Serangan Rudal Rusia Dekat Kyiv Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Anak

Api membakar deretan garasi di distrik Holosiivskyi, Kyiv, setelah serangan rudal Rusia

Kebakaran melanda deretan garasi di Kyiv setelah serangan rudal Rusia. [Foto: DSNS Ukraina]

Cekricek.id — Sedikitnya tiga orang, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan Rusia semalam di kawasan sekitar ibu kota Ukraina, Kyiv. Tiga orang lain mengalami luka-luka ketika rudal balistik menghantam wilayah di sebelah timur Kyiv, menurut keterangan kepala administrasi militer wilayah setempat.

Mengutip BBC, Minggu (9/8/2026), serangan ini datang hanya beberapa hari setelah 21 orang tewas dalam gelombang serangan sebelumnya. Rusia meningkatkan intensitas serangan udaranya justru pada saat Ukraina kehabisan rudal pencegat sumbangan negara-negara Barat yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan udaranya.

Zelensky: Yang Kami Terima Tidak Cukup

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menyerukan tambahan rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat pada Sabtu, dengan menegaskan bahwa jumlah yang diterima negaranya tidak memadai. Awal pekan ini ia menyebut pasokan pencegat dari sekutu telah "berkurang signifikan" sepanjang tahun ini.

Seruan itu muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump tampak menarik kembali janjinya memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi sendiri sistem pertahanan tersebut. Meski demikian, pada Sabtu Zelensky masih menyebut adanya kesepakatan dengan Washington mengenai lisensi itu.

"Ukraina tidak memiliki, dan tidak akan pernah memiliki, dana sebesar yang dimiliki Rusia untuk membiayai perang ini," kata Zelensky.

"Kami punya apa yang kami butuhkan, berkat bantuan Eropa dan dukungan negara-negara lain. Tetapi pendanaan tambahan khusus untuk produksi dalam negeri Ukraina itulah yang kami perlukan," lanjutnya.

Sejak menjabat, Trump memangkas bantuan militer langsung untuk Ukraina. Sebagai gantinya, sekutu Eropa membeli persenjataan mahal buatan Amerika — termasuk rudal Patriot — lalu menyumbangkannya kepada Kyiv. Pola serupa terlihat pada serangan sebelumnya di Kyiv yang menewaskan empat orang, ketika keterbatasan pencegat membuat sebagian rudal lolos ke sasaran.

Kunjungan Pertama ke Serbia

Zelensky menyampaikan pernyataan itu di sela lawatan perdananya ke Serbia. Ia bertemu Presiden Aleksandar Vucic untuk membahas hubungan ekonomi, isu keamanan, dan relasi dengan Uni Eropa.

Pertemuan itu tidak lepas dari kejanggalan diplomatik. Vucic dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin dan menolak menjatuhkan sanksi terhadap Moskow. Di sisi lain, Serbia sedang berupaya masuk Uni Eropa, telah menyalurkan bantuan ke Ukraina, dan berjanji ikut membantu rekonstruksi setelah perang. Dalam konferensi pers bersama di Beograd, Vucic memilih menyoroti proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa dan menyatakan dukungannya.

Perang yang Bergerak ke Wilayah Rusia

Putin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Sejak itu Rusia menguasai sebagian wilayah timur Ukraina, tetapi garis depan praktis tidak bergeser dalam waktu lama. Upaya Trump menengahi penghentian konflik belakangan mandek, dan akibatnya serangan kedua pihak justru meningkat.

Ukraina mengembangkan pesawat nirawak canggih yang mampu menjangkau jauh ke dalam wilayah Rusia. Dalam serangan terbaru semalam, militer Ukraina menghantam kilang minyak Ilsky dan Syzran hingga menimbulkan kebakaran di keduanya, menurut staf umum angkatan bersenjata Ukraina pada Sabtu. Kapal-kapal yang terkait Moskow di Laut Hitam juga menjadi sasaran. Menurut Zelensky, tujuannya adalah menekan pendapatan minyak yang dipakai Rusia untuk membiayai perang.

Perang ini terus berisiko meluber ke negara tetangga. Pada Sabtu, sebuah drone memasuki wilayah udara Bulgaria dan meledak di dekat jaringan pipa gas internasional setelah melintas dari Romania. Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev menyebut drone itu membawa bahan peledak dalam jumlah "signifikan", meski tidak ada korban jiwa maupun laporan kerusakan.

Asal drone belum dipastikan. Kementerian Pertahanan Bulgaria menyebut perangkat itu tampak seperti drone umpan jenis Maya yang diketahui digunakan Ukraina. "Sampai saat ini, tidak ada alasan untuk meyakini insiden tersebut disengaja," kata kementerian itu.

Yang Terasa sampai ke Indonesia

Serangan terhadap kilang Ilsky dan Syzran serta kapal-kapal di Laut Hitam bukan peristiwa yang berhenti di Eropa Timur. Setiap gangguan pada kapasitas pengilangan dan jalur ekspor minyak Rusia langsung tercermin pada harga minyak dunia, yang menjadi salah satu variabel utama dalam penyusunan asumsi APBN Indonesia dan dalam kalkulasi subsidi energi.

Ada pula rantai pasok pangan. Kawasan Laut Hitam merupakan salah satu pemasok gandum terbesar dunia, sementara Indonesia termasuk importir gandum terbesar. Setiap eskalasi yang mengancam koridor pelayaran di sana berpotensi menaikkan harga tepung terigu, mi instan, dan roti di pasar domestik dengan jeda beberapa bulan.

Di jalur diplomasi, Indonesia sejak awal menempatkan diri sebagai negara yang tidak berpihak, menyerukan penghentian permusuhan dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional. Serangan yang kembali menelan korban anak-anak memberi bobot baru pada seruan tersebut.

Baca Juga

Abelardo de la Espriella memberi hormat saat pelantikannya sebagai Presiden Kolombia
AS Janjikan US$1 Miliar untuk Kolombia di Hari Pertama Presiden Baru
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul berjalan meninggalkan lokasi penembakan sekolah di Nonthaburi
PM Thailand Janjikan Aturan Senjata Api Ketat Usai Penembakan Sekolah
Presiden FIFA Gianni Infantino saat mengunjungi kompleks olahraga di Cali, Kolombia
Infantino Bantah UEFA Bayar Pesangon ke Perempuan Itu
Kapal-kapal tanker berlabuh di sebuah selat sempit di antara pesisir berbatu saat senja
Iran Yakin AS Akan Membiarkan Hormuz di Tangannya
Kapal-kapal komersial terlihat di dekat Selat Hormuz dari Musandam, Oman
UEA Tuduh Iran Hantam Tanker ADNOC di Selat Hormuz
Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri BRICS Trade Ministers Meeting di Jaipur, India
Mendag Temui UEA, Brasil, dan India di Sela BRICS