Persik Kediri Pasang Single Seat Stadion Brawijaya demi Syarat I.League

Deretan kursi tunggal di tribun stadion

Ilustrasi kursi tunggal di tribun stadion. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Persik Kediri mulai memasang kursi tunggal atau single seat di Stadion Brawijaya, Kediri, untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan I.League jelang Super League 2026/27. Pemasangan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan tribun-tribun utama.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya manajemen membenahi infrastruktur kandang agar sesuai standar penyelenggaraan kompetisi kasta tertinggi. Renovasi memang berdampak pada berkurangnya daya tampung stadion, tetapi diyakini meningkatkan kenyamanan penonton.

Pemasangan Bertahap

Dikutip dari laman resmi I.League, ileague.id, Minggu (16/8/2026), pemasangan tahap pertama mencakup 2.000 kursi tunggal, terdiri atas 1.000 kursi di tribun VIP A dan B serta 1.000 kursi di tribun utama. Panitia menyesuaikan pemasangan dengan ketersediaan barang.

Ketua Panitia Pelaksana Persik Kediri, Tri Widodo, menjelaskan pengerjaan dilakukan menyesuaikan pasokan kursi yang tiba. “Ketika barang datang, kami langsung pasang. Tapi kami mengerjakannya secara bertahap. Untuk sementara tribun VIP dan Utama dulu,” kata Tri Widodo.

Memenuhi Standar I.League

Tri Widodo menambahkan, pada tahap kedua akan datang tambahan 3.000 kursi tunggal sehingga total pemasangan mencapai 5.000 unit. Ia menegaskan keseriusan manajemen memenuhi ketentuan operator kompetisi.

“Tahap kedua akan datang lagi 3.000 single seat. Jadi dengan kursi yang sekarang ini bisa terpasang total 5.000 buah. Manajemen sangat serius memenuhi kekurangan yang disyaratkan I.League,” ujarnya.

Konsekuensi dari pemasangan kursi tunggal adalah menyusutnya kapasitas stadion. Jika sebelumnya Stadion Brawijaya mampu menampung sekitar 11.000 penonton tanpa kursi, daya tampung maksimal akan menjadi 9.000 penonton setelah seluruh tribun terpasang single seat.

“Kalau semua tribun pakai single seat, maka kapasitas maksimal stadion jadi 9.000 penonton. Jumlah ini memang berkurang, tapi penonton akan merasa nyaman menyaksikan pertandingan,” tutur Tri Widodo.

Baca juga: Persik Kediri Kalah 0-4 dari Phnom Penh Crown di Piala Gubernur Malaka

Pembenahan Stadion Brawijaya menjadi salah satu pekerjaan yang dikebut Persik menjelang musim baru. Selain menyangkut kenyamanan suporter, kelengkapan fasilitas kandang merupakan syarat penting bagi klub agar dapat menggelar laga di stadion sendiri sepanjang Super League 2026/27.

Persik Kediri yang berjuluk Macan Putih menjadikan Stadion Brawijaya sebagai kandang kebanggaan. Pembenahan fasilitas stadion menjadi agenda rutin klub-klub peserta kompetisi kasta tertinggi, mengingat kelayakan venue merupakan salah satu syarat administratif yang dievaluasi operator liga setiap musim.

Kursi tunggal atau single seat menjadi standar yang lazim diterapkan pada stadion-stadion penyelenggara pertandingan level tinggi. Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan penonton, penataan tempat duduk perorangan memudahkan pengelolaan tiket dan pengaturan kapasitas sesuai regulasi.

Konsekuensi penyusutan kapasitas dari sekitar 11.000 menjadi 9.000 penonton menjadi hal yang diterima manajemen demi memenuhi standar. Panitia menilai kenyamanan suporter yang menyaksikan pertandingan secara langsung lebih diutamakan ketimbang sekadar mengejar angka daya tampung maksimal.

Baca juga: Dewa United Rekrut Jean Mangabeira, Bursa Transfer Super League Memanas

Pemenuhan syarat verifikasi stadion menjadi krusial karena berkaitan dengan izin klub menggelar laga kandang di venue sendiri. Tanpa kelengkapan fasilitas yang ditetapkan, klub berisiko harus memindahkan pertandingan ke stadion lain, sesuatu yang tentu berdampak pada dukungan suporter dan pendapatan.

Persik Kediri termasuk klub yang rutin mendapat dukungan besar dari suporternya di setiap laga kandang. Karena itu, pembenahan tempat duduk diharapkan tidak mengurangi antusiasme pendukung, melainkan justru memberikan pengalaman menonton yang lebih tertib dan nyaman di dalam stadion.

Selain pemasangan kursi tunggal, kelengkapan fasilitas pendukung lain seperti penerangan, ruang ganti, dan area media biasanya juga menjadi bagian dari penilaian kelayakan stadion. Manajemen menegaskan komitmennya menuntaskan seluruh persyaratan agar Stadion Brawijaya benar-benar siap menggelar laga sepanjang musim.

Pengerjaan yang dilakukan bertahap juga mempertimbangkan aspek anggaran dan ketersediaan material. Dengan menyelesaikan tribun VIP dan utama terlebih dahulu, klub memastikan area prioritas siap lebih dulu sembari menunggu pasokan kursi berikutnya untuk tribun lain.

Manajemen menyatakan akan mengumumkan perkembangan pemasangan kursi secara berkala kepada publik. Transparansi ini dinilai penting agar suporter mengetahui kondisi terkini stadion sekaligus memahami alasan di balik penyesuaian kapasitas yang dilakukan klub.

Baca juga: Thailand Tekuk Singapura 3-1 di Leg Pertama Semifinal ASEAN Cup 2026

Dengan tenggat kompetisi yang semakin dekat, pengerjaan renovasi menjadi salah satu prioritas yang terus dipantau. Panitia pelaksana memastikan koordinasi dengan pihak terkait tetap berjalan agar seluruh tahapan pemasangan berjalan sesuai jadwal yang telah disusun.

Manajemen menargetkan pemasangan kursi tunggal rampung sesuai tahapan yang telah disusun. Panitia pelaksana akan terus memantau kedatangan pasokan kursi agar pengerjaan tidak molor dari rencana.

Baca Juga

Suasana tribun sebuah stadion sepak bola
Davide Frattesi Tinggalkan Inter Milan, Dipinjamkan ke Lazio
Dua pemain berduel di lapangan
Djed Spence Resmi Berlabuh ke Inter Milan dari Tottenham
Pemain berlaga di lapangan sepak bola
Ferran Torres Resmi Gabung PSG dari Barcelona, Pakai Nomor 9
Pemain berebut bola dalam laga uji coba
PSS Sleman Imbang 1-1 Lawan Persita, Pieter Huistra Fokus Kebugaran
Pemain dalam sesi latihan sepak bola
Oscar Bruzon Usung Gaya Baru Bhayangkara FC Jelang Super League 2026/27
Seorang pemain menggiring bola
Kalteng FC Rekrut Bek Kiri Firman Ramadhan dari Persijap Jepara