Meta Hapus Klausul Ambil Konten Situs Bisnis untuk Latih AI

A A

Kompleks kantor pusat Meta di Menlo Park, California, dilihat dari udara. [Foto: InvadingInvader/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

Cekricek.id — Meta menghapus klausul dalam ketentuan komersialnya yang dinilai memberi perusahaan itu hak mengambil konten dari situs web pelanggan bisnis untuk melatih kecerdasan buatan (AI), Sabtu (17/10/2026).

Mengutip laporan The Verge, Sabtu (17/10/2026), penghapusan dilakukan setelah gelombang kritik. Kalimat yang kini hilang menyatakan Meta dapat memakai konten apa pun dari domain, halaman web, atau URL pelanggan bisnis untuk “menyediakan, mengembangkan, meningkatkan, meneliti, melatih, dan menjaga integritas” produk dan layanan Meta.

“Kami sudah mendengar masukan Anda dan ingin memperjelas: ketentuan perayapan yang kami gabungkan hanya berlaku untuk produk iklan dan bisnis kami, dan kami telah memperjelasnya dalam ketentuan itu sendiri. Ini tidak mengubah cara Meta menggunakan perayap web,” kata juru bicara Meta, Daniel Roberts.

Roberts menambahkan, “Seperti biasa, pemilik konten dapat menggunakan robots.txt untuk menandai preferensi mereka. Ini bukan soal mengambil konten situs berita, dan pembaruan ini tidak memberi kami hak baru yang mengesampingkan preferensi tersebut.”

Baca juga Zuckerberg Terbitkan Manifesto 6.500 Kata soal Superkecerdasan Personal Meta

Sebelumnya, Wakil Presiden Komunikasi Meta, Andy Stone, bersama Roberts menegaskan, “Tidak ada perubahan pada cara Meta menggunakan perayap web; anggapan sebaliknya keliru.”

Menurut laporan The Register, Jumat (16/10/2026), ketentuan komersial yang direvisi itu mulai berlaku 30 Oktober 2026. Meta mendefinisikan pelanggan bisnis secara luas, antara lain pengguna iklan atau pesan pemasaran, penjual produk, pengelola Halaman, hingga pengguna Ads Manager dan Meta Business Suite. Sedikitnya satu juta bisnis memakai agen AI Meta di WhatsApp dan Messenger.

“Ketentuan penggunaan komersial Meta yang baru keterlaluan dan kemungkinan melanggar hukum,” kata Danielle Coffey, Presiden dan CEO News/Media Alliance. Ia menyebut keputusan Meta menahan akses ke audiensnya kecuali bisnis mengizinkan pengambilan konten sebagai “penyalahgunaan nyata atas kekuatan pasar perusahaan”.

Baca juga Wix Rilis Symphony, Sistem Multi-Agen AI untuk Usaha Kecil

Sebelum klausul itu dihapus, Eric Goldman, Associate Dean for Research sekaligus profesor hukum di Santa Clara University School of Law, menyoroti soal robots.txt. “Kedengarannya bagus, tetapi rumusannya tidak secara tegas menyatakan bahwa Meta akan menghormati instruksi robots.txt tersebut,” ujarnya.

Baca juga IBM Gandeng OpenAI, GPT-5.6 Masuk ke Ruang Kerja Perusahaan Besar

Goldman juga menilai Meta perlu memberi pelanggan bisnis pilihan yang sungguh-sungguh untuk menolak ketentuan baru. “Ketika saya berbicara kepada mahasiswa tentang cara mengubah perjanjian ketentuan layanan, saya katakan Anda harus memberi pengguna pilihan yang nyata untuk menolak ketentuan itu,” katanya.

Bagikan

Baca Juga

Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja Sama Cemasnya Saat Mengasuh Bayi
Mercedes-Benz dan NVIDIA Perluas Kerja Sama Mengemudi Otomatis
Laptop NVIDIA RTX Spark Mulai Dijual, Harga Awal US$2.599
Dosen UNAIR: Pusat Data AI Menyedot Air Bersih Lewat Tiga Jalur
Delapan Negara Bagian AS Gugat OpenAI atas Bahaya ChatGPT
Remaja Norwegia Lebih Percaya Pesan Antivape dari Teman Sebaya