Rusia Klaim Cegat 285 Drone Ukraina dalam 12 Jam

A A

Bangunan yang rusak akibat serangan drone Ukraina pada malam hari, menurut pihak berwenang setempat, di pusat Kota Belgorod, Rusia, Minggu (9/8/2026). [Foto: Reuters]

Cekricek.id — Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan unit pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan 285 pesawat nirawak Ukraina dalam rentang 12 jam pada Minggu (9/8/2026).

Mengutip Arab News, Minggu (9/8/2026), kementerian itu menyebut seluruh drone dijatuhkan antara pukul 08.00 dan 20.00 waktu Moskow, atau 05.00 sampai 17.00 GMT.

Menurut keterangan tersebut, sebagian besar insiden berlangsung di wilayah tengah dan barat Rusia. Namun rentetan itu juga mencakup Bashkortostan, republik yang terletak di antara Sungai Volga dan Pegunungan Ural — jauh dari garis depan.

Lima Drone Menyasar Moskow

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menulis di Telegram bahwa unit pertahanan udara menghancurkan lima drone yang menuju ibu kota.

Ia menggambarkan kejadian semacam itu sebagai hal yang berulang dalam perang yang kini sudah berjalan lebih dari empat setengah tahun antara Rusia dan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak memerinci kerusakan maupun korban di wilayah-wilayah yang disebutkannya, dan angka klaim itu tidak dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga: Serangan Rudal Rusia Dekat Kyiv Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Anak

Perang Nirawak yang Berjalan Dua Arah

Serangan pesawat nirawak jarak jauh telah menjadi ciri utama perang ini. Kedua pihak sama-sama mengirim drone dalam jumlah besar untuk menyasar fasilitas energi, lapangan udara, dan kota di belakang garis depan.

Di sisi Ukraina, serangan Rusia berulang kali menghantam permukiman di sekitar Kyiv dan menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak.

Gema perang itu juga terasa di negara-negara Eropa lain. Jerman, misalnya, menyebut dirinya menjadi sasaran gangguan yang berlangsung nyaris setiap hari.

Baca juga: Jerman: Kami Sasaran Perang Hibrida Setiap Hari

Bagikan

Baca Juga

Balochistan dan Gilgit-Baltistan, Dua Wajah Gizi Pakistan
Disabilitas Vietnam: Divaksin Setara, Jalan ke Sana Tak Setara
Remaja Keluarga Bercerai di Cina Lebih Rentan Kecanduan Internet
Lampu Kelas Xinjiang Diduga Perlambat Miopia Anak Uighur
Dua Puluh Satu Tahun Diare Menular Beijing dan Ramalan 2025
Indeks Bahaya Balita Melonjak Saat Panel VOC Diperluas