Trump Klaim Dapat Kendali Permanen atas Greenland dari Denmark

A A

Jens-Frederik Nielsen dan Mette Frederiksen berbicara di podium dalam konferensi pers bersama. [Foto: Christian Ursilva/Wikimedia Commons]

  • Trump menyatakan AS memperoleh kendali permanen atas keamanan dan seluruh kebutuhan lain di Greenland.
  • Pakta dengan Denmark dan Greenland dijadwalkan diteken saat Sidang Umum PBB pekan depan.
  • Kesepakatan masih memerlukan persetujuan parlemen di Nuuk dan Kopenhagen.

Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington telah meneken kesepakatan dengan Denmark dan Greenland yang memberi AS kendali permanen atas keamanan dan seluruh kebutuhan lain di wilayah itu.

Pernyataan itu disampaikan Trump lewat unggahan di platform Truth Social miliknya pada Jumat, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (18/09/2026).

“Atas arahan saya, kami bekerja bersama perwakilan Denmark dan Greenland untuk menjamin bahwa AS SELAMANYA memiliki kemampuan penuh melakukan apa yang perlu dilakukan di Greenland,” tulis Trump.

Ia menambahkan, pihak yang dianggap lawan AS akan dilarang mendirikan pangkalan militer atau menempatkan personel di Greenland tanpa izin tertulis dari Amerika Serikat.

Trump menyatakan rencana membangun kehadiran militer AS yang besar di sejumlah wilayah Greenland akan dimulai segera, dan menyebut ada banyak lokasi yang berpotensi dipakai.

Denmark dan Greenland merilis pernyataan bersama pada Jumat yang menyebut pakta dengan AS akan ditandatangani pada sesi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan depan. Pernyataan itu menambahkan bahwa kesepakatan masih memerlukan persetujuan parlemen di Nuuk dan Kopenhagen.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan kesepakatan tersebut “mengakui kedaulatan dan keutuhan wilayah Kerajaan serta hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri”.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyatakan kesepakatan dengan AS “memperkuat” keamanan wilayah itu.

Pemerintah Greenland sebelumnya melayangkan peringatan keras kepada perusahaan minyak terkait Trump.

Denmark selama ini terlibat dalam kerja sama pertahanan Barat, termasuk ketika bersama Belanda menyumbangkan 61 jet tempur F-16 untuk Ukraina.

Kehadiran militer di kawasan utara juga menjadi perhatian aliansi Atlantik Utara, seiring laporan intelijen Amerika Serikat soal ancaman Rusia ke NATO.

Bagikan

Baca Juga

Warren Buffett Mundur dari Kursi Ketua Berkshire Hathaway
Lula Naikkan Bolsa Familia 15 Persen Jelang Pemilu Brasil
Raja Charles Ingatkan Bahaya Eksistensial Kecerdasan Buatan
PM Swedia Mundur Setelah Blok Kiri Menang Tiga Kursi
Kapal Perang India dan Pakistan Bertabrakan di Laut Arab
Misi PBB: Serangan AS di Iran Diduga Kejahatan Perang