Ampela Ayam Bergizi, tetapi Kolesterolnya 370 mg per 100 Gram

A A

Ilustrasi ampela dan hati ayam mentah. [Foto: Biswarup Ganguly/Wikimedia Commons, CC BY 3.0]

  • Setiap 100 gram ampela ayam matang mengandung sekitar 30,4 gram protein dan 3,2 miligram zat besi.
  • Kandungan kolesterolnya sekitar 370 miligram per 100 gram.
  • Pakar IPB menyarankan ampela dijadikan lauk variasi, bukan menu harian.

Cekricek.id — Ampela ayam kaya protein, zat besi, vitamin B12, dan zink, tetapi kandungan kolesterolnya juga tinggi. Pakar gizi IPB University menyarankan jeroan ini tetap boleh dimakan, asal ditempatkan sebagai lauk variasi, bukan menu harian.

Dosen Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Muhammad Aries SP MSi, menyebut ampela relatif tinggi protein dan rendah lemak total dibandingkan banyak jeroan lain. “Ampela ayam dapat dikategorikan sebagai pangan bergizi tinggi. Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink,” jelasnya dalam keterangan tertulis IPB University, Jumat (16/10/2026).

Zat gizi itu, menurut Aries, bermanfaat untuk pembentukan jaringan tubuh, sel darah merah, fungsi saraf, dan sistem kekebalan.

Kolesterol di Atas Batas Lama

Namun, setiap 100 gram ampela ayam matang mengandung sekitar 370 miligram kolesterol. Angka itu melampaui rekomendasi asupan kolesterol di bawah 300 miligram per hari yang pernah dipakai dalam panduan diet Amerika Serikat. “Ampela mengandung kolesterol cukup tinggi, sehingga konteks keseluruhan pola makan lebih penting daripada menilai satu bahan makanan secara terpisah,” paparnya.

Meski batas itu kini tidak lagi dicantumkan, Aries menilai kandungan kolesterol tetap perlu diperhatikan, terutama oleh orang dengan kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat.

Baca juga: Apa Perbedaan Antara Trigliserida dan Kolesterol?

“Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries.

Baca juga: Makan Telur Setiap Hari Bisa Bikin Kolesterol Naik, Mitor Atau Fakta?

Ia menyarankan ampela direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak, disajikan bersama sayuran dan sumber serat, serta membatasi santan kental, garam, dan minyak berlebih.

Baca juga: Tujuh Buah Ini Cocok Atasi Kolesterol Tinggi dalam Darah

Bagikan

Baca Juga

Kehujanan Bikin Flu? Dokter IPB: Penyebabnya Virus, Bukan Hujan
Rektor IPB Alim Setiawan Dilantik Jadi Wakil Menteri Pertanian
Delapan dari 10 Ikan Kali Surabaya Betina, Polutan Jadi Sorotan
Ayam Kampung dan Broiler Setara Proteinnya, Bedanya di Lemak
Batuk Pilek Lebih dari Dua Minggu Tanda Perlu Periksa ke Dokter
Biochar Diuji di Lahan Bawang Merah Cirebon, Lanjut Musim Kedua