Cloudflare Akuisisi Deno, Ryan Dahl Pindah Garap Workers

A A

Ryan Dahl, pencipta Node.js dan Deno, saat berbicara dalam sebuah acara. [Foto: David Calhoun/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

Cekricek.id — Cloudflare mengakuisisi Deno, perusahaan milik pencipta Node.js Ryan Dahl, dan akan menghentikan pengembangan runtime JavaScript Deno setelah satu tahun masa pemeliharaan.

Melansir laporan The Register, Jumat (16/10/2026), akuisisi yang diumumkan Cloudflare pekan lalu itu membawa Dahl, pendiri Deno, beserta 12 rekannya untuk mengembangkan platform Cloudflare Workers. Selama setahun ke depan Cloudflare tetap menyediakan perbaikan galat dan tambalan keamanan untuk Deno.

“Saya sekarang berpendapat bahwa jika Anda memilih Node.js untuk membangun server, Anda melakukannya dengan cara yang salah,” kata Dahl kepada The Register.

“Saat ini, semua server lain sebenarnya beroperasi di lapisan mesin virtual Linux. Cloudflare Workers tidak seperti itu,” ujarnya.

Baca juga Wix Rilis Symphony, Sistem Multi-Agen AI untuk Usaha Kecil

Dahl memperkenalkan Node.js pada 2009. Kini Node.js menjalankan sekitar 30 juta situs web di seluruh dunia dan telah diunduh 130 juta kali. Ia kemudian merilis Deno pada 2018 sebagai penulisan ulang Node.js. Sequoia mendanai perusahaannya sebesar 21 juta dolar AS pada 2022, dan hingga Agustus lalu Deno memiliki 400.000 pengguna bulanan.

“Yang kami temukan selama bertahun-tahun mengerjakan Deno adalah Anda tidak bisa terlalu menyimpang dari Node.js,” kata Dahl.

Baca juga Startup AI Igor Babuschkin, River AI, Raih Pendanaan 1,1 Miliar Dolar AS

Ia menambahkan, “Saat kami terus berusaha mendorong adopsi Deno, kami harus menarik kembali sebagian janji awal dan menjadi semakin kompatibel dengan Node seiring waktu, sehingga kami berakhir sebagai semacam implementasi alternatif Node.js.”

Pada Agustus, Dahl merilis celld, implementasi sumber terbuka dari Durable Objects milik Cloudflare yang bisa dijalankan di mana saja. Timnya kini akan menggabungkan celld dengan workerd, versi sumber terbuka runtime Workers, menjadi runtime JavaScript dan WebAssembly mandiri. Proyek celld sendiri akan dihentikan.

Baca juga OpenAI Buka Mode Ultrafast GPT-5.6 Sol, 750 Token per Detik

Menurut Dahl, Durable Objects “semacam abstraksi sistem terdistribusi yang sempurna”. Runtime gabungan itu, menurut The Register, berpotensi hanya memerlukan sekitar 300 KB memori per instans, jauh di bawah ratusan megabita yang dibutuhkan Node.js maupun Deno.

Bagikan

Baca Juga

Serangan Siber Merambah Sistem Gedung dan Pendingin Makanan
Remaja Tibet yang Sering Makan Cepat Saji Lebih Rentan Murung
Rawan Pangan di Turki Tak Tertahan oleh Ijazah Sekolah Menengah
Gletser Thwaites di Antartika Mencair Lebih Cepat dari Perkiraan
Putusan Rabi Dov Lior soal Zaitun Palestina Picu Kecaman
Ribuan Warga Tunisia Gelar Protes Terbesar dalam Bertahun-tahun