tiongkok Wujudkan Reaktor Nuklir di Bulan pada 2035

Baca Juga

Ilustrasi gerhana matahari total dengan korona bercahaya di langit gelap
Gerhana Matahari 12 Agustus 2026: Jadwal Lengkap dan Lokasi Terbaik Melihatnya
Ilustrasi asteroid besar mendekati Bumi dan Bulan dengan cahaya matahari di latar belakang menunjukkan potensi ancaman ruang angkasa
NASA Konfirmasi Asteroid 2024 YR4 Berpeluang Tabrak Bulan Desember 2032
Butiran Kaca Bulan Ungkap Aktivitas Geologis 3,6 Miliar Tahun Lalu
Butiran Kaca Bulan Ungkap Aktivitas Geologis 3,6 Miliar Tahun Lalu
Ditemukannya Planet Berbatu SPECULOOS-3 b, Bola Gundul 55 Tahun Cahaya dari Bumi
Ditemukannya Planet Berbatu SPECULOOS-3 b, Bola Gundul 55 Tahun Cahaya dari Bumi
Fenomena Cahaya Gemerlap Misterius Terdeteksi di Planet Ekstrasurya WASP-76b
Fenomena Cahaya Gemerlap Misterius Terdeteksi di Planet Ekstrasurya WASP-76b
Para Ilmuwan Menemukan Galaksi Misterius Tanpa Bintang
Para Ilmuwan Menemukan Galaksi Misterius Tanpa Bintang