Makan Telur Setiap Hari Bisa Bikin Kolesterol Naik, Mitor Atau Fakta?

Cekricek.id - Telur merupakan sumber nutrisi dasar yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan dan pertumbuhan. Bagian putihnya menjadi sumber protein, sementara pada kuningnya hampir memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh, namun sering disalah artikan sebagai peningkat kadar kolesterol.

Telur. [Foto: Canva]

Cekricek.id - Telur merupakan sumber nutrisi dasar yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan dan pertumbuhan. Bagian putihnya menjadi sumber protein, sementara pada kuningnya hampir memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh, namun sering disalah artikan sebagai peningkat kadar kolesterol.

Melansir Health Digest, Rabu (25/01/2023), pada sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Kolesterol, telur adalah sumber nutrisi penting seperti zinc, vitamin A, D dan E. Ada juga, thiamin, riboflavin, niasin, vitamin B6, folat, vitamin B12, dan vitamin K. Mineral juga berlimpah di dalam telur, selain seng, telur mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan natrium. 

Protein telur memiliki kualitas yang tinggi, dan dapat membantu menurunkan berat badan dengan memberikan rasa kenyang yang lebih besar daripada protein lainnya. Kuning telur juga merupakan sumber antioksidan dan pigmen yang baik yang disebut karotenoid yang terkait dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia, katarak, kanker, dan penyakit kardiovaskular. 

Telur Sering Dihubungkan dengan Peningkatan Kadar Kolesterol

Berlawanan dengan stigma saat ini, makan telur yang kaya kolesterol berdampak sangat kecil pada kadar kolesterol darah. Konsumsi telur sebanyak satu butir per hari tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Menariknya, makan telur dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung pada populasi Asia. Menurut AS, Pedoman Diet 2015, kolesterol bukanlah nutrisi yang perlu diperhatikan untuk konsumsi berlebihan.

Menurut Harvard Medical School, kolesterol ditemukan di membran yang mengelilingi setiap sel dalam tubuh. Karena kolesterol sangat penting untuk sintesis membran sel, kita tidak dapat hidup tanpanya.

Hal itu juga diperlukan untuk menghasilkan vitamin D, hormon, dan asam empedu untuk pencernaan lemak. Sebagian besar kolesterol dalam tubuh kita dibuat oleh hati, sedangkan hanya sekitar 20% berasal dari makanan yang dikonsumsi. Ada umpan balik di mana tubuh membuat lebih banyak kolesterol ketika lebih sedikit kolesterol yang dicerna, dan sebaliknya.

Telur tidak hanya tidak buruk untuk jantung, tetapi juga bermanfaat bagi jantung dan sistem pembuluh darah. Misalnya, konsumsi tiga butir telur per hari selama 12 minggu oleh orang dewasa dengan sindrom metabolik menghasilkan peningkatan kolesterol HDL pelindung jantung, partikel LDL yang lebih besar (kurang berbahaya daripada partikel kecil), dan penurunan resistensi insulin, ciri khas sindrom metabolik, menurut studi 2012  di Metabolisme.

Selain itu, pada studi tahun 2022 yang ditulis dalam jurnal Nutrients menyebut protein telur adalah tolok ukur yang dibandingkan dengan protein lainnya. Di antara semua protein makanan, protein telur memiliki skor asam amino terkoreksi protein yang dapat dicerna (PDCAAS) tertinggi untuk ukuran kualitas protein.

PDCAAS yang tinggi untuk protein telur disebabkan oleh kandungan asam amino esensialnya yang besar, serta kemudahan pencernaannya. 

Baca juga: Resep Telur Dadar Terong, Masakan Inovatif yang Ramah di Kantong

Penelitian menunjukkan bahwa protein telur menekan rasa lapar dan mengurangi keinginan mengidam dan dengan demikian membantu penurunan berat badan. Tiga telur mengemas sekitar 18 hingga 20 gram protein berkualitas tinggi dan dapat dinikmati dengan berbagai cara, termasuk direbus, direbus, diacak, atau dalam telur dadar sayuran yang sangat bergizi. 

Tag:

Baca Juga

Bayar Zakat Fitrah Online, Sahkah? Ini Penjelasannya!
Bayar Zakat Fitrah Online, Sahkah? Ini Penjelasannya!
Penelitian Mengungkap Manfaat Kombucha Seperti Efek Puasa
Penelitian Mengungkap Manfaat Kombucha Seperti Efek Puasa
Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Berhasil Dilakukan, Harapan dan Kontroversi
Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Berhasil Dilakukan, Harapan dan Kontroversi
Peneliti Mengungkap Penyebab Kematian Saat Bercinta
Peneliti Mengungkap Penyebab Kematian Saat Bercinta
Penelitian Mengungkap Hidup dalam Kemiskinan Percepat Penuaan Otak
Penelitian Mengungkap Hidup dalam Kemiskinan Percepat Penuaan Otak
Masyarakat Kota Perlahan-lahan Kehilangan Kemampuan Mencerna Serat Nabati
Masyarakat Kota Perlahan-lahan Kehilangan Kemampuan Mencerna Serat Nabati