Jerman: Kami Sasaran Perang Hibrida Setiap Hari

Drone bermuatan bahan peledak yang ditemukan di dekat pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig-Halle

Drone bermuatan bahan peledak yang ditemukan di dekat pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig-Halle. [Foto: Axel Schmidt/Reuters]

Cekricek.id — Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyatakan serangan perang hibrida telah menjadi ancaman harian bagi negaranya. Pernyataan itu keluar beberapa hari setelah sebuah drone bermuatan bahan peledak ditemukan di Bandara Leipzig-Halle.

Mengutip Deutsche Welle yang mengolah laporan Reuters dan dpa, Minggu (9/8/2026), Dobrindt menyampaikan peringatan tersebut kepada surat kabar Bild am Sonntag.

"Kami Tidak Sedang Berperang"

"Kami tidak sedang berperang, tetapi kami menjadi sasaran perang hibrida setiap hari," kata Dobrindt.

"Spionase, sabotase, serangan siber, atau operasi terselubung oleh kekuatan asing yang bertujuan mengguncang stabilitas Jerman atau menimbulkan kerugian langsung adalah kenyataan yang berlangsung terus-menerus," lanjutnya.

Ia menambahkan Jerman sedang memperbesar penelitian di bidang pesawat nirawak untuk menghadapi ancaman keamanan jenis baru itu. Sebuah pusat riset keamanan drone akan dibentuk akhir Agustus ini di bandara uji milik Pusat Antariksa Jerman di negara bagian Saxony-Anhalt.

Dua Drone di Atas Pangkalan Militer

Peringatan Dobrindt datang setelah rangkaian insiden. Pada Sabtu, angkatan bersenjata Jerman mengonfirmasi dua drone terpantau melintas di atas pangkalan militer di Mechernich, Negara Bagian North Rhine-Westphalia dekat perbatasan Belgia, pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Media Jerman melaporkan pangkalan tersebut menampung personel yang bertanggung jawab atas pemeliharaan sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat — sistem yang berperan penting dalam melindungi Ukraina dari serangan udara Rusia.

Insiden di Mechernich terjadi hanya dua hari setelah penemuan drone bermuatan bahan peledak di dekat sebuah pesawat angkut Ukraina di Bandara Leipzig-Halle. Dobrindt menyebut kejadian itu sebagai "skenario serangan hibrida".

Moskow Membantah

Pejabat pemerintah Jerman menahan diri untuk tidak secara terbuka menuding negara mana pun atas insiden Leipzig. Namun sejumlah anggota parlemen mengarahkan telunjuk kepada Rusia, yang berperang dengan Ukraina sejak invasi skala penuh pada 2022.

Kedutaan Besar Rusia di Berlin pada Jumat menolak tudingan itu dan menyebut peristiwa Leipzig sebagai "provokasi yang direkayasa". Rusia, menurut kedutaan tersebut, kembali dituduh melakukan tindakan permusuhan "tanpa disodorkan bukti sedikit pun".

Rangkaian insiden ini menambah daftar gangguan yang belakangan muncul di sepanjang sisi timur Eropa, termasuk ledakan drone di dekat jaringan pipa gas di Bulgaria yang terjadi akhir pekan lalu. Sementara itu, tekanan terhadap Moskow terus bertambah dari arah lain setelah Senat Amerika Serikat mengesahkan paket sanksi besar atas energi Rusia, dan setelah laporan intelijen mengenai ancaman Rusia terhadap NATO beredar luas.

Pusat riset keamanan drone yang disebut Dobrindt dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir bulan ini.

Baca Juga

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berdiri di depan karangan bunga pada upacara peringatan di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima
Jepang Buka Perdebatan Nuklir, Penyintas Bom Atom Cemas
Presiden FIFA Gianni Infantino mengenakan setelan jas berdiri di tepi lapangan
FIFA Serang Balik Kampanye Penggulingan Infantino
Para pemimpin adat Pantai Gading berpakaian kain tradisional berdiri dalam upacara kepulangan gendang Djidji Ayokwe di Abidjan
Gendang Sakral Djidji Ayokwe Pulang ke Pantai Gading
Kerabat berkumpul di pemakaman seorang korban Ebola di Bunia, Republik Demokratik Kongo
Lebih dari 300 Anak Tewas Akibat Ebola di Kongo
Kapal tanker LNG Sun Arrows memuat gas alam cair dari proyek Sakhalin-2 di pelabuhan Prigorodnoye, Rusia
Senat AS Sahkan Sanksi Besar atas Energi Rusia
Seorang pria berjalan di antara reruntuhan rumah yang hancur di desa Zawtar al-Gharbiyah, Lebanon selatan
Tiga Tentara Lebanon Terluka, Israel Masuk Desa Perbatasan