Cekricek.id — River AI, startup kecerdasan buatan yang baru berdiri dua bulan, mengumpulkan pendanaan sebesar 1,1 miliar dolar AS. Putaran pendanaan awal ini dipimpin oleh General Catalyst dan AMP PBC.
Dikutip dari TechCrunch, Selasa (11/8/2026), investor lain yang ikut serta dalam putaran ini antara lain Nvidia, AMD Ventures, Y Combinator, dan Temasek. River AI didirikan oleh Igor Babuschkin, yang sebelumnya berkarier di xAI, DeepMind, dan OpenAI.
Membangun Ulang Tumpukan AI dari Nol
River AI keluar dari mode senyap pada Juni dengan misi merancang ulang kecerdasan buatan dari awal, dimulai dari cara model-model dilatih. Babuschkin, pendiri River AI, menjelaskan alasan di balik pendekatan menyeluruh itu.
"Untuk mencapai itu, kami percaya bahwa tumpukan teknologinya harus dibangun ulang dari ujung ke ujung: pelatihan, model, lapisan produk, dan perangkat keras baru yang membuat AI personal hidup dekat dengan Anda," kata Igor Babuschkin, pendiri River AI.
Visi itu berbeda dari arah kebanyakan perusahaan AI besar saat ini, yang cenderung memposisikan agen AI sebagai pengganti pekerja manusia. Babuschkin justru membayangkan agen sebagai pendamping personal yang melekat pada penggunanya, bukan layanan terpusat yang dikendalikan satu perusahaan.
"Agen yang mumpuni akan menjadi bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Bukan lagi sekadar asisten yang dipanggil ketika ada tugas yang perlu diselesaikan, melainkan lebih seperti malaikat pelindung: hadir diam-diam, berpihak pada Anda, membantu apa yang benar-benar penting bagi Anda," ujarnya. Ia menambahkan, "Mereka akan mengenal Anda dengan baik, dan mereka akan menjadi milik Anda, bukan milik orang lain."
Produk yang Sudah Berjalan
Di luar visi jangka panjangnya, River AI sudah menawarkan produk yang bisa dipakai sekarang: antarmuka pemrograman aplikasi (API) yang ditagih per juta token, mendukung penyesuaian model terbuka lewat reinforcement learning dan low-rank adaptation. Perusahaan mengklaim kliennya bisa merampungkan proses reinforcement learning yang rumit hanya dalam 15 hingga 20 menit tanpa perlu tim infrastruktur sendiri, dengan penghematan biaya dua hingga empat kali lipat dibandingkan alternatif berbasis model tertutup.
Model bisnis ini menyasar kebutuhan perusahaan yang ingin mengendalikan sendiri hasil keluaran model AI mereka lewat model berbobot terbuka (open-weight), bukan bergantung sepenuhnya pada penyedia tertutup. Arah ini sejalan dengan tren yang makin ramai di industri, ketika investor besar berlomba menyuntikkan dana besar ke laboratorium AI baru sejak tahap yang sangat dini.
Latar Belakang Sang Pendiri
Nama Babuschkin bukan orang baru di industri kecerdasan buatan. Sebelum mendirikan River AI, ia sempat menjadi salah satu pendiri xAI bersama Elon Musk, dan sebelumnya lagi berkarier sebagai peneliti di DeepMind serta OpenAI — dua laboratorium yang ikut membentuk arah riset AI generatif dalam satu dekade terakhir.
Skala pendanaan 1,1 miliar dolar AS untuk perusahaan yang baru dua bulan berjalan menunjukkan besarnya taruhan investor pada rekam jejak Babuschkin, sekaligus sinyal bahwa pasar masih percaya ada ruang bagi pendekatan baru di tengah dominasi beberapa laboratorium AI raksasa. Perlombaan modal ke arah AI personal dan infrastruktur pendukungnya juga terlihat di skala yang lebih kecil, seperti tampak dari langkah Discovered Materials yang baru saja mengantongi 9 juta dolar AS untuk mengembangkan material pendingin chip AI.
Sementara itu, persaingan soal siapa yang mengendalikan lapisan infrastruktur agen AI juga memanas di ranah hukum, seperti terlihat dari sengketa paten antara Rippling dan Runlayer soal gerbang Model Context Protocol yang masih berlanjut.
Baca juga: Zuckerberg Terbitkan Manifesto 6.500 Kata soal Superkecerdasan Personal Meta





















