Cekricek.id — BINUS University mengukuhkan 4.758 lulusan dalam Wisuda ke-75 yang digelar pada 8–9 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Prosesi dua hari itu mengusung tema “Leading Generation: An Innovative Leader”.
Dikutip dari laman resmi BINUS University, binus.ac.id, Sabtu (8/8/2026), ribuan lulusan yang dikukuhkan berasal dari berbagai jenjang: 4.225 sarjana, 512 magister, enam doktor, 11 lulusan program profesi, dan empat lulusan Diploma 4.
83 Persen Sudah Berkarya Sebelum Diwisuda
Satu angka mencolok dari angkatan ini: lebih dari 83,48 persen wisudawan tercatat telah berkarya di dunia profesional sebelum hari wisudanya tiba — baik di sektor industri, kewirausahaan, maupun proyek sosial. Capaian itu menjadi penanda keberhasilan model pembelajaran kampus yang menjahit bangku kuliah dengan dunia kerja.
Rektor BINUS University Nelly berpesan agar para lulusan menjadikan wisuda sebagai titik berangkat, bukan garis akhir.
“Hari ini, kalian memulai perjalanan baru untuk membawa ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjadi Binusian ke tengah masyarakat,” kata Nelly dalam sambutannya.
Ia juga menantang lulusan untuk berdiri di garis depan perubahan. “Jadilah pemimpin yang tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi mampu menciptakan inovasi,” ujarnya.
Ekosistem Belajar yang Menyatu dengan Industri
Untuk mencetak generasi semacam itu, BINUS membangun ekosistem pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata — mulai dari Enrichment Program, pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga kolaborasi dengan industri dan berbagai mitra. Lewat jalur-jalur itu mahasiswa diasah kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan menyelesaikan tantangan nyata.
Wisuda ke-75 sekaligus menjadi bagian dari perjalanan 45 tahun BINUS dalam dunia pendidikan Indonesia. Kiprah kampus yang menjangkau masyarakat luas juga tumbuh di berbagai daerah, seperti yang ditunjukkan dosen Universitas Andalas lewat gagasan penguatan layanan kesehatan primer di forum internasional.
Baca juga: Bupati Agam Bangga: Anak Asuhnya Raih Gelar Sarjana dengan IPK 3.58, Dukungan untuk Studi S2


















