Cekricek.id — IBM dan OpenAI menyepakati kemitraan strategis untuk mendorong pemakaian kecerdasan buatan di dalam operasi inti perusahaan besar. Lewat kesepakatan itu, model buatan OpenAI akan ditanam ke dalam platform konsultan IBM dan dijual bersama ke sektor jasa keuangan, pemerintahan, telekomunikasi, serta ritel. Nilai kesepakatan tidak diungkapkan kedua pihak.
Dikutip dari ruang berita resmi IBM, newsroom.ibm.com, Kamis (13/8/2026), model yang dimaksud mencakup GPT-5.6, Codex, dan ChatGPT Work. Ketiganya akan diintegrasikan ke IBM Consulting Advantage, perangkat internal yang dipakai konsultan IBM untuk mengerjakan proyek klien. IBM sekaligus masuk ke jenjang mitra elite OpenAI.
Yang Dijual Bukan Model, Melainkan Pemasangannya
Inti kesepakatan ini bukan penjualan lisensi model, melainkan jasa memasangnya ke dalam sistem yang sudah berjalan puluhan tahun di perusahaan besar. Fokusnya diarahkan ke empat fungsi yang paling banyak menyerap tenaga manusia, yaitu keuangan, pengadaan, layanan pelanggan, dan sumber daya manusia. Selain itu, kemitraan mencakup modernisasi aplikasi lama dan percepatan pengembangan perangkat lunak.
Global Senior Vice President IBM Consulting, Andy Baldwin, menyebut kendala terbesar klien bukan pada ketersediaan teknologi. “The challenge is not access to AI technologies — it’s integrating AI securely and at scale into complex enterprise environments and workflows,” kata Baldwin dalam keterangan resmi.
Chief Revenue Officer OpenAI, Denise Dresser, menyoroti hal serupa dari sisi hasil. Dalam pernyataan berbahasa Inggris itu ia menyebut organisasi yang melaju di depan adalah mereka yang berhasil menjadikan kecerdasan buatan sebagai bagian tepercaya dari cara bisnisnya berjalan. “The organizations pulling ahead with AI are the ones turning it into a trusted part of how their business operates,” ujar Dresser.
Baca juga: Brad Lightcap Mundur dari OpenAI Setelah Delapan Tahun
Persoalan yang disebut Baldwin itu nyata di lapangan. Banyak perusahaan besar menyimpan data pelanggan dan transaksi di sistem lama yang tidak dirancang untuk bicara dengan model bahasa, sementara aturan kepatuhan di sektor keuangan dan pemerintahan membatasi ke mana data boleh dikirim. Menghubungkan keduanya menuntut pekerjaan integrasi yang panjang, dan di situlah bisnis konsultan menjual jasanya.
Ribuan Konsultan Dilatih Ulang
IBM akan membentuk unit yang ditempatkan langsung di sisi klien serta praktik khusus OpenAI berisi ribuan konsultan dan insinyur terlatih. Mengutip laporan TechCrunch, Kamis (13/8/2026), pelatihan dan sertifikasi itu ditargetkan menjangkau puluhan ribu konsultan IBM, mencakup penguasaan Codex, antarmuka pemrograman OpenAI, hingga kredensial di bidang keamanan siber.
Bidang keamanan siber mendapat porsi tersendiri. Program Daybreak milik OpenAI akan dipadukan dengan lini IBM Autonomous Security, memperluas kerja sama kedua perusahaan di area yang selama ini menjadi kekuatan lama IBM.
Baca juga: Wix Rilis Symphony, Sistem Multi-Agen AI untuk Usaha Kecil
Kesepakatan semacam ini juga mengubah cara model bahasa sampai ke tangan pemakai akhir. Pegawai di bagian pengadaan atau sumber daya manusia tidak akan berhadapan dengan antarmuka OpenAI, melainkan dengan perangkat kerja internal perusahaan yang di belakangnya memanggil model tersebut. Keputusan soal data mana yang boleh diproses ditentukan di lapisan itu, bukan oleh pemakai.
Kepentingan Berbeda di Dua Sisi
Bagi IBM, kesepakatan ini datang pada saat yang tidak longgar. Perusahaan berusia lebih dari seabad itu baru saja menurunkan proyeksi pendapatan 2026 setelah hasil kuartalannya di bawah perkiraan pasar. Chief Executive Officer IBM, Arvind Krishna, tetap menempatkan kecerdasan buatan sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang dan menilai adopsi teknologi itu justru melengkapi, bukan menggantikan, permintaan terhadap bisnis komputer mainframe perusahaan.
Bagi OpenAI, kemitraan ini melanjutkan strategi menembus pasar korporat lewat perusahaan jasa teknologi informasi yang sudah memiliki hubungan lama dengan klien besar. Sebelumnya OpenAI menjalin kerja sama serupa dengan Infosys dan Tata Consultancy Services. Pola yang dipakai sama, yakni menitipkan modelnya pada pihak yang sudah dipercaya menangani sistem inti perusahaan.
Persaingan di segmen ini padat. Anthropic, Google, dan Microsoft menawarkan hal serupa lewat jaringan mitra masing-masing, sementara IBM sendiri masih memasarkan keluarga model buatannya, Granite, dan platform watsonx. Kemitraan dengan OpenAI karena itu berjalan berdampingan dengan produk IBM sendiri, bukan menggantikannya.
Baca juga: Startup AI Igor Babuschkin, River AI, Raih Pendanaan 1,1 Miliar Dolar AS
Kedua perusahaan tidak merinci target pendapatan maupun jumlah klien yang dibidik pada tahap awal. IBM juga belum menyebut kapan seluruh konsultan yang dilatih akan siap ditugaskan ke proyek klien.

















