- Flu yang wajar pulih dalam tujuh sampai sepuluh hari
- Beberapa virus pernapasan beredar bersamaan dan menulari bergantian
- Sempat membaik lalu memburuk drastis menjadi tanda untuk segera periksa
Cekricek.id — Flu yang wajar selesai dalam tujuh sampai sepuluh hari, dan batuk kering yang tersisa masih tergolong biasa sampai dua minggu. Lewat dari itu tanpa ada perbaikan, apalagi disertai demam, sesak, atau dahak kental, keluhan tersebut sudah perlu diperiksa.
Batas waktu itu disampaikan dr Wahyu Rachwaldy, dokter Klinik IPB University, menanggapi banyaknya warga yang merasa batuk pilek belakangan ini lebih sulit sembuh. Menurut dia, perasaan itu punya dasar medis.
“Laporan dari berbagai lembaga kesehatan global dan nasional, termasuk Centers for Disease Control and Prevention (CDC) serta Kementerian Kesehatan RI, mengonfirmasi adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dengan gejala yang bertahan lebih lama (protracted viral symptoms),” kata Wahyu dalam keterangan tertulis IPB University, Selasa (6/10/2026).
Salah satu sebabnya, beberapa virus pernapasan beredar bersamaan: influenza A dan B, RSV, rhinovirus, adenovirus, sampai SARS-CoV-2. Orang yang hampir pulih dari satu virus bisa tertular virus lain.
“Selain itu, terdapat pula fenomena post-pandemic immunity debt, yakni ketika perubahan pola paparan patogen selama beberapa tahun terakhir membuat sistem imun tubuh harus kembali menyesuaikan diri saat terpapar banyak virus secara beruntun,” ujarnya.
Sempat Membaik, Lalu Memburuk
Pada flu tanpa komplikasi, gejala memuncak pada hari pertama sampai ketiga, lalu demam mereda pada hari keempat sampai ketujuh. Pola yang menyimpang dari urutan itu patut dicurigai.
“Masyarakat juga perlu mewaspadai double sickening, yakni kondisi ketika sempat membaik selama satu hingga dua hari, kemudian kembali memburuk secara drastis dengan demam tinggi atau sesak nafas,” tutur Wahyu.
Sakit yang berlarut tidak selalu berarti virusnya masih aktif. Selaput lendir yang rusak memudahkan bakteri tumbuh dan memicu sinusitis, bronkitis, atau pneumonia. Saluran napas yang masih meradang juga menjadi peka terhadap udara dingin, asap, dan debu, sehingga batuk kering dapat bertahan tiga sampai delapan minggu.
Polusi udara ikut memperlambat pemulihan karena merusak rambut getar di saluran napas yang bertugas mendorong dahak keluar.
Wahyu meminta warga segera mencari pertolongan medis bila mengalami sesak atau napas berbunyi, nyeri dada hebat, demam tinggi lebih dari tiga sampai lima hari berturut-turut, dahak hijau pekat, cokelat, atau bercampur darah, pusing berat, dehidrasi, atau penurunan kesadaran. Nyeri hebat di wajah atau dahi serta nyeri telinga tajam juga perlu perhatian khusus.
Baca juga: Antibiotik Tidak Mengobati Influenza A, Dokter ITS Ingatkan Warga
Baca juga: Polusi Udara Tak Hanya Serang Paru, Jantung dan Otak Ikut Terancam
Baca juga: Kasus Influenza A Naik ke 38 Persen, Pakar UGM Bagikan 6 Cara Cegah















