- Meta menunda ketentuan bisnis baru dari 30 Oktober menjadi 20 November 2026.
- Ketentuan itu memberi Meta hak mengambil konten situs yang terhubung dengan akun bisnis.
- Asosiasi media AS menilai penerbit dipaksa menyerahkan karya jurnalistik tanpa imbalan.
- Senator Marsha Blackburn menuding Meta berupaya mengeksploitasi kreator dan pelaku usaha.
Cekricek.id — Meta menunda pemberlakuan ketentuan bisnis barunya yang menuai kontroversi. Aturan yang semula berlaku 30 Oktober itu kini diundur hingga 20 November 2026.
Melansir laporan Engadget, Sabtu (24/10/2026), juru bicara Meta menyebut penundaan dilakukan untuk memberi waktu lebih banyak menjelaskan kepada mitra dan pemangku kepentingan apa yang berubah dan apa yang tidak.
Dalam rancangan ketentuan itu, Meta berhak memakai alat pengambil data otomatis untuk mengakses, mengindeks, menyimpan, dan menganalisis situs web yang terhubung dengan akun bisnis di Facebook dan Instagram. Konten dari situs tersebut juga boleh dipakai untuk mengembangkan dan melatih produk Meta.
Setelah penerbit dan pelaku usaha memprotes, Meta menghapus rujukan soal pelatihan AI dari ketentuan itu. Namun, sejumlah pihak tetap mengadukannya ke otoritas antimonopoli.
Baca juga Meta Hapus Klausul Ambil Konten Situs Bisnis untuk Latih AI
News Media Alliance, yang mewakili ribuan organisasi media di AS dan Kanada, bahkan mengirim surat terbuka agar Meta mencabut ketentuan itu. Menurut asosiasi tersebut, penerbit berita akan dipaksa menyerahkan karya jurnalistiknya tanpa imbalan untuk produk yang bisa menyaingi mereka.
Kritik juga datang dari Senat AS. Senator Partai Republik dari Tennessee Marsha Blackburn menilai ketentuan baru itu merugikan pelaku usaha Amerika.
Menurut Blackburn, ketentuan itu “menunjukkan Meta berupaya mengeksploitasi kreator dan pelaku usaha Amerika dengan memberi dirinya kewenangan luas untuk mengambil konten dari situs web mana pun yang terkait dengan akun bisnis Facebook dan Instagram”, seperti dikutip Reuters.
Baca juga Facebook Batasi Unggah Tautan, Pemilik Halaman Diminta Bayar
Meta menyatakan akan menjelaskan cara kerja perayap webnya kepada mitra. Pemilik konten dan penerbit juga disebut tetap bisa memakai berkas robots.txt untuk melarang perayap mengindeks konten mereka.
Meski begitu, Reuters sebelumnya melaporkan perayap milik sejumlah perusahaan AI kerap mengabaikan instruksi robots.txt.
Baca juga OpenAI Tak Lagi Latih Model AI di Internet Langsung















