- Presiden Taiwan William Lai Ching-te menyatakan tambahan anggaran pertahanan bertujuan mencegah perang, bukan memprovokasi.
- Kantor Urusan Taiwan China mengecam pidato Hari Nasional Lai.
- Pemerintah Taiwan menyiapkan anggaran pertahanan rekor 1,1 triliun dolar Taiwan baru untuk 2027.
- Kementerian Pertahanan Taiwan mencatat 21 pesawat militer dan tujuh kapal angkatan laut China beroperasi di sekitar pulau itu dalam 24 jam.
Cekricek.id — Presiden Taiwan William Lai Ching-te menyatakan tambahan anggaran pertahanan pulau itu bertujuan mencegah perang, dalam pidato Hari Nasional di depan Kantor Kepresidenan di Taipei, Sabtu (10/10).
Lai berpidato di hadapan ribuan orang, termasuk tamu asing dan diplomat, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (10/10/2026). Jet tempur dan dua helikopter Chinook yang membawa bendera raksasa Taiwan terbang di atas Taipei sebelum pidato.
“Kami terbuka untuk pertukaran, tetapi tidak akan menerima subordinasi,” kata Lai. “Tujuan kami meningkatkan investasi di bidang pertahanan nasional bukanlah untuk memprovokasi, melainkan untuk mencegah perang.”
Pemerintahan Lai menyiapkan anggaran pertahanan rekor sebesar 1,1 triliun dolar Taiwan baru atau 34,5 miliar dolar AS untuk 2027, lebih dari 3 persen produk domestik bruto.
Lai menyebut China terus menekan lewat aktivitas militer dan zona abu-abu untuk mengubah status quo di Selat Taiwan. “Perdamaian tidak bisa hanya bergantung pada harapan, dan toleransi tidak boleh menjadi dalih bagi agresor untuk terus merambah,” ujarnya.
China Kecam Pidato Presiden Taiwan
Kantor Urusan Taiwan China mengecam pidato itu dan menyebutnya mengabaikan fakta, memutarbalikkan kebenaran, menyesatkan publik, dan menunjukkan motif tersembunyi.
“Hanya ada satu China di dunia, dan Taiwan adalah bagian dari China. Inilah status quo yang sebenarnya di Selat Taiwan,” tulis kantor tersebut.
Menurut Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, 21 pesawat militer dan tujuh kapal angkatan laut China beroperasi di sekitar Taiwan dalam periode 24 jam hingga pukul 06.00 Sabtu. Tiga belas pesawat melintasi garis tengah Selat Taiwan dan memasuki zona identifikasi pertahanan udara pulau itu.
Lai menyambut baik pembicaraan antara Amerika Serikat dan China, tetapi menegaskan hak rakyat Taiwan untuk eksis harus dihormati. Pada Mei, setelah bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, Presiden Donald Trump mengisyaratkan penjualan senjata ke Taiwan bisa menjadi alat tawar dengan China.
Taiwan kini menunggu persetujuan Trump atas paket senjata senilai 14 miliar dolar AS, termasuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat.















