- Warren Buffett berusia 96 tahun menjadi chairman emeritus Berkshire Hathaway dan tetap duduk di dewan direksi.
- Howard Buffett menjadi ketua baru dan sudah berada di dewan direksi Berkshire sejak 1993.
- Greg Abel menerima kursi CEO sembilan bulan sebelumnya dan menjalankan perusahaan sehari-hari.
- Laba operasi Berkshire pada kuartal kedua naik 16 persen menjadi 12,98 miliar dolar AS.
Cekricek.id — Warren Buffett mundur dari jabatan ketua Berkshire Hathaway, melanjutkan peralihan kepemimpinan di konglomerasi bernilai 1 triliun dolar AS yang ia pimpin lebih dari enam dekade.
Buffett yang berusia 96 tahun menjadi chairman emeritus dan langsung menjalankan peran barunya, sembilan bulan setelah menyerahkan kursi kepala eksekutif kepada Greg Abel, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (18/09/2026).
Putranya, Howard Buffett, menjadi ketua baru Berkshire Hathaway sebagai bagian dari suksesi yang lama direncanakan. Howard sudah duduk di dewan direksi Berkshire sejak 1993.
Warren Buffett dikenal mengubah Berkshire dari perusahaan tekstil yang merugi menjadi konglomerasi bernilai 1,1 triliun dolar AS, sekaligus membangun filosofi investasi yang memengaruhi banyak generasi investor dan eksekutif.
Saham kelas B Berkshire tercatat turun 0,3 persen pada perdagangan pramarket. Investor selama bertahun-tahun menyematkan premi Buffett pada harga sahamnya, dan Berkshire tetap satu-satunya perusahaan keuangan di klub bernilai pasar triliunan dolar yang didominasi raksasa teknologi. Pasar Amerika Serikat pekan-pekan ini juga menimbang prediksi kenaikan suku bunga The Fed.
“Ini selalu soal kapan, bukan apakah. Buffett telah mundur dengan anggun,” kata Brian Jacobsen, kepala strategi ekonomi Annex Wealth Management.
“Berkshire punya waktu bertahun-tahun untuk bersiap menghadapi peralihan ini, sehingga terasa lebih seperti rampungnya suksesi yang direncanakan matang ketimbang pergantian penjaga yang mendadak,” ujarnya.
Warisan enam dekade Buffett di Berkshire Hathaway
“Sang waktu selalu menang. Namun ia sudah bermurah hati kepada saya,” tulis Buffett dalam surat kepada pemegang saham pada Jumat. Ia berada di Berkshire sejak 1965.
Pengaruh Buffett meluas jauh melampaui Berkshire, membentuk generasi pemimpin perusahaan dan investor lewat penekanan pada pemikiran jangka panjang, alokasi modal yang disiplin, dan manajemen yang lugas.
“Budaya yang dibangun Warren dan nilai-nilai yang ia perjuangkan akan tetap menjadi inti Berkshire, dan Howard akan menjadi penjaganya,” kata Greg Abel dalam pernyataan pada Jumat.
Para kepala eksekutif kerap menjadikan Buffett, yang dijuluki Oracle of Omaha merujuk kota tempat tinggalnya, sebagai tempat bertanya soal akuisisi, suksesi, hingga cara melewati gejolak pasar. Rapat pemegang saham tahunannya menjadi titik kumpul para investor.
Buffett pertama kali mengumumkan rencana melepas kemudi konglomerasi itu pada Mei 2025, mengejutkan pemegang saham dan analis meski usianya sudah lanjut. Berkshire menyatakan bahwa sebagai chairman emeritus, Buffett tetap menjadi anggota dewan direksi dan terus menyumbangkan penilaian serta perspektifnya.
Lini usaha Berkshire mencakup asuransi kendaraan Geico, perusahaan kereta api BNSF, sejumlah perusahaan energi dan industri, es krim Dairy Queen, serta merek lawas seperti World Book Encyclopedia. Perusahaan itu juga memegang ratusan miliar dolar AS saham dan surat utang pemerintah Amerika Serikat.
Pada kuartal kedua, laba operasi Berkshire naik 16 persen menjadi 12,98 miliar dolar AS, melampaui perkiraan analis. Laba bersihnya lebih dari dua kali lipat menjadi 25,67 miliar dolar AS, termasuk keuntungan dan kerugian saham yang belum direalisasi. Pada periode yang sama, korporasi Amerika lain juga mencatat lonjakan, seperti bank dan perusahaan energi yang untung besar dari perang Iran.
Howard Buffett menjaga budaya, Greg Abel menjalankan perusahaan
Berbeda dari ayahnya, Howard Buffett tidak akan memegang peran manajemen sebagai ketua. Tanggung jawab utamanya adalah menjaga budaya Berkshire.
Budaya itu mencakup membiarkan unit usaha Berkshire mengurus kegiatan sehari-hari tanpa campur tangan manajemen puncak, meski Abel dipandang lebih bersemangat daripada Warren Buffett dalam membenahi kinerja yang tertinggal.
“Greg menjalankan perusahaan; Howard akan menjaga budaya dan nilai-nilainya, keduanya lebih berharga daripada apa pun di neraca kami,” kata Buffett. “Anggap Howard sebagai polis yang dimiliki pemegang saham dan mudah-mudahan tidak pernah perlu diklaim.”
Abel mengawasi langsung beberapa lini usaha Berkshire, sementara Wakil Ketua Ajit Jain menangani asuransi dan Presiden Adam Johnson yang baru dilantik mengurusi anak usaha konsumen, jasa, dan ritel.
Howard Buffett punya definisi sendiri soal budaya Berkshire. “Ini bukan ilmu roket,” katanya kepada Wall Street Journal pada Januari 2025.
“Budayanya adalah menjaga segala sesuatu tetap sederhana, mengerjakan yang perlu dikerjakan, tetapi tidak mengerjakan banyak hal yang tidak perlu, memperlakukan orang dengan adil, menghormati para manajer, menghormati pemegang saham. Sampaikan kabar buruk lebih dulu; jujurlah,” ujarnya.
Gejolak di pasar keuangan global yang menjadi latar peralihan ini juga tercermin pada intervensi yen oleh Amerika Serikat yang mengejutkan Eropa.














