Zuckerberg Terbitkan Manifesto 6.500 Kata soal Superkecerdasan Personal Meta

Ilustrasi abstrak jaringan data dan kecerdasan buatan

Ilustrasi jaringan data digital. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Mark Zuckerberg menerbitkan esai sepanjang 6.500 kata tentang kecerdasan buatan personal pada Senin, memaparkan gambarannya mengenai sistem “superkecerdasan personal” yang sedang dibangun Meta AI. Tulisan itu menjadi versi paling rinci dari gagasan yang selama ini ia sampaikan sepotong-sepotong dalam paparan kinerja perusahaan.

Chief Executive Officer Meta itu memakai sebagian besar esainya untuk berargumen bahwa membagikan kemampuan superkecerdasan ke sebanyak mungkin orang adalah jalan paling aman, bukan sebaliknya.

“Seiring setiap orang memperoleh perkakas yang lebih kuat, setiap orang akan semakin mampu membentuk masa depan, bukan sebaliknya. Orang dan lembaga dengan kepentingan yang bersaing secara alami saling mengawasi dan mengimbangi sehingga mengarah ke hasil yang positif. Jalan terbaik dan paling realistis untuk membangun masa depan AI yang positif adalah dengan mengantarkan superkecerdasan kepada semua orang,” tulis Zuckerberg, seperti dikutip dari TechCrunch, Senin (10/8/2026).

Guru Privat Bergelar Doktor untuk Semua Orang

Salah satu contoh yang ia pakai adalah pendidikan. Zuckerberg menggambarkan masa depan ketika setiap orang memiliki pendamping belajar yang tidak pernah kehabisan kesabaran.

“Semua orang akan punya tutor dan pelatih personal bergelar doktor di setiap bidang dengan kesabaran tanpa batas untuk membantu Anda mempelajari apa pun yang Anda mau. Siswa akan mendapat bantuan tambahan pada bidang yang mereka butuhkan, yang saat ini hanya tersedia bagi mereka yang orang tuanya mampu membayar,” tulisnya.

Baca juga: Anak China Berpaling ke Tutor AI Saat Libur Musim Panas

Russell Brandom, editor kecerdasan buatan TechCrunch, menilai contoh itu justru memperlihatkan jarak antara gambaran Zuckerberg dan pemakaian nyata. Produk yang digambarkan sudah ada dalam bentuk chatbot seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini, dan di ruang kelas alat-alat itu lebih sering dipakai untuk menghindari belajar — mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis esai — karena belum ada sistem penanda air yang tepercaya untuk membedakan tulisan manusia dan mesin.

Pengacara Superkecerdas dan Lelang Komputasi

Zuckerberg juga mengajukan eksperimen pikiran soal hukum: bila hanya satu pihak yang memiliki pengacara superkecerdas, ia akan menang tidak adil; bila semua orang memilikinya, keadilan justru berjalan lebih setara. Ia memakai logika yang sama untuk membela model bisnis Meta.

“Semua orang akan punya akses gratis atau terjangkau ke perkakas ini. Kami akan menyediakan versi gratis yang bisa diakses miliaran orang. Bagi yang ingin membayar untuk memakai lebih banyak komputasi, akan ada mekanisme lelang dinamis yang menjamin setiap orang mendapat harga serendah mungkin,” tulisnya.

Baca juga: Meta Rilis Muse Glimmer, Model AI Terbuka yang Bisa Jalan di Satu Kartu Grafis

Kepercayaan yang Sudah Terkikis

Esai itu terbit ketika kepercayaan publik terhadap perusahaan teknologi besar sedang rendah. TechCrunch mencatat sebuah survei menemukan 64 persen warga Amerika Serikat menilai media sosial merugikan demokrasi, dengan persentase serupa menginginkan pengaturan yang lebih ketat, dan angka itu merata di seluruh spektrum politik. Akhir pekan lalu, sebuah pengadilan menjatuhkan denda 567 juta dolar AS kepada Meta karena dinilai membahayakan anak-anak.

Brandom menutup ulasannya dengan membandingkan cara berkomunikasi Zuckerberg dengan pemimpin laboratorium AI lain yang lebih terbuka mengakui bahaya teknologinya. Menurut dia, pengakuan semacam itu justru yang membangun kepercayaan, dan tanpa kepercayaan itu industri AI akan sulit bertahan ketika pengamanannya suatu saat gagal.

Baca juga: Perkembangan AI 2024: Tantangan Besar yang Belum Terpecahkan

Bagi pengguna di Indonesia, gagasan dalam esai itu bukan wacana yang jauh. Meta mengoperasikan WhatsApp, Instagram, dan Facebook, tiga layanan dengan basis pemakai terbesar di negeri ini, dan fitur AI-nya sudah disematkan langsung ke dalam ketiganya.

Baca Juga

Seorang petani menyemprotkan cairan ke tanaman di hamparan lahan
Petani di China Kehilangan Panen Wijen Setelah Menuruti Resep Pestisida dari AI
Baris kode program berwarna tampil di layar komputer
Rippling Balas Gugat Runlayer soal Paten, Sengketa Gerbang MCP Berlanjut
Seorang kreator merekam dirinya memakai kamera dan penyangga
YouTube Naikkan Ambang Monetisasi Dua Kali Lipat, Berlaku 1 Februari 2027
Papan sirkuit komputer dengan deretan cip memori dari dekat
Meta Rilis Muse Glimmer, Model AI Terbuka yang Bisa Jalan di Satu Kartu Grafis
Ilustrasi peserta kelas kebugaran di pusat gym
Agen AI Bobol Sistem Pemesanan Gym demi Kursi Kelas Pagi Penggunanya
Ilustrasi peneliti Discovered Materials di laboratorium
Discovered Materials Kantongi 9 Juta Dolar untuk Berburu Material Pendingin Chip AI