DEN: Harga Bawang Turun, Daging Ayam Naik 9,2 Persen

Cekricek.id — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat harga sebagian komoditas hortikultura menurun secara bulanan pada pekan kedua Agustus 2026. Harga bawang merah turun 13,3 persen dan bawang putih turun 9,1 persen, sementara harga daging ayam justru meningkat 9,2 persen, demikian dikutip dari dewanekonomi.go.id.

Menurut keterangan lembaga itu dalam laporan Perkembangan Harga Pangan Minggu II Agustus 2026, penurunan harga bawang merah disebabkan panen di beberapa sentra produksi. Adapun penurunan harga bawang putih didorong realisasi impor selama semester I 2026 yang mencapai 229,76 ribu ton.

Kenaikan harga daging ayam antara lain dipengaruhi permintaan dari program Makan Bergizi Gratis seiring berakhirnya periode libur sekolah. Secara tahunan, tekanan harga terbesar juga terjadi pada daging ayam yang naik 17,2 persen.

Tekanan Harga Tahunan

DEN menyebut kenaikan harga daging ayam di sejumlah daerah dipicu meningkatnya permintaan seiring aktifnya kembali program tersebut. Di wilayah pesisir, kenaikan turut didorong peralihan konsumsi dari ikan ke ayam akibat cuaca buruk yang membatasi hasil tangkapan nelayan, sementara pasokan ayam terbatas dan biaya pakan naik.

Peningkatan harga secara tahunan juga terjadi pada cabai merah sebesar 5,7 persen dan cabai rawit 16,0 persen. Harga minyak goreng meningkat 9,3 persen, didorong masih tingginya harga CPO global yang naik 13,1 persen. Harga daging sapi tercatat naik 8,0 persen, meski Kementerian Pertanian melaporkan harga di tingkat konsumen sudah melandai secara mingguan pada pekan kedua Agustus 2026.

Dari sisi global, harga minyak mentah naik menjadi US$85 per barel pada 18 Agustus 2026 seiring melemahnya prospek perjanjian baru antara Amerika Serikat dan Iran. Dari sisi domestik, BMKG melaporkan El Nino yang semakin kuat di tengah musim kemarau memperluas ancaman kekeringan di Indonesia.

Risiko Kekeringan dan Mitigasi

Risiko ke depan dinilai tetap tinggi. Pada Dasarian I Agustus 2026, BMKG melaporkan 90,79 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, sejalan dengan 76,5 persen wilayah atau 535 zona musim yang telah memasuki musim kemarau, serta sifat hujan yang mayoritas di bawah normal.

Badan Pangan Nasional menyiapkan mitigasi dengan penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah yang mencapai 5,2 juta ton per 12 Agustus 2026. Angka itu naik 245,4 persen dibandingkan stok awal September 2023 sebesar 1,52 juta ton menjelang puncak El Nino sebelumnya.

Gerakan Pangan Murah telah terlaksana 7.741 kali, dengan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beras sebesar 652,6 ribu ton atau 78,83 persen dari target 828 ribu ton. Bantuan Pangan berupa beras Bulog juga disalurkan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat.

Kementerian Pertanian menyiapkan langkah antisipasi dampak kemarau berupa optimalisasi irigasi, percepatan tanam varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam sesuai iklim, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dukungan infrastruktur air pada 2026 mencakup 17.400 unit irigasi perpompaan, 3.500 unit irigasi perpipaan, 3.700 unit bangunan konservasi, 9.000 unit ketersediaan air, dan 57.303 unit pompa air.

Berdasarkan estimasi DEN, inflasi volatile foods pada Agustus 2026 diprakirakan menurun sekitar 0,5 persen, dengan pengurangan terhadap inflasi indeks harga konsumen sekitar 0,1 persen. Pemantauan harga di lapangan juga dilakukan pemerintah, seperti terlihat saat Menteri Perdagangan memantau harga daging ayam di Pasar Ir. Soekarno. Di sisi pasokan pakan, Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton jagung pakan lewat SPHP, sementara ekonom ITB menilai ekonomi nasional masih ditopang permintaan domestik.

Baca Juga

KKI 2026: Korporasi Gandeng UMKM, Target Rp446,9 Miliar
KKI 2026: Korporasi Gandeng UMKM, Target Rp446,9 Miliar
Kejar Swasembada, Kementan Dukung Bawang Putih Lombok Timur
Kejar Swasembada, Kementan Dukung Bawang Putih Lombok Timur
Harga Daging Ayam Terjaga di Acuan, Mendag Pantau Pasar
Harga Daging Ayam Terjaga di Acuan, Mendag Pantau Pasar
BI-Rate Tetap 5,75 Persen, BI Perkuat Stabilitas Rupiah
BI-Rate Tetap 5,75 Persen, BI Perkuat Stabilitas Rupiah
Rapat pembahasan penyaluran SPHP jagung pakan yang dihadiri Deputi Bapanas
Bapanas Usul Tambah 150 Ribu Ton Jagung Pakan SPHP
Ilustrasi pekerja memuat barang ekspor ke dalam peti kemas
Indonesia Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras ke Malaysia