- Kemendag menyiapkan Paviliun Industri Strategis di Hall 5 ICE BSD City dalam Trade Expo Indonesia ke-41.
- Pesertanya antara lain PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi, PT Kemenangan, DTECH Engineering, dan Polytron.
- Produk manufaktur lain ditampilkan dalam tujuh kelompok komoditas di hall 5 hingga 9.
Cekricek.id — Kementerian Perdagangan menyiapkan Paviliun Industri Strategis di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 di Hall 5 ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, sebagai etalase produk industri strategis nasional.
Paviliun itu akan diikuti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), PT Kemenangan, DTECH Engineering, dan Polytron, menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Minggu (11/10/2026).
Perusahaan-perusahaan itu menghadirkan kendaraan dan produk pertahanan, pesawat terbang dan komponen kedirgantaraan, layanan pemeliharaan mesin pesawat dan turbin industri, peralatan navigasi maritim, hingga perangkat elektronik dan kendaraan listrik.
“Paviliun Industri Strategis di TEI 2026 menunjukkan kemampuan industri manufaktur dan teknologi tinggi Indonesia yang telah bersaing di pasar global. Kami berharap kehadiran paviliun ini dapat membuka peluang kerja sama perdagangan sekaligus memperluas pasar ekspor produk industri strategis Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.
Tujuh Kelompok Produk Manufaktur di Hall 5–9
Selain Paviliun Industri Strategis, Kemendag menampilkan produk unggulan dalam sejumlah paviliun manufaktur di hall 5 hingga 9. Produk itu terbagi dalam tujuh kelompok komoditas, yaitu elektronik, komponen, dan logam; alas kaki dan kosmetik; alat musik; farmasi dan alat kesehatan; tekstil; furnitur; serta produk dari kawasan berikat.
Paviliun Produk Manufaktur mencakup Paviliun Elektronik, Paviliun Komponen, dan Paviliun Logam Olahan (Indonesia Metalworks Pavilion), yang menampilkan produk elektronik, komponen otomotif dan industri, serta produk berbasis logam.
“Keragaman ini menunjukkan peluang ekspor manufaktur Indonesia tidak hanya bertumpu pada industri berskala besar, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengembangkan produk yang inovatif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar internasional,” tutur Puntodewi.
“Indonesia memiliki beragam produk manufaktur unggulan dari berbagai sektor industri. TEI menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa industri nasional memiliki potensi yang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar global, baik dari segi keragaman maupun jenis produk yang ditawarkan,” ungkapnya.















