- Pete Hegseth akan memangkas 20 persen jabatan jenderal dan laksamana di militer AS.
- Pengurangan dari sekitar 800 posisi perwira tinggi itu harus rampung paling lambat 1 Januari 2027.
- Lebih dari dua lusin pemimpin militer dipecat atau didorong pensiun sejak Januari 2025.
- Senator Jack Reed menyebut rencana itu seharusnya membuat setiap warga Amerika waspada.
Cekricek.id — Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth akan memangkas 20 persen jabatan yang diperuntukkan bagi jenderal dan laksamana, perubahan yang memengaruhi kepemimpinan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Rencana itu disampaikan seorang pejabat Pentagon kepada Al Jazeera, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Rabu (30/9/2026). Hegseth dijadwalkan mengumumkannya pada Rabu saat berkunjung ke Pangkalan Korps Marinir Quantico di Virginia, tempat ia akan menyampaikan pidato “State of the Force” di hadapan perwira muda dan prajurit.
Kantor berita Associated Press, mengutip pejabat Pentagon, melaporkan Hegseth akan memerintahkan seluruh matra menggandakan pengurangan 10 persen yang ia perintahkan tahun lalu atas sekitar 800 posisi perwira tinggi. Total pengurangan menjadi 20 persen dan harus rampung paling lambat 1 Januari 2027. Fox News melaporkan pemangkasan bisa mencakup jenderal bintang satu ke atas atau perwira berpangkat setara di Angkatan Laut.
Lebih dari Dua Lusin Petinggi Militer Dicopot
Presiden AS Donald Trump atau Hegseth telah memecat atau mendorong pensiun lebih dari dua lusin pemimpin militer sejak menjabat pada Januari 2025, termasuk perwira berseragam tertinggi Angkatan Darat, Jenderal Randy George, pada April. Pemerintahan itu juga memecat dua perempuan yang menjabat perwira bintang empat. Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll mengundurkan diri bulan ini setelah berulang kali berselisih dengan Hegseth.
Saat pertama kali mengumumkan pemangkasan jajaran tertinggi militer, Hegseth beralasan langkah itu bertujuan menghapus “struktur kekuatan yang berlebihan untuk mengoptimalkan dan merampingkan kepemimpinan”. Dalam memo Mei 2025, ia menambahkan tujuannya membebaskan militer dari “lapisan birokrasi yang tidak perlu”.
Senator Jack Reed, politikus Demokrat dari Rhode Island sekaligus anggota senior Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengatakan penghapusan jabatan pimpinan senior harus dikonsultasikan dengan Kongres dan rencana itu “seharusnya membuat setiap warga Amerika waspada”.
“Kongres sudah jelas menyampaikan kepada Menteri bahwa ia harus berkonsultasi dengan lembaga ini dan menjelaskan alasannya mencopot perwira senior dan menahan promosi. Hingga kini, kami belum menerima jawaban yang memuaskan,” kata Reed. “Militer kita sedang menjalankan operasi besar di seluruh dunia, dan pasukan sudah berada di bawah tekanan.”
Jumlah jabatan perwira tinggi ditetapkan undang-undang, tetapi posisi dapat dibiarkan kosong bila pemerintah tidak mengajukan calon kepada Kongres.















