Kabus: Pengertian, Perbedaan dengan Kabut, dan Jarak Pandangnya

A A

Istilah-istilah dalam Meteorologi dan Perhubungan. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Kabus adalah keadaan atmosfer kabur yang ditimbulkan oleh butir-butir air mikroskopik yang menempel pada butir-butir bahan higroskopik. Istilah kabus, dalam bahasa Inggris mist, dipakai apabila kekaburan itu masih menyisakan jarak pandang sejauh 1 kilometer atau lebih, dengan kelembapan nisbi udara lebih dari 95 persen.

Ciri kabus menurut glosarium meteorologi

Glosarium meteorologi perhubungan yang menjadi sumber entri ini menyebut dua ciri kabus selain batas jarak pandangnya. Kelembapan nisbi yang bertalian dengan keadaan ini lebih dari 95 persen, dan butir-butir di dalam kabus umumnya bergaris tengah sekitar beberapa puluh mikrometer.

Dalam bahasa sehari-hari, Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat kabus sebagai kata benda yang berarti kabut. Sebagai kata sifat, kabus berarti kabur atau tidak nyata kelihatan, seakan-akan tertutup kabut, serta tidak jernih seperti kaca yang berkabut.

Perbedaan kabus dengan kabut

Atlas Awan Internasional terbitan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memakai jarak pandang sebagai pembeda. Istilah kabut dipakai bila tetes mikroskopik menurunkan jarak pandang mendatar di permukaan bumi hingga kurang dari 1 kilometer. Istilah kabus dipakai bila jarak pandang tidak turun di bawah 1 kilometer.

Dalam praktik, menurut atlas itu, kabus dianggap sama dengan kabut tipis. Tampilannya pun berbeda. Kabut membentuk selubung keputihan yang menutupi bentang alam, sedangkan kabus umumnya membentuk selubung kelabu yang cukup tipis.

Batas jarak pandang kabus di Amerika Serikat

Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat merumuskan kabus sebagai kumpulan partikel air sangat kecil yang tampak dan melayang di atmosfer. Kumpulan itu menurunkan jarak pandang hingga kurang dari 7 mil darat, tetapi masih sama dengan atau lebih dari 5/8 mil darat.

Lembaga itu menambahkan bahwa kabus tidak mengurangi jarak pandang sebanyak kabut dan sering dikelirukan dengan gerimis. Adapun kabur atau haze berbeda lagi, karena tersusun dari partikel padat atau cair yang sangat halus dan membuat warna tampak pudar.

Kabus sebagai tahap awal kabut

SKYbrary menjelaskan bahwa pada malam tanpa awan, permukaan tanah mendingin karena melepas panas. Udara lembap yang menyentuhnya ikut mendingin. Mula-mula yang terbentuk bisa berupa kabus, yang kemudian menebal menjadi kabut ketika suhu terus turun dan makin banyak uap air mengembun.

Bagi penerbangan, pembedaan ini penting karena kabut pada dasarnya adalah awan di permukaan yang berdampak besar pada pendaratan dan lepas landas.

Istilah terkait

Kamus Meteorologi memuat beberapa istilah yang berdekatan dengan kabus. Kekaburan udara jenis lain dibahas dalam Kabur. Jenis-jenis kabut dijelaskan dalam Kabut Sinaran, Kabut Tanah, dan Kabut Uap, sedangkan proses hilangnya diuraikan dalam Pelesapan Kabut.

Rujukan

Sumber: Istilah-istilah dalam Meteorologi Perhubungan. World Meteorological Organization, International Cloud Atlas, Section 3.2.1.1.1 Fog compared with Mist. NOAA National Weather Service, Glossary, lema Mist dan Haze. Kamus Besar Bahasa Indonesia VI Daring, lema kabus. SKYbrary Aviation Safety, Fog, 2026.

Bagikan

Baca Juga

Pola Musiman Diare Akut di Fiji Memuncak Tiap Awal Tahun
Suhu Panas Ikut Mendorong Naiknya Kasus Flu di China
Suhu, Bukan Hujan, Kunci Ramalan Dengue di Nepal Barat
Wili-Wili
Wilayah G
Wilayah F