Cekricek.id — Serangan drone Ukraina menghantam Nizhnekamsk, kota industri di Republik Tatarstan yang terletak jauh di pedalaman Rusia, pada Senin pagi. Otoritas regional menyebut 12 orang tewas dan 39 lainnya terluka. Layanan pers pemimpin Tatarstan Rustam Minnikhanov menggambarkan serangan itu sebagai gempuran drone “masif” yang membidik fasilitas industri dan sipil di kota tersebut.
Dikutip dari ABC News, Senin (10/8/2026), Nizhnekamsk terletak sekitar 1.200 kilometer di timur perbatasan Ukraina. Otoritas setempat belum merinci fasilitas mana saja di kota itu yang terdampak serangan. Kota berpenduduk sekitar 240.000 jiwa itu merupakan pusat pengilangan minyak penting dengan dua kilang dan satu kompleks petrokimia.
Serangan tersebut menjadi bagian dari kampanye Ukraina yang dalam beberapa bulan terakhir hampir setiap hari membidik fasilitas minyak Rusia. Kampanye itu telah memicu kelangkaan bahan bakar dan menggerus kapasitas pengilangan yang menjadi mesin pendapatan perang Moskow.
Baca juga: Rusia Klaim Cegat 285 Drone Ukraina dalam 12 Jam
Kemampuan jangkau Kyiv pun terus bertambah. Drone jarak jauh yang dikembangkan industri dalam negeri Ukraina kini mampu menjangkau sasaran hingga sekitar 1.900 kilometer ke dalam wilayah Rusia, sampai menyentuh Siberia. Jangkauan itu membuat kota-kota industri yang jauh dari garis depan ikut terpapar risiko serangan.
Zelenskyy: Balasan yang Sepenuhnya Beralasan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggambarkan serangan-serangan itu sebagai strategi menekan Presiden Rusia Vladimir Putin agar mau berunding mengakhiri invasi. Menurutnya, gempuran ke jantung industri minyak Rusia adalah jawaban yang sepenuhnya dapat dibenarkan atas serangan yang terus menghujani kota-kota Ukraina.
“Kami memberikan balasan yang sepenuhnya beralasan, dan setiap serangan Rusia akan dijawab dengan respons kami. Perang Rusia akan semakin terasa di rumah mereka sendiri, di Rusia,” kata Zelenskyy seperti dikutip ABC News.
Saling Serang Kian Dalam
Di arah sebaliknya, Rusia terus menghantam Ukraina dengan rudal, bom luncur, dan drone yang kerap menyasar kawasan sipil. Gelombang serangan lintas perbatasan pun terus berlangsung dari kedua arah.
Salah satu serangan terbaru menghantam gudang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kantor WHO wilayah Eropa menyatakan pada Senin bahwa salah satu gudangnya di wilayah Dnipro, Ukraina tengah, dihantam dua kali dalam kurun kurang dari 24 jam.
Dalam pernyataannya, badan kesehatan PBB itu menyebut serangan tersebut memusnahkan pasokan darurat senilai sekitar 500.000 dolar AS yang disiapkan untuk fasilitas kesehatan di garis depan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden itu.
Zelenskyy menegaskan pihaknya tidak akan berhenti membalas selama Moskow menolak menghentikan agresinya. “Satu-satunya alasan semua ini masih berlanjut adalah keengganan Rusia mengakhiri perang ini,” ujarnya.
Baca juga: Iran Rombak Pucuk Keamanan di Tengah Perundingan Selat Hormuz



















