<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>IPB - Cekricek.id</title>
	<atom:link href="https://cekricek.id/tag/ipb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cekricek.id</link>
	<description>Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2026 03:45:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://cekricek.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-Fav-512-1-150x150.png</url>
	<title>IPB - Cekricek.id</title>
	<link>https://cekricek.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian</title>
		<link>https://cekricek.id/ipb-pemantau-kualitas-udara-karhutla/</link>
					<comments>https://cekricek.id/ipb-pemantau-kualitas-udara-karhutla/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadia Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 03:45:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/ipb-pemantau-kualitas-udara-karhutla/</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/ipb-pemantau-kualitas-udara-karhutla/" title="IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit.webp" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Citra satelit gumpalan asap kebakaran hutan di atas laut dan daratan" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit.webp 1200w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-300x169.webp 300w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-768x432.webp 768w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-800x450.webp 800w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-640x360.webp 640w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-150x84.webp 150w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian 1"></a><p>Peta titik panas sudah lama ada, gambaran harian kondisi udaranya yang selama ini jarang.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/nadiaputri/">Nadia Putri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/ipb-pemantau-kualitas-udara-karhutla/" title="IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit.webp" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Citra satelit gumpalan asap kebakaran hutan di atas laut dan daratan" style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit.webp 1200w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-300x169.webp 300w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-768x432.webp 768w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-800x450.webp 800w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-640x360.webp 640w, https://cekricek.id/wp-content/uploads/2026/09/asap-karhutla-citra-satelit-150x84.webp 150w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian 2"></a><p><strong>Cekricek.id</strong> &#8212; Peta titik panas sudah lama tersedia. Yang jarang ada adalah gambaran harian tentang apa yang terjadi pada udara di sekitar titik-titik itu.</p>
<p>Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan yang diperbarui hampir seketika. Hasilnya disajikan lewat papan pantau WebGIS yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Diperbarui Setiap Hari</h2>
<p>Kepala Laboratorium Instrumentasi dan Monitoring Lingkungan Hidup PPLH IPB University, Tubagus Ahmad Mufawwaz, menjelaskan cara kerja sistem itu.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a href="https://cekricek.id/prabowo-karhutla-riau-15000-hektare/">Prabowo: 15.000 Hektare Karhutla Riau Sudah Ditangani</a></p>
<p>&ldquo;Dengan sistem near-real time ini, informasi terbaru dapat diperbarui dan dipublikasikan setiap hari lewat dashboard WebGIS,&rdquo; katanya.</p>
<p>Data lama tidak dibuang. &ldquo;Data historis juga tetap tersimpan sehingga kita dapat mengikuti perkembangan kejadian dari waktu ke waktu,&rdquo; ujarnya.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a href="https://cekricek.id/kemenkes-kerahkan-314-nakes-karhutla-7-provinsi/">Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Nakes ke 7 Provinsi</a></p>
<p>Menurut Tubagus, gabungan dua lapis data itulah yang membuat sistem ini berbeda. &ldquo;Dengan mengintegrasikan data titik panas dan kondisi atmosfer, kita dapat menganalisis keterkaitan spasial dan temporal antara kejadian karhutla dengan perubahan kualitas udara,&rdquo; katanya.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Tidak Cukup Tahu Lokasi Api</h2>
<p>Kepala PPLH IPB University, Dr Yudi Setiawan, menyebut pemantauan lokasi kebakaran saja tidak lagi memadai.</p>
<p>&ldquo;Kejadian karhutla yang terus berulang menunjukkan perlunya sistem pemantauan yang tidak hanya memberikan informasi mengenai lokasi kebakaran, tetapi juga mampu memberikan gambaran mengenai dampak lingkungan,&rdquo; katanya.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a href="https://cekricek.id/bnpb-logistik-gempa-flores-maumere/">Kepala BNPB Tinjau Pos Logistik Gempa Flores di Maumere</a></p>
<p>Ia menekankan pentingnya membaca pola, bukan hanya kondisi hari itu. &ldquo;Karena kejadian karhutla terus berulang, kita tidak cukup hanya mengetahui kondisi hari ini. Kita juga perlu memahami pola kejadiannya,&rdquo; ujarnya.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Menuju Sistem Pendukung Keputusan</h2>
<p>Yudi Setiawan menyebut arah pengembangan berikutnya sudah terbayang.</p>
<p>&ldquo;Dengan demikian, teknologi ini dapat berkembang menjadi sistem pendukung pengambilan keputusan untuk mitigasi dampak karhutla,&rdquo; katanya.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/nadiaputri/">Nadia Putri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/ipb-pemantau-kualitas-udara-karhutla/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
