Cekricek.id — Guru besar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Henndy Ginting menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Modifikasi Perilaku Kepemimpinan Paripurna” dalam acara Orasi Ilmiah Guru Besar di Aula Barat ITB Kampus Ganesha, Sabtu (8/8/2026).
Dikutip dari laman resmi Institut Teknologi Bandung, itb.ac.id, Sabtu (8/8/2026), psikolog yang juga Ketua Kelompok Keahlian People and Knowledge Management serta Ketua Senat SBM ITB itu mengangkat kebutuhan organisasi menyiapkan pemimpin yang sanggup menghadapi ketidakpastian dan perubahan yang kian kompleks.
Dari Pengalaman Masa Lalu ke Kesiapan Masa Depan
Menurut Henndy, memilih dan mengembangkan pemimpin tidak cukup bersandar pada rekam jejak. Penilaian perlu dilakukan terstruktur — lewat asesmen hingga uji kelayakan dan kepatutan — untuk memastikan kompetensi seseorang cocok dengan tuntutan kepemimpinan yang akan diembannya.
“Ini yang disebut pergeseran dari experience based ke future led development,” ujar Henndy.
Pendekatan itu tidak hanya menimbang apa yang pernah dikerjakan seseorang, tetapi juga bagaimana potensi dan perilakunya bisa dikembangkan untuk menjawab kebutuhan organisasi ke depan.
Memimpin Diri Sebelum Memimpin Orang Lain
Konsep kepemimpinan paripurna yang ia kembangkan mengintegrasikan psikologi perilaku, teori kepemimpinan, dan kebutuhan organisasi, dengan modifikasi perilaku sebagai landasan ilmiahnya. Lima dimensinya: intrapersonal, interpersonal, bisnis dan manajemen, memimpin organisasi, serta perspektif global.
“Seorang pemimpin bisa memimpin organisasi, tetapi bisa menginspirasi jika sudah bisa memimpin diri sendiri,” kata Henndy.
Sepanjang kariernya, Henndy telah membimbing 20 mahasiswa sarjana, 100 magister, dan 7 doktor, serta menghasilkan 22 publikasi internasional dan 19 publikasi nasional. Gagasan-gagasan kepemimpinan dari kampus semacam ini melengkapi diskursus yang pernah kami angkat lewat kajian sejarah kebijakan publik di Indonesia.
Baca juga: Tim Mahasiswa FKG USU Raih Juara I Kompetisi Poster Internasional 2026


















