PSS Sleman Imbang 1-1 Lawan Persita, Pieter Huistra Fokus Kebugaran

Pemain berebut bola dalam laga uji coba

Ilustrasi laga uji coba sepak bola. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — PSS Sleman bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang dalam laga uji coba pramusim di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (15/8/2026). Super Elja, julukan PSS, sempat unggul lebih dulu melalui gol Gustavo Tocantins pada menit ke-19 sebelum akhirnya ditahan tamunya.

Laga tersebut menjadi pertandingan uji coba kedua yang dijalani PSS pada masa persiapan menuju Super League 2026/27. Pelatih kepala Pieter Huistra menjadikan pertandingan itu sebagai sarana menambah menit bermain sekaligus mematangkan pola permainan skuadnya.

Gustavo Tocantins Buka Skor

Dikutip dari laman resmi I.League, ileague.id, Minggu (16/8/2026), Huistra membagi para pemain ke dalam dua tim agar seluruh anggota skuad mendapat kesempatan tampil. Ia menargetkan setiap pemain bermain lebih lama dibanding uji coba sebelumnya sebagai bagian dari peningkatan kebugaran.

“Dalam pertandingan uji coba ini, kami selalu menetapkan target tertentu. Hal terpenting adalah semua pemain bermain selama 60 menit. Di pertandingan sebelumnya mereka bermain 45 menit, dan sekarang mereka bermain 60 menit,” kata Huistra.

Pelatih asal Belanda itu menilai kedua tim yang ia bentuk tampil kompetitif. Ia menyebut laga melawan Persita memberi pengalaman berharga bagi para pemain untuk merasakan atmosfer sepak bola level tertinggi.

“Kami membagi pemain menjadi dua tim, dan senang melihat kedua tim tampil kompetitif serta bermain cukup baik mengingat ini baru pertandingan kedua. Jadi, menurut saya ini adalah minggu yang baik dengan segala latihan keras yang telah dijalani, dan lawan kali ini juga memberikan pengalaman yang bagus untuk merasakan atmosfer sepak bola Super League,” ujar Huistra.

Baca juga: Dewa United Rekrut Jean Mangabeira, Bursa Transfer Super League Memanas

Bukan soal Skor bagi Huistra

Huistra menegaskan hasil imbang bukan ukuran utama dari laga uji coba. Baginya, prioritas ada pada kondisi fisik, pemahaman rencana permainan, dan mentalitas para pemain, terutama pemain baru dan pemain muda.

“Bagi saya, pertandingan ini bukan soal skor. Pertama-tama, mengenai kebugaran fisik para pemain dalam kondisi bagus. Kedua, agar mereka terbiasa dengan gameplan, terutama bagi pemain baru dan pemain muda. Dan yang ketiga adalah mentalitas. Jangan takut, harus berani, dan cobalah bermain sesuai dengan gaya yang kita inginkan. Mereka berhasil melakukannya kali ini, jadi itu sangat bagus,” tuturnya.

Ia juga memuji peran para pemain lama yang menjadi pemimpin di dalam tim. Menurut Huistra, senioritas itu membantu pemain baru beradaptasi lebih cepat dengan gaya bermain yang ia inginkan.

“Sudah terlihat jelas bahwa para pemain lama mengambil peran sebagai pemimpin, mereka membantu pemain baru beradaptasi dengan cepat dan memiliki keberanian untuk memainkan sepak bola sesuai gaya kita, hal itu sangat bagus untuk dilihat,” kata Huistra. Ia menambahkan kondisi fisik para pemain baru pun terus menguat.

PSS Sleman telah menjalani sekitar tiga pekan latihan pada fase persiapan ini. Huistra menyatakan timnya masih membutuhkan waktu beberapa pekan lagi untuk mencapai kesiapan optimal sebelum kompetisi resmi bergulir.

Baca juga: Persik Kediri Kalah 0-4 dari Phnom Penh Crown di Piala Gubernur Malaka

Pieter Huistra menangani PSS Sleman dengan pendekatan bertahap yang mengutamakan pembangunan fondasi fisik sebelum masuk ke detail taktik. Metode itu ia terapkan sejak awal masa persiapan agar para pemain memiliki daya tahan yang memadai untuk menjalankan rencana permainan sepanjang laga.

Bagi Super Elja, laga melawan Persita Tangerang menjadi tolok ukur yang relevan karena keduanya sama-sama berlaga di kasta tertinggi. Menghadapi lawan selevel memberi gambaran lebih akurat mengenai kesiapan tim ketimbang sekadar meladeni tim dari divisi yang berbeda.

Stadion Maguwoharjo yang menjadi kandang PSS Sleman turut memberi atmosfer bertanding yang berharga, apalagi dengan kehadiran suporter pada laga uji coba. Pengalaman bermain di depan pendukung sendiri dinilai penting untuk membiasakan para pemain baru dengan tekanan dan ekspektasi.

Baca juga: Thailand Tekuk Singapura 3-1 di Leg Pertama Semifinal ASEAN Cup 2026

Huistra menutup catatannya dengan menegaskan bahwa proses masih berjalan dan timnya tidak boleh cepat berpuas diri. Ia menilai kombinasi latihan keras, uji coba melawan lawan berkualitas, dan adaptasi pemain baru menjadi resep yang tepat untuk membentuk PSS Sleman yang siap bersaing sejak awal musim.

Rangkaian uji coba yang dijalani Super Elja menjadi rujukan tim pelatih dalam menakar perkembangan skuad dari laga ke laga. Setelah menghadapi Persita, PSS akan melanjutkan program persiapan untuk terus mengasah aspek fisik, taktik, dan mental menatap Super League 2026/27.

Baca Juga

Suasana tribun sebuah stadion sepak bola
Davide Frattesi Tinggalkan Inter Milan, Dipinjamkan ke Lazio
Dua pemain berduel di lapangan
Djed Spence Resmi Berlabuh ke Inter Milan dari Tottenham
Pemain berlaga di lapangan sepak bola
Ferran Torres Resmi Gabung PSG dari Barcelona, Pakai Nomor 9
Pemain dalam sesi latihan sepak bola
Oscar Bruzon Usung Gaya Baru Bhayangkara FC Jelang Super League 2026/27
Deretan kursi tunggal di tribun stadion
Persik Kediri Pasang Single Seat Stadion Brawijaya demi Syarat I.League
Seorang pemain menggiring bola
Kalteng FC Rekrut Bek Kiri Firman Ramadhan dari Persijap Jepara