- Beban ekonomi stroke di Iran pada 2020 mencapai 1.424,92 juta dolar AS dengan kurs pasar.
- Biaya tak berwujud senilai 501,87 juta dolar AS hampir menyamai biaya medis langsung 509,44 juta dolar AS.
- Perawatan informal oleh keluarga menjadi bagian terbesar produktivitas yang hilang, yaitu 87,40 dolar AS per pasien.
- Biaya medis langsung pasien stroke hemoragik rata-rata 997,15 dolar AS, sedangkan stroke iskemik 699,77 dolar AS.
Daftar Isi
Harga sebuah penyakit, begitu orang biasa menghitung, tercetak rapi di kuitansi rumah sakit dan apotek. Sekelompok peneliti Iran menunjukkan bahwa hitungan semacam itu, untuk stroke, hanya menangkap sebagian dari kerugian yang sesungguhnya, karena di luar kuitansi masih ada ongkos perjalanan, jam kerja keluarga yang hilang, dan mutu hidup pasien yang merosot. Ketika semua pos itu dijumlahkan, yang terlihat adalah tagihan yang jauh lebih panjang.
Menurut perhitungan mereka, seluruh beban ekonomi stroke di Iran pada 2020 mencapai 1.424,92 juta dolar AS dengan kurs pasar, atau 12.809,32 juta dolar AS bila disetarakan dengan daya beli. Angka itu setara 0,59 persen produk domestik bruto Iran. Biaya medis langsung, yang biasanya paling diperhatikan, hanya berjumlah 509,44 juta dolar AS atau 35,75 persen dari total.
Perhitungan itu disusun Zohreh Kazemi dari Fakultas Ilmu Kedokteran Ferdows, Universitas Ilmu Kedokteran Birjand, dan Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Ilmu Kedokteran Tehran, bersama lima rekannya, termasuk Askar Ghorbani dari Departemen Neurologi dan Masud Yunesian dari Departemen Teknik Kesehatan Lingkungan, Universitas Ilmu Kedokteran Tehran. Laporan mereka berjudul Estimating the economic burden of stroke in Iran: evidence from a cost-of-illness study dan dimuat di jurnal BMC Public Health pada 2026.
Harga yang Tak Tercetak di Kuitansi
Kazemi dan rekan menggabungkan dua jenis bahan. Data klaim Organisasi Asuransi Kesehatan Iran dipakai untuk biaya rawat inap dan rawat jalan, dengan sebagian pasien diikuti selama setahun, sementara 502 pasien stroke di delapan provinsi, dari Tehran sampai Sistan dan Baluchestan, diwawancarai lewat telepon tentang pengeluaran dan kualitas hidup mereka. Bila pasien tidak sanggup berbicara, anggota keluarganya yang menjawab pertanyaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa pos di luar kuitansi tidak kalah berat. Biaya tak berwujud, yaitu nilai uang dari tahun hidup berkualitas yang hilang karena stroke, mencapai 501,87 juta dolar AS atau 35,22 persen, hampir menyamai biaya medis langsung. Produktivitas yang hilang karena pasien sakit menyumbang 209,57 juta dolar AS, biaya nonmedis langsung 128,08 juta, dan produktivitas yang hilang karena kematian 75,95 juta.
Untuk komponen kematian, para peneliti menghitung kerugian produktivitas per orang yang meninggal, bukan per pasien, yaitu 4.697,60 dolar AS. Nilai itu kemudian dikalikan dengan jumlah kematian akibat stroke di Iran pada 2020. Dalam ringkasan mereka, seluruh kerugian produktivitas, dari pasien yang sakit maupun yang meninggal, berjumlah 285,52 juta dolar AS.
Ada pula sisi yang terasa berlawanan dengan kesan besarnya angka total. Kazemi dan rekan menghitung bahwa biaya stroke per kapita di Iran kira-kira hanya seperenam perkiraan per kapita dunia. Menurut mereka, perbedaan itu mencerminkan variasi harga layanan kesehatan, ketersediaan sumber daya, dan kemampuan ekonomi secara keseluruhan.
Rumah Sakit, Obat, dan Ongkos Jalan
Bila dilihat per pasien, gambarannya lebih dekat ke kehidupan sehari-hari. Rata-rata biaya medis langsung seorang pasien tercatat 789,81 dolar AS, atau 48,69 persen dari beban per pasien semasa sakit, dengan rawat inap sebagai bagian terbesar senilai 520,38 dolar AS dan rawat jalan 269,43 dolar AS. Di dalam rawat jalan, obat menyedot 117,58 dolar AS dan rehabilitasi 94,58 dolar AS, sementara kunjungan dokter hanya 12,79 dolar AS dan laboratorium 6,40 dolar AS.
Di luar urusan medis, pasien dan keluarga masih menanggung rata-rata 134,52 dolar AS biaya nonmedis langsung. Ongkos perjalanan menjadi pos terbesar dengan 65,94 dolar AS, disusul layanan informal 40,14 dolar AS, misalnya membayar orang untuk mengurus anak atau orang tua di rumah, dan akomodasi 28,44 dolar AS. Ongkos perjalanan dan layanan informal bersama-sama mencakup hampir 80 persen biaya nonmedis.
Baca juga Biaya Artritis Reumatoid Naik Mengikuti Parahnya Sakit dan Usia
Waktu Keluarga yang Ikut Terbayar
Justru pos yang paling jarang terlihat di kuitansi adalah waktu. Rata-rata produktivitas yang hilang per pasien mencapai 202,21 dolar AS, dan bagian terbesarnya bukan absennya pasien dari pekerjaan, melainkan perawatan informal oleh kerabat atau teman, senilai 87,40 dolar AS atau 43,22 persen. Absen kerja pasien menyumbang 66,20 dolar AS atau 32,74 persen, sedangkan waktu yang hilang untuk berobat dan rehabilitasi bernilai 48,61 dolar AS atau 24,04 persen.
Lalu ada kerugian yang paling sulit dibayangkan dalam rupiah atau dolar, yaitu turunnya mutu hidup. Kazemi dan rekan mengukurnya dengan kuesioner kualitas hidup EQ-5D-5L versi Persia, membandingkannya dengan warga seusia, lalu memberi harga pada setiap tahun hidup berkualitas yang hilang dengan patokan PDB per kapita. Per pasien, nilainya 495,52 dolar AS atau 30,55 persen dari beban semasa sakit.
Di titik inilah para peneliti membelokkan arah pembacaan. “Evaluasi ekonomi yang hanya berfokus pada biaya medis langsung bisa meremehkan beban sosial stroke yang sebenarnya dan gagal menangkap nilai penuh dari intervensi yang memperbaiki kualitas hidup,” tulis Kazemi dan rekan (terjemahan Cekricek.id). Mereka mencatat biaya tak berwujud kerap terabaikan karena sulit diukur dan masih diperdebatkan.
Stroke Perdarahan Menguras Lebih Dalam
Tidak semua stroke sama mahalnya, dan perbedaan itu paling tajam pada biaya medis. Rata-rata biaya medis langsung pasien stroke hemoragik, yang disebabkan perdarahan, mencapai 997,15 dolar AS, sementara pasien stroke iskemik, yang disebabkan sumbatan, 699,77 dolar AS. Para peneliti mengaitkannya dengan perjalanan penyakit yang lebih berat, angka komplikasi yang lebih tinggi, rawat inap yang lebih lama, dan kebutuhan tindakan khusus seperti operasi serta perawatan di ruang intensif.
Secara keseluruhan, beban semasa sakit per kasus rata-rata 1.622,06 dolar AS, dengan 1.507,77 dolar AS untuk stroke iskemik dan 1.885,25 dolar AS untuk stroke hemoragik, sekitar 1,25 kali lipat. Namun, pada biaya nonmedis langsung keduanya nyaris sama, yaitu 133,19 dolar AS pada hemoragik dan 135,09 dolar AS pada iskemik, sehingga selisih itu tidak merata di semua pos.
Kazemi dan rekan menyandingkan angka itu dengan penelitian Cha dan rekan di Korea Selatan, yang melaporkan beban 1.793,61 dolar AS per kasus stroke, dengan stroke hemoragik hampir 2,8 kali lebih mahal daripada iskemik.
Perbedaan Iran dengan negara lain, menurut mereka, tidak serta-merta berarti layanan yang dipakai lebih sedikit, melainkan kemungkinan mencerminkan tingkat harga, struktur sistem kesehatan, akses ke layanan spesialis, cakupan komponen biaya, dan merosotnya nilai mata uang. Di Iran, tulis mereka, “bahkan pengeluaran kesehatan yang moderat dapat menimbulkan tekanan keuangan yang besar bagi rumah tangga dan sistem kesehatan” (terjemahan Cekricek.id).
Baca juga Pasien Stroke yang Makan Sehat Malah Rentan Multimorbiditas
Ujung Usia Kerja yang Paling Terbebani
Menurut umur, biayanya naik seiring usia dan memuncak pada kelompok 60 sampai 64 tahun dengan 178 juta dolar AS, lalu menurun perlahan pada kelompok yang lebih tua. Kelompok 65 sampai 69 tahun menyusul dengan 171 juta dolar AS, kemudian 55 sampai 59 tahun dengan 151 juta, dan 50 sampai 54 tahun dengan 130 juta. Menurut para peneliti, beban terbesar terpusat pada orang dewasa di ujung usia kerja. Kazemi dan rekan juga mencatat meningkatnya kejadian stroke pada orang dewasa berusia 25 tahun ke atas di Iran.
Para peneliti mencatat ketertinggalan sosial ekonomi meluas di antara pasien yang diwawancarai. Usia rata-rata mereka 62 tahun, 83,67 persen tidak bekerja, hanya 10,16 persen berpendidikan universitas, dan 61,95 persen buta huruf atau hanya berpendidikan dasar. Dari sisi kesehatan, 66,93 persen mengidap tekanan darah tinggi, 28,29 persen diabetes, 34,86 persen mengalami kelumpuhan atau masalah gerak, dan 25,58 persen mengalami afasia atau kesulitan berbicara.
Baca juga Lansia Ghana yang Terjerat Biaya Berobat Lebih Kerap Kurang Makan
Terapi Wicara dan Angka yang Masih Bergoyang
Satu celah layanan menonjol dari wawancara itu. Meski 25,58 persen pasien mengalami afasia atau disfagia, hanya 5 persen yang memakai terapi wicara dan bahasa, layanan yang menurut para peneliti tidak ditanggung asuransi kesehatan dasar Iran. Mereka menyebut terbatasnya akses ke terapi wicara sebagai celah penting dalam perawatan pascastroke, lalu menyarankan cakupan asuransi diperluas ke terapi wicara, terapi okupasi, dan rehabilitasi jangka panjang.
Hitungan total itu pun tidak kebal terhadap asumsi. Dalam uji kepekaan, mengubah nilai uang satu tahun hidup berkualitas antara 0,5 dan 1,5 kali PDB per kapita menggeser beban sekitar 250,94 juta dolar AS ke atas atau ke bawah. Mengubah angka kejadian stroke 15 persen menggesernya 202,34 juta, sedangkan mengubah biaya rawat inap 25 persen hanya menggesernya 56,69 juta.
Para peneliti juga mengakui keterbatasan lain. Banyak peserta berstatus sosial-ekonomi rendah sehingga tidak mampu membayar layanan seperti terapi wicara atau perawatan di rumah, yang bisa membuat sebagian komponen biaya terhitung lebih rendah dari semestinya, sementara data penyakit penyerta dilaporkan pasien sendiri. Pemilihan satu provinsi per klaster juga membuat sampel belum bisa dianggap mewakili seluruh Iran.
Kazemi dan rekan menyarankan Iran membangun registri stroke nasional yang memuat data penyakit penyerta, tingkat keparahan, dan komponen biaya yang tidak tercatat di basis data asuransi, agar perhitungan berikutnya lebih tepat. Untuk kelompok berpenghasilan rendah, mereka menyarankan skrining tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan lemak darah berbasis komunitas di wilayah kurang terlayani, serta subsidi obat bagi keluarga berpenghasilan rendah. Mereka juga meminta pembuat kebijakan memasukkan mutu hidup dan biaya tak berwujud ketika menilai intervensi stroke.














