Antara 1985 dan 1997, belasan mahasiswa Malaysia menulis skripsi sejarah di Universitas Andalas dan membawa pulang cara membaca masa lalu.
Driyarkara 1962: Pintar Tanpa Kesusilaan Jadi Minteri
Dalam pidato pengukuhan guru besar pada 30 Juni 1962, Driyarkara menyebut kepandaian tanpa kesusilaan hanya akan menjadi minteri.


