Angin Sakal: Pengertian, Pengaruh pada Penerbangan, dan Risikonya

A A

Istilah-istilah dalam Meteorologi dan Perhubungan. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Angin sakal adalah angin yang bertiup dari arah depan, berlawanan dengan arah gerak suatu benda seperti kapal atau pesawat terbang. Dalam bahasa Inggris istilah ini disebut headwind. Angin dari arah depan itu menahan laju benda yang bergerak, sehingga perjalanan memerlukan waktu lebih lama untuk sampai ke tujuan.

Arti kata sakal dalam bahasa Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat dua makna kata sakal. Makna pertama adalah pukulan atau benturan. Makna kedua adalah angin yang bertiup dari arah haluan kapal, yaitu berlawanan dengan arah kapal.

Kamus itu memberi contoh kalimat tentang kapal yang tidak dapat maju dengan laju karena adanya sakal yang kuat. Dari dunia pelayaran, istilah ini kemudian dipakai juga dalam meteorologi perhubungan untuk benda bergerak lain, termasuk pesawat terbang.

Pengaruh angin sakal pada lepas landas dan pendaratan

SKYbrary, pangkalan pengetahuan keselamatan penerbangan, menjelaskan bahwa terbang melawan angin setara dengan terbang di udara tenang dengan kecepatan udara lebih tinggi dan kecepatan terhadap tanah lebih rendah. Pengaruhnya terasa pada semua fase penerbangan.

Saat lepas landas dan mendarat, angin sakal menambah aliran udara pada sayap. Gaya angkat yang diperlukan tercapai lebih awal dan pada kecepatan lebih rendah, sehingga landasan yang dibutuhkan lebih pendek. Karena itu, angin sakal justru menguntungkan pada dua fase tersebut.

Pengaruh angin sakal saat menanjak dan menjelajah

Ketika pesawat menanjak atau menurun dalam angin sakal, gradien lintasannya bertambah walaupun laju naik atau turunnya tetap. Akibatnya, pesawat mencapai ketinggian yang diizinkan lebih awal dibandingkan dengan keadaan angin tenang.

Pada fase jelajah, angin sakal berarti pemakaian bahan bakar bertambah dan waktu terbang lebih lama karena kecepatan terhadap tanah berkurang. Operator penerbangan berusaha menghindarinya, misalnya dengan memilih rute lain atau ketinggian jelajah berbeda yang anginnya lebih menguntungkan.

Risiko bila angin sakal salah diperhitungkan

Meremehkan angin sakal selama fase jelajah dapat membuat pemakaian bahan bakar membengkak. Pesawat mungkin harus mengalihkan pendaratan atau kehilangan cadangan waktu untuk menunggu di udara. Dalam kasus ekstrem, bahan bakar dapat habis sehingga pesawat mendarat darurat di darat atau di air.

Kebalikan angin sakal adalah angin yang bertiup searah gerak pesawat. Angin jenis ini menaikkan kecepatan terhadap tanah dan menghemat bahan bakar saat menjelajah, tetapi menuntut landasan lebih panjang ketika lepas landas dan mendarat.

Istilah terkait

Angin dari arah belakang dibahas Kamus Meteorologi dalam Angin Buritan dan Angin Turutan. Istilah sejenis dapat dibaca pada Angin Membujur, sedangkan kekuatan angin diukur dengan Skala Beaufort.

Rujukan

Sumber: Istilah-istilah dalam Meteorologi Perhubungan. Kamus Besar Bahasa Indonesia VI Daring, lema sakal. SKYbrary Aviation Safety, Headwind, 2026. SKYbrary Aviation Safety, Tailwind, 2026.

Bagikan

Baca Juga

Pola Musiman Diare Akut di Fiji Memuncak Tiap Awal Tahun
Suhu Panas Ikut Mendorong Naiknya Kasus Flu di China
Suhu, Bukan Hujan, Kunci Ramalan Dengue di Nepal Barat
Wili-Wili
Wilayah G
Wilayah F