- Proporsi positif influenza naik dari 22 persen ke 38 persen pada minggu ke-35, 66 dari 175 spesimen positif.
- Pakar UGM Prof Tri Wibawa sebut influenza A(H1N1)pdm09 perlu mitigasi tanpa kepanikan.
- Enam cara cegah ditekankan untuk lansia, balita, dan penderita penyakit kronis.
Cekricek.id — Kasus influenza A naik ke 38 persen di Indonesia, dengan 66 dari 175 spesimen positif pada minggu ke-35, dan pakar UGM membagikan enam cara efektif mencegah penularan.
Mengutip keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Sabtu (20/09/2026), proporsi positif influenza pada pemeriksaan laboratorium naik dari 22 persen pada minggu sebelumnya menjadi 38 persen, mayoritas influenza A(H1N1)pdm09.
Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K)., mengatakan peningkatan tidak perlu disikapi berlebihan namun mitigasi tetap diperlukan. “Temuan influenza A pada bulan Agustus 2026 yang meningkat, tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” ujarnya.
Ia menjelaskan influenza umumnya disebabkan virus tipe A dan B dengan gejala demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lelah.
Tri mengingatkan kelompok rentan komplikasi adalah lansia di atas 65 tahun, anak di bawah lima tahun, penderita penyakit kronis, dan orang dengan penurunan kekebalan. “Kelompok masyarakat yang rentan adalah lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, orang dengan penyakit kronis, dan orang yang mengalami penurunan tingkat kekebalan lainnya,” tuturnya.
Untuk pencegahan, ia mendorong enam langkah sederhana. “Terapkan gaya hidup sehat, etiket batuk atau bersin, sering mencuci tangan, hindari kontak erat dengan orang yang sedang flu, gunakan masker jika sakit, dan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan,” ujarnya.
Data Kemenkes Jadi Alarm Mitigasi
Data Kementerian Kesehatan RI hingga 12 September 2026 menjadi dasar perhatian. Kenaikan dari 22 persen ke 38 persen dalam sepekan menunjukkan transmisi yang masih aktif, meski virus yang beredar merupakan turunan H1N1 2009 yang telah mengalami perubahan genetik.
Pakar menilai peningkatan mobilitas pasca pandemi dan perubahan musim ikut memengaruhi pola penularan. Virus influenza berevolusi cepat lewat mutasi dan rekombinasi, sehingga vaksinasi musiman yang diperbarui tiap tahun tetap relevan, terutama bagi lansia dan penderita komorbid.
Baca juga 13.449 kasus ISPA, dokter UGM jelaskan cara melindungi diri
Enam Cara Cegah untuk Kelompok Rentan
Enam langkah yang ditekankan Tri mencakup kebiasaan sehari-hari yang mudah diterapkan di rumah, sekolah, dan kantor: perilaku hidup sehat, menutup mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan rutin, menjaga jarak dari penderita, memakai masker saat sakit, serta vaksinasi bagi kelompok berisiko.
Langkah ini dinilai paling berdampak bagi keluarga dengan balita dan lansia, serta pekerja yang beraktivitas di ruang tertutup. Penerapan konsisten diharapkan menekan rantai penularan tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan di masyarakat.















