Suami Perokok, Istri di Tiongkok Lebih Berpeluang Kena Diabetes

A A

Ilustrasi asbak logam bundar berisi belasan puntung rokok dan abu di meja kayu [Foto: Shixart1985/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

  • Istri yang suaminya terus merokok punya peluang diabetes 7 persen lebih tinggi dibanding istri yang suaminya tidak merokok.
  • Rasio odds diabetes istri naik dari 1,02 hingga 1,88 seiring menumpuknya pack-years rokok suami.
  • Di antara istri dengan gula puasa terganggu, suami berhenti merokok terkait peluang diabetes 9 persen lebih rendah.
  • Penelitian tidak mencatat apakah suami merokok di dalam rumah maupun paparan asap di tempat kerja istri.
Daftar Isi
  1. Perokok Pasif, Ketika Asapnya Datang dari Suami Sendiri
  2. IFG, Gula Puasa yang Mulai Tergelincir
  3. Rasio Odds, Ukuran Peluang dan Bukan Kepastian
  4. Pack-Years, Hitungan Rokok yang Menumpuk
  5. Progresi, Langkah dari Gula Puasa Terganggu ke Diabetes
  6. Momen Belajar, Ruang Periksa sebagai Titik Berhenti

Banyak perempuan yang tidak merokok tetap menghirup asap rokok di rumahnya sendiri. Di negeri yang laki-lakinya jauh lebih banyak merokok daripada perempuannya, sumber utama asap itu sering kali suami. Sebuah penelitian besar di Tiongkok kini menimbang apa artinya hal itu bagi gula darah sang istri.

Penelitian itu ditulis Min Jin Zhang dan rekan dari Departemen Keperawatan, Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Sun Yat-sen, Guangzhou, bersama peneliti Universitas Lanzhou dan National Research Institute for Family Planning di Beijing. Judulnya Husbands’ smoking and risk of diabetes in reproductive-aged Chinese women: a nationwide population-based cohort study, dimuat BMC Public Health volume 26 tahun 2026.

Temuan pokoknya mudah dirangkum. Dibanding istri yang suaminya tidak merokok di dua kali pemeriksaan, istri yang suaminya merokok di kedua pemeriksaan punya peluang diabetes 7 persen lebih tinggi. Pada istri yang suaminya berhenti merokok, selisihnya 12 persen, sedangkan pada istri yang suaminya baru mulai merokok, 17 persen.

Perokok Pasif, Ketika Asapnya Datang dari Suami Sendiri

Menurut angka yang dikutip makalah itu, 50,6 persen laki-laki Tiongkok berusia 15 tahun ke atas merokok, sementara perempuannya hanya 2,1 persen. Ketimpangan itu membuat 65,1 persen perempuan usia subur yang tidak merokok melaporkan terpapar asap rokok di rumah.

Data penelitian ini datang dari program pemeriksaan kesehatan gratis bagi pasangan yang berencana hamil dalam enam bulan, yang berjalan di desa sejak 2010 lalu meluas ke kota. Peneliti mengikuti 2.828.544 pasangan yang dua kali diperiksa antara Januari 2010 dan April 2020, dengan median jarak antarpemeriksaan 2,12 tahun.

Semua istri berusia 20 sampai 49 tahun, tidak merokok, belum didiagnosis diabetes, dan gula darah puasanya di bawah 7,0 mmol/L saat pemeriksaan pertama. Di setiap pemeriksaan, para suami ditanya apakah saat ini merokok. Dari jawaban di dua kesempatan itu, mereka dikelompokkan menjadi empat. Kira-kira enam dari sepuluh suami, tepatnya 62,7 persen, tidak merokok di kedua pemeriksaan. Sebanyak 16,2 persen merokok di keduanya, 11,5 persen merokok di awal lalu berhenti, dan 9,6 persen tidak merokok di awal tetapi merokok pada pemeriksaan berikutnya.

Baca juga Berat Badan Ibu Sebelum Hamil Terbawa ke Tubuh Anak di Taiwan

IFG, Gula Puasa yang Mulai Tergelincir

Istilah kedua yang perlu diterjemahkan adalah IFG, singkatan impaired fasting glucose atau gula darah puasa terganggu. Maksudnya, gula darah sesudah semalam berpuasa sudah di atas normal, tetapi belum setinggi diabetes. Dalam penelitian ini, angka normal berada di bawah 5,6 mmol/L. IFG berada di rentang 5,6 sampai 6,9 mmol/L. Diabetes ditetapkan bila gula darah puasa 7,0 mmol/L atau lebih, atau bila perempuan itu melaporkan sendiri bahwa ia mengidap diabetes.

Dari 2.475.950 istri yang gula darahnya normal di awal, 250.717 orang atau 10,1 persen jatuh ke IFG pada pemeriksaan berikutnya. Artinya kira-kira satu dari sepuluh istri. Sebanyak 24.419 orang atau 1,0 persen, sekitar satu dari seratus, sudah tergolong diabetes.

Mengapa kelompok usia subur dipilih? Makalah itu mengutip penelitian atas 6,4 juta perempuan Tiongkok yang menemukan diabetes sebelum hamil berkaitan dengan risiko kelahiran prematur 17 persen lebih tinggi dan kematian perinatal 59 persen lebih tinggi. Bahkan IFG saja menaikkan risiko-risiko itu 2 sampai 8 persen.

Peluang istri terkena IFG dan diabetes menurut kebiasaan suamiSuami berhenti merokok: IFG (gula puasa terganggu) 1,07, Diabetes (DM) 1,12; Suami baru merokok: IFG (gula puasa terganggu) 1,11, Diabetes (DM) 1,17; Suami tetap merokok: IFG (gula puasa terganggu) 1,00, Diabetes (DM) 1,07.Peluang istri terkena IFG dan diabetesmenurut kebiasaan suamiRasio odds disesuaikan; istri bersuami konsisten tidakmerokok sebagai acuan bernilai 1IFG (gula puasa terganggu)Diabetes (DM)0,000,250,500,751,001,251,071,12Suami berhentimerokok1,111,17Suami barumerokok1,001,07Suami tetapmerokokIstri dengan gula darah normal di awal, n 2.475.950 (Tabel 2)
Sumber: Min Jin Zhang dan rekan, Husbands’ smoking and risk of diabetes in reproductive-aged Chinese women: a nationwide population-based cohort study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Rasio Odds, Ukuran Peluang dan Bukan Kepastian

Hasil utama penelitian ini ditulis dalam rasio odds yang disesuaikan, dengan kelompok acuan bernilai 1,00. Para penulis sendiri membaca angka 1,07 sebagai peluang 7 persen lebih tinggi dan angka 0,91 sebagai peluang 9 persen lebih rendah.

Setelah usia, pendidikan, suku, tempat tinggal, pekerjaan, indeks massa tubuh, dan kebiasaan minum alkohol ikut diperhitungkan, istri bersuami yang berhenti merokok punya rasio odds 1,07 untuk IFG dan 1,12 untuk diabetes. Pada istri bersuami yang baru merokok, angkanya 1,11 dan 1,17. Istri bersuami yang tetap merokok menunjukkan rasio odds 1,07 untuk diabetes. Untuk IFG, angkanya 1,00, yang berarti tidak lebih tinggi daripada kelompok acuan. Kelompok acuannya selalu istri yang suaminya tidak merokok di kedua pemeriksaan.

Untuk diabetes, angka tertinggi justru tercatat pada kelompok suami yang berhenti dan yang baru mulai merokok, bukan pada suami yang terus merokok. Para penulis meminta temuan ini dibaca dengan hati-hati karena beberapa penjelasan mungkin berlaku.

Jarak 2,12 tahun mungkin terlalu pendek untuk melihat manfaat jangka panjang suami berhenti merokok. Waktu persis berhenti atau mulainya juga tidak diketahui, dan suami yang berhenti mungkin dulunya perokok lebih berat. Pada suami yang baru merokok, peneliti menyebut kemungkinan efek metabolik akut, karena rokok seketika mengganggu toleransi glukosa dan kepekaan insulin.

Ada pula kemungkinan bias seleksi. Istri yang sudah diabetes pada pemeriksaan pertama dikeluarkan dari penelitian, sehingga yang tersisa mungkin justru mereka yang kurang rentan terhadap rokok suaminya. Hal itu bisa menjelaskan angka yang relatif lebih rendah pada istri bersuami perokok tetap.

Baca juga Tinggi Badan Pria Jepang dan Lamanya Bertahan Bebas Diabetes

Pack-Years, Hitungan Rokok yang Menumpuk

Istilah ketiga adalah pack-years, ukuran rokok yang menumpuk dari waktu ke waktu. Pada suami yang terus merokok, peneliti mengalikan jarak antarpemeriksaan dalam tahun dengan rata-rata batang rokok per hari, lalu membaginya dengan 20. Hasilnya dikelompokkan menjadi empat tingkat.

Polanya menanjak rapi. Rasio odds diabetes istri berturut-turut 1,02 untuk 0,1 sampai 2,0 pack-years, 1,24 untuk 2,1 sampai 4,0, 1,55 untuk 4,1 sampai 6,0, dan 1,88 untuk 6,1 pack-years ke atas. Para peneliti menyebut ini hubungan dosis-respons, karena peluang diabetes naik bertahap seiring bertambahnya pack-years. Untuk IFG, polanya serupa walau lebih landai. Rasio odds-nya 1,00, lalu 1,10, 1,10, dan 1,18 pada empat tingkat yang sama. Kedua tren itu bermakna secara statistik, dengan nilai P tren di bawah 0,001.

Makin menumpuk rokok suami, makin tinggi peluang istri diabetes0,1-2,0 pack-years 1,02; 2,1-4,0 pack-years 1,24; 4,1-6,0 pack-years 1,55; 6,1 pack-years ke atas 1,88.Makin menumpuk rokok suami, makin tinggipeluang istri diabetesRasio odds disesuaikan untuk diabetes; istri bersuamikonsisten tidak merokok bernilai 10,00,51,01,52,00,1-2,0 pack-years1,022,1-4,0 pack-years1,244,1-6,0 pack-years1,556,1 pack-years ke atas1,88Pack-years = jarak antarpemeriksaan (tahun) x rata-rata batang perhari / 20; P tren di bawah 0,001
Sumber: Min Jin Zhang dan rekan, Husbands’ smoking and risk of diabetes in reproductive-aged Chinese women: a nationwide population-based cohort study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Gambaran berbeda muncul bila yang dihitung hanya banyaknya batang per hari. Rasio odds diabetes istri 0,84 untuk 1 sampai 5 batang, 1,01 untuk 6 sampai 10, 1,20 untuk 11 sampai 15, 1,14 untuk 16 sampai 20, dan 1,30 untuk 21 batang ke atas.

Angka 0,84 itu bisa disalahpahami seolah rokok sedikit melindungi. Para penulis menolak tafsir tersebut. “Hubungan dosis-respons yang konsisten pada pack-years kumulatif, yang memadukan intensitas dan durasi, mengisyaratkan bahwa asosiasi yang tampak protektif pada 1–5 batang per hari ini tidak mencerminkan efek biologis yang sebenarnya,” tulis Min Jin Zhang dan rekan, dalam terjemahan Cekricek.id.

Mereka menduga suami yang merokok 1 sampai 5 batang sehari mungkin perokok sesekali yang jarang merokok di rumah. Kelompok itu juga kecil, 53.194 orang, dibanding 1.555.878 orang di kelompok acuan. Selain itu, sebagian suami di kelompok acuan mungkin melaporkan kebiasaan merokoknya lebih rendah dari kenyataan, dan perancu lain yang tidak terukur juga tidak bisa dikesampingkan.

Analisis subkelompok, yang oleh penulis disebut eksploratif, memperlihatkan kaitan pack-years cenderung lebih kuat pada istri dari suku non-Han dan istri dengan indeks massa tubuh lebih tinggi. Penulis juga mencatat 54,5 persen suami yang terus merokok adalah perokok ringan, 1 sampai 10 batang sehari.

Progresi, Langkah dari Gula Puasa Terganggu ke Diabetes

Progresi berarti perjalanan dari IFG menuju diabetes. Untuk melihatnya, peneliti memeriksa 352.594 istri yang sudah IFG sejak awal, kali ini dengan istri bersuami perokok tetap sebagai acuan. Istri yang suaminya tidak merokok di kedua pemeriksaan punya rasio odds 0,89 untuk tetap IFG dan 0,85 untuk berlanjut ke diabetes. Pada istri yang suaminya berhenti merokok, angkanya 0,85 dan 0,91, atau peluang progresi ke diabetes 9 persen lebih rendah.

Istri bersuami yang baru merokok juga mencatat angka lebih rendah daripada acuan, yaitu 0,84 untuk tetap IFG dan 0,89 untuk diabetes. Hasil-hasil itu tetap konsisten ketika jarak antarpemeriksaan ikut diperhitungkan.

Para penulis menjelaskan beberapa jalur yang mungkin. Istri dari suami perokok bisa menghirup asap rokok suaminya dan asap tangan ketiga, yaitu sisa asap yang menempel di permukaan dalam rumah selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Asap rokok disebut memicu stres oksidatif yang berujung pada peradangan ringan menahun dan resistensi insulin, sedangkan nikotin menurunkan kepekaan tubuh terhadap insulin.

Baca juga Rokok Elektrik dan Snus Minim Data, Bahaya Rokok Biasa Terbukti

Momen Belajar, Ruang Periksa sebagai Titik Berhenti

Para penulis mencatat kebijakan bebas asap rokok di Tiongkok terutama menyasar tempat umum dalam ruang dan sebagian area luar ruang. Akibatnya, orang di ruang pribadi seperti rumah tidak terlindungi. Karena itu mereka menunjuk ruang pemeriksaan sebelum hamil. “Pemeriksaan prakehamilan adalah momen belajar yang krusial bagi intervensi berhenti merokok berbasis keluarga untuk mencegah gangguan gula darah,” tulis Min Jin Zhang dan rekan dalam simpulan, dalam terjemahan Cekricek.id.

Mereka juga menyarankan langkah yang sejalan dengan rekomendasi MPOWER dari WHO. Isinya memperluas kebijakan bebas asap ke ruang pribadi, menjalankan program berhenti merokok berbasis keluarga, dan menaikkan pajak tembakau.

Penelitian ini punya keterbatasan yang diakui penulisnya. Tidak ada data apakah suami merokok di dalam rumah, bagaimana ventilasi rumah, berapa lama pasangan tinggal bersama, atau apakah anggota keluarga lain merokok. Paparan asap di tempat kerja istri juga tidak diukur. Pendapatan, pola makan, aktivitas fisik, dan stres psikososial juga tidak diukur langsung. Diagnosis hanya memakai gula darah puasa, tanpa tes toleransi glukosa atau HbA1c, sehingga jumlah IFG dan diabetes bisa terhitung kurang.

Dalam simpulannya, para penulis menyatakan bahwa memperluas kebijakan bebas asap ke ruang pribadi dan memberikan intervensi berhenti merokok berbasis keluarga saat pemeriksaan prakehamilan mungkin menjadi strategi yang efektif untuk mencegah diabetes pada perempuan.

Bagikan

Baca Juga

Risiko Serangan Jantung di Tianjin Memuncak Dua Hari Usai Dingin
Gerak Tiga Menit Tiap Jam Turunkan Gula Darah Pegawai Kantor
Kue Ikan Gabus Apel Bantu Kendalikan Gula Darah Pasien Diabetes
Lansia Tiongkok Berpola Makan Sehat Berisiko Wafat Lebih Rendah
Kurir Makanan Wuhan Lebih Siap Menolong Korban Henti Jantung
Genggaman Tangan Mahasiswi Emirat Lebih Lemah dari Sebaya Dunia