<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Universitas Airlangga - Cekricek.id</title>
	<atom:link href="https://cekricek.id/tag/universitas-airlangga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cekricek.id</link>
	<description>Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2026 12:20:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2021/01/cropped-Fav-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Universitas Airlangga - Cekricek.id</title>
	<link>https://cekricek.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tim UNAIR Olah Lengkuas Jadi Serundeng di Morowali</title>
		<link>https://cekricek.id/tim-unair-olah-lengkuas-jadi-serundeng-di-morowali/</link>
					<comments>https://cekricek.id/tim-unair-olah-lengkuas-jadi-serundeng-di-morowali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dina Adriana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 12:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Patriot]]></category>
		<category><![CDATA[Morowali]]></category>
		<category><![CDATA[Olahan Rempah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Airlangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/tim-unair-olah-lengkuas-jadi-serundeng-di-morowali/</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/tim-unair-olah-lengkuas-jadi-serundeng-di-morowali/" title="Tim UNAIR Olah Lengkuas Jadi Serundeng di Morowali" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?fit=1200%2C675&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Sesi pengenalan prototipe produk olahan rempah dalam forum diskusi bersama warga di Kawasan Transmigrasi Bungku, Morowali." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Tim UNAIR Olah Lengkuas Jadi Serundeng di Morowali 1"></a><p>Tim Ekspedisi Patriot UNAIR mengolah rempah hasil tani warga Kawasan Transmigrasi Bungku, Morowali, menjadi serundeng lengkuas dan teh serai yang bernilai jual lebih tinggi.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/dinaadriana/">Dina Adriana</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/tim-unair-olah-lengkuas-jadi-serundeng-di-morowali/" title="Tim UNAIR Olah Lengkuas Jadi Serundeng di Morowali" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?fit=1200%2C675&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Sesi pengenalan prototipe produk olahan rempah dalam forum diskusi bersama warga di Kawasan Transmigrasi Bungku, Morowali." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-prototipe-olahan-rempah-morowali.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Tim UNAIR Olah Lengkuas Jadi Serundeng di Morowali 2"></a><p><strong>Cekricek.id</strong> &#8212; Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) menyulap rempah hasil tani warga Kawasan Transmigrasi Bungku, Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi produk olahan bernilai jual lebih tinggi. Serai, lengkuas, pandan, hingga kelapa yang selama ini berpindah tangan dalam bentuk segar kini diolah menjadi teh serai, serundeng lengkuas, lengkuas kering, serta pandan kering, menurut keterangan tertulis Universitas Airlangga, Senin (24/08/2026).</p>
<h2 class="wp-block-heading">Rempah Segar Diolah Jadi Produk Bernilai</h2>
<p>Kawasan Transmigrasi Bungku memiliki hasil bumi yang melimpah. Namun, kelimpahan itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan nilai jual karena sebagian besar komoditas dilepas warga dalam kondisi segar tanpa proses pengolahan lebih dulu.</p>
<p>Kondisi itulah yang mendorong tim berinovasi. Alih-alih membiarkan rempah beredar dengan daya tawar rendah, tim memilih mendampingi warga mengolahnya menjadi produk konsumsi yang punya nilai tambah.</p>
<p>Langkah awal yang ditempuh adalah memetakan potensi komoditas lokal. Hasil pemetaan tersebut kemudian dipaparkan dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bersama para petani, peternak, perangkat desa, hingga kader PKK di Desa Bahoea Reko-Reko, Jumat (21/8).</p>
<p>Forum itu mempertemukan petani dan peternak sebagai penyedia bahan baku dengan perangkat desa serta kader PKK. Dari forum tersebut, tim memaparkan hasil pemetaan sekaligus memperkenalkan prototipe produk olahan rempah kepada warga.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Serundeng Lengkuas Curi Perhatian Warga</h2>
<p>Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr Siti Rahayu Nadhiroh SKM MKes, menuturkan sambutan warga terhadap prototipe produk berlangsung hangat. Satu varian olahan bahkan langsung menonjol dibanding varian lainnya.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a rel="external noopener" href="undefined">Inovasi UGM Jadi SNI Pertama Kewirausahaan Gotong Royong</a></p>
<p>&#8220;Masyarakat sangat antusias, terutama dengan produk serundeng lengkuas,&#8221; kata Nadhiroh yang juga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR tersebut.</p>
<p>Ia menilai pasokan lengkuas di kawasan tersebut terbilang melimpah dan stabil. Kondisi itu membuat komoditas tersebut punya prospek bagus untuk dikembangkan menjadi produk unggulan desa.</p>
<p>Antusiasme warga menjadi penanda awal bahwa produk turunan rempah berpeluang diterima pasar lokal. Pasokan bahan bakunya pun dinilai stabil sehingga produksi tidak mudah terganggu.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a rel="external noopener" href="undefined">Tim Itera Ubah Rambut Jagung dan Kelor Jadi Teh Herbal</a></p>
<p>Selain serundeng lengkuas, tim memperkenalkan teh serai, lengkuas kering, serta olahan pandan kering yang pas berpadu dengan campuran teh. Seluruh varian itu berangkat dari komoditas yang sudah akrab bagi warga sehingga bahan baku tidak perlu didatangkan dari luar kawasan.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Modal dan Pasar Jadi Kecemasan Petani</h2>
<p>Meski mendapat sambutan hangat, diskusi tersebut turut membuka kecemasan utama para petani. Dua persoalan yang paling mengemuka adalah modal usaha dan kepastian pasar.</p>
<p>&#8220;Warga khawatir soal pendanaan dan ke mana produk ini akan dijual. Wong jual hasil rempah segar saja selama ini masih susah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kekhawatiran itu berpijak pada pengalaman warga yang belum mudah memasarkan rempah dalam bentuk segar. Tanpa jaminan pembeli, produk turunan yang menuntut proses pembuatan lebih panjang berisiko berhenti di tahap pelatihan saja.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Pendampingan Empat Bulan di Bungku</h2>
<p>Merespons kendala tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR menyiapkan sejumlah langkah konkret. Tim berencana menggelar workshop, validasi pasar, hingga market testing untuk mengukur penerimaan produk.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a rel="external noopener" href="undefined">USU Dorong Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pandang Batu Bara</a></p>
<p>Penjajakan kerja sama juga bakal berlangsung bersama dinas terkait, badan usaha milik desa (BUMDes), hingga pelaku usaha lokal. Skema itu diharapkan membuat rantai produksi dan pemasaran tidak bertumpu pada tim semata.</p>
<p>&#8220;Kami ingin produk ini tidak berhenti sebagai hasil pelatihan saja, tapi benar-benar tumbuh jadi produk khas Bungku yang menguntungkan warga,&#8221; tegas Nadhiroh.</p>
<p>Tim Ekspedisi Patriot UNAIR beranggotakan satu ketua dan lima anggota. Mereka bertugas mendampingi warga Bungku selama empat bulan, mulai dari pemetaan potensi komoditas hingga penjajakan pasar produk olahan.</p>
<p>Program tersebut merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi RI yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Skema kolaborasi itu menempatkan kampus sebagai pendamping teknis warga di kawasan transmigrasi.</p>
<p>Sepanjang masa pendampingan, tim menargetkan olahan rempah tersebut naik kelas dari sekadar produk pelatihan menjadi komoditas khas Bungku yang memiliki pasar tetap.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/dinaadriana/">Dina Adriana</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/tim-unair-olah-lengkuas-jadi-serundeng-di-morowali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">272373</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UNAIR Siapkan Kader Tangguh Bencana di Manokwari</title>
		<link>https://cekricek.id/unair-siapkan-kader-tangguh-bencana-di-manokwari/</link>
					<comments>https://cekricek.id/unair-siapkan-kader-tangguh-bencana-di-manokwari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Maharani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 10:38:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Manokwari]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Airlangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/unair-siapkan-kader-tangguh-bencana-di-manokwari/</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/unair-siapkan-kader-tangguh-bencana-di-manokwari/" title="UNAIR Siapkan Kader Tangguh Bencana di Manokwari" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?fit=1200%2C675&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Peserta pelatihan kader tangguh bencana Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga berfoto bersama di Manokwari, Papua Barat." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="UNAIR Siapkan Kader Tangguh Bencana di Manokwari 3"></a><p>Tim Ekspedisi Patriot UNAIR menargetkan minimal 30 kader tangguh bencana dan sadar wisata di kawasan transmigrasi Kampung Udapi Hilir, Manokwari, Papua Barat.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/maharani/">Maharani</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/unair-siapkan-kader-tangguh-bencana-di-manokwari/" title="UNAIR Siapkan Kader Tangguh Bencana di Manokwari" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?fit=1200%2C675&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Peserta pelatihan kader tangguh bencana Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga berfoto bersama di Manokwari, Papua Barat." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/unair-kader-tangguh-bencana-manokwari.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="UNAIR Siapkan Kader Tangguh Bencana di Manokwari 4"></a><p><strong>Cekricek.id</strong> &#8212; Kawasan transmigrasi di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, tumbuh menjadi pusat ekonomi baru sekaligus menyimpan sejumlah ancaman bencana. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga menyiapkan kader tangguh bencana yang sekaligus berperan sebagai kader sadar wisata di Kampung Udapi Hilir, menurut keterangan tertulis Universitas Airlangga, Senin (24/08/2026).</p>
<p>Kampung Udapi Hilir dikenal sebagai kawasan transmigrasi yang berhasil berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Kabupaten Manokwari. Kawasan itu memiliki beragam titik wisata yang pengelolaannya masih bersifat perorangan, namun tetap menarik kunjungan dari berbagai daerah. Kawasan tersebut juga kerap menjadi tujuan belanja warga karena harga barang ritel maupun sayuran yang relatif murah.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Tiga Potensi Bencana di Kawasan Transmigrasi</h2>
<p>Tim enam Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga memetakan kondisi kawasan sebelum menyusun program. Hasil pemetaan itu menunjukkan wilayah tersebut memiliki potensi banjir, erosi tanah, hingga gempa bumi. Temuan tersebut menjadi dasar tim mengusung sistem mitigasi bencana yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lokal.</p>
<p>&#8220;Pertama, potensi banjir di SP4 terkait dengan kondisi saluran drainase yang kurang lebar. Kedua, potensi erosi terjadi pada dua titik di kawasan lahan pertanian kampung yang berada di sebelah utara, kondisi tersebut berpotensi memakan lahan pertanian warga dan dapat memutuskan akses jalan setapak warga ke kawasan lahan pertanian. Ketiga, potensi gempa bumi bisa terjadi karena memang tercatat pernah terjadi di tahun 2010 dengan 7 SR,&#8221; kata Ketua Tim Enam Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Dr Neffrety Nilamsari.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a href="https://cekricek.id/itb-ultra-marathon-2026-filter-air/">ITB Ultra Marathon 2026 Siapkan Filter Air untuk Daerah Bencana</a></p>
<p>Penguatan sistem mitigasi bencana dan perlindungan infrastruktur menjadi solusi yang ditawarkan tim untuk mengembangkan ekowisata di wilayah Prafi. Tim berupaya mengintegrasikan potensi wisata lokal yang sudah ada dengan pemberdayaan kader tangguh bencana yang juga bergerak sebagai kader sadar wisata. Langkah awal sudah terlaksana melalui sosialisasi pada 13 Agustus 2026 di Ruang KOSTRATANI, Kantor Balai Penyuluh Pertanian Distrik Prafi.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Satu Kader, Dua Kompetensi</h2>
<p>Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga menargetkan minimal 30 orang dari berbagai unsur masyarakat bergabung menjadi kader. Agar peran tidak tumpang tindih, tim menyusun matriks tugas yang memerinci siapa yang bertanggung jawab, siapa yang melaksanakan, siapa yang mendukung, serta kepada siapa pelaporan dilakukan.</p>
<p>&#8220;Intinya, strategi ini digunakan dengan prinsip satu kader, dua kompetensi, satu fungsi utama. Setiap kader memahami dasar kebencanaan dan kepariwisataan secara seimbang, tetapi memiliki tugas utama yang spesifik. Dengan mekanisme ini, Kader Tangguh Bencana dan Kader Sadar Wisata dapat bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi. Hal tersebut untuk mewujudkan kawasan wisata yang aman, tangguh bencana, nyaman, dan berkelanjutan,&#8221; ujar Neffrety.</p>
<p>Dalam kondisi normal, fokus kader lebih banyak diarahkan pada pengelolaan dan edukasi wisata. Sebaliknya, ketika terdapat peningkatan risiko atau keadaan darurat, kader kebencanaan mengambil fungsi koordinasi utama. Pembagian peran itu dirancang agar kegiatan wisata tetap berjalan tanpa mengabaikan kesiapsiagaan warga.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a href="https://cekricek.id/timbangan-bersuara-auris-unair/">Timbangan Bersuara UNAIR Bantu Barista Tunanetra</a></p>
<h2 class="wp-block-heading">Program Utama dan Pelatihan Pendukung</h2>
<p>Selain pembentukan kader, tim menyiapkan sejumlah pembangunan fisik dan pelatihan keterampilan. Rangkaian program itu disampaikan kepada warga pada forum sosialisasi di Distrik Prafi.</p>
<p>&#8220;Kami menyampaikan berbagai program utama dan pendukung, seperti pembentukan kader tangguh bencana dan sadar wisata, pembangunan pos pantau bencana. Selain itu, membangun bedeng penahan banjir dan longsor serta membangun landscape penunjang ekowisata. Selain program utama, terdapat program pendukung yang akan kami selenggarakan. Antara lain pelatihan kepada para anggota kader mengenai pilah sampah, pembuatan eco enzyme, pemurnian minyak jelantah dan membuat lilin aromaterapi serta pengolahan keripik pisang berselimut coklat,&#8221; tutur Neffrety.</p>
<p>Tim juga memfasilitasi forum diskusi sebagai ruang bagi setiap kelompok menyampaikan aspirasi, kebutuhan, kekhawatiran, dan kontribusinya. Penyelarasan berlangsung dengan mengajak seluruh unsur masyarakat merumuskan tujuan bersama, yaitu pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga aman, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, keberagaman unsur masyarakat justru menjadi kekuatan kolaboratif yang bergerak dalam satu arah.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a rel="external noopener" href="undefined">TEP UNDIP Petakan Legalitas Lahan Transmigrasi Ogan Ilir</a></p>
<h2 class="wp-block-heading">Warga Menjadi Pemilik dan Pengelola Sarana</h2>
<p>Tim menekankan bahwa seluruh sarana yang dibangun bukan milik kampus, melainkan milik warga. Pendekatan itu diambil agar program tetap hidup setelah masa pengabdian berakhir.</p>
<p>&#8220;Sejak awal, masyarakat diposisikan sebagai pemilik dan pengelola sarana. Sedangkan tim berperan sebagai fasilitator yang membangun sistem, meningkatkan kapasitas, dan menyiapkan mekanisme serah kelola. Dengan demikian, setelah program selesai, pos pantau maupun infrastruktur pengendalian banjir dan longsor tetap dapat dipelihara, dipantau, dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,&#8221; tegas Neffrety.</p>
<p>Program kerja kelompok enam Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga disebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals Perserikatan Bangsa-Bangsa. Program itu mendukung poin ke-11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, poin ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta poin ke-15 mengenai ekosistem daratan.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/maharani/">Maharani</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/unair-siapkan-kader-tangguh-bencana-di-manokwari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">272348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakar UNAIR: Sound Horeg Bisa Picu Tuli Permanen</title>
		<link>https://cekricek.id/pakar-unair-sound-horeg-tuli-permanen/</link>
					<comments>https://cekricek.id/pakar-unair-sound-horeg-tuli-permanen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Maharani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 10:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Pendengaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sound Horeg]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Airlangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cekricek.id/pakar-unair-sound-horeg-tuli-permanen/</guid>

					<description><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pakar-unair-sound-horeg-tuli-permanen/" title="Pakar UNAIR: Sound Horeg Bisa Picu Tuli Permanen" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?fit=1200%2C675&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dokter spesialis THT-BKL Universitas Airlangga Rosa Falerina di ruang kerjanya." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Pakar UNAIR: Sound Horeg Bisa Picu Tuli Permanen 5"></a><p>Pakar otologi Universitas Airlangga mengingatkan paparan sound horeg di atas 120 desibel berisiko memicu tuli permanen, tinnitus, hingga vertigo bagi penonton.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/maharani/">Maharani</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://cekricek.id/pakar-unair-sound-horeg-tuli-permanen/" title="Pakar UNAIR: Sound Horeg Bisa Picu Tuli Permanen" rel="nofollow"><img width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?fit=1200%2C675&amp;ssl=1" class="webfeedsFeaturedVisual wp-post-image" alt="Dokter spesialis THT-BKL Universitas Airlangga Rosa Falerina di ruang kerjanya." style="display: block; margin: auto; margin-bottom: 5px;max-width: 100%;" link_thumbnail="1" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/rosa-falerina-pakar-tht-unair.webp?resize=150%2C84&amp;ssl=1 150w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" title="Pakar UNAIR: Sound Horeg Bisa Picu Tuli Permanen 6"></a><p><strong>Cekricek.id</strong> &#8212; Perayaan Agustusan di banyak daerah kerap dimeriahkan perangkat tata suara berukuran raksasa yang populer disebut sound horeg. Pakar otologi dan neurotologi Universitas Airlangga menilai hiburan rakyat itu menyimpan risiko kesehatan yang tidak ringan bagi telinga penontonnya.</p>
<p>Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dr Rosa Falerina SpTHT BKL Subsp NO K, menyebut intensitas suara yang dihasilkan sound horeg dapat menembus angka di atas 120 desibel. Tingkat kebisingan sebesar itu setara dengan suara mesin pesawat, menurut keterangan Universitas Airlangga, Jumat (21/08/2026).</p>
<p>Pada paparan di atas 120 desibel, batas waktu yang masih dianggap aman bagi telinga manusia hanya sekitar 3,5 detik per hari. Padahal pertunjukan sound horeg di jalan kampung kerap berlangsung berjam-jam tanpa jeda, bahkan hingga larut malam.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Sel Rambut Koklea yang Tumbang</h2>
<p>Rosa menjelaskan kerusakan pendengaran akibat suara ekstrem bermula di koklea atau rumah siput, bagian telinga dalam yang dipenuhi sel rambut penangkap getaran. Sel-sel itu bekerja mengubah getaran menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak.</p>
<p>&#8220;Suara yang sangat keras membuat sel rambut di dalam koklea bekerja ekstra hingga menjadi tidak bergerak (stuck) atau tumbang seperti hutan yang gundul. Jika sel-sel rambut ini rusak dan gugur, suara tidak akan memiliki jalan lagi untuk sampai ke otak,&#8221; kata Rosa.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a rel="external noopener" href="undefined">Pakar UMM: Karhutla Berulang, Pencegahan Harus Diperkuat</a></p>
<p>Dampaknya tidak berhenti pada fungsi pendengaran. Menurut dia, organ keseimbangan tubuh berada tepat bersebelahan dengan koklea sehingga ikut terguncang ketika dentuman bas menghantam telinga dalam.</p>
<p>&#8220;Koklea itu bertetangga dengan sistem keseimbangan di telinga dalam. Dentuman yang sangat kuat tak hanya mengguncang rumah siput, tetapi juga menyenggol sistem keseimbangan sehingga memicu sensasi berputar atau vertigo,&#8221; ujarnya.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Denging yang Tidak Boleh Diabaikan</h2>
<p>Gejala paling awal yang biasanya dirasakan warga seusai menonton sound horeg adalah telinga berdenging atau tinnitus. Keluhan itu, kata Rosa, kerap dianggap sepele karena umumnya menghilang sendiri dalam hitungan jam.</p>
<p>&#8220;Denging itu sinyal awal bahwa sel rambut luar sedang terganggu. Jika terpaparnya singkat dan warga langsung menjauh, pendengaran masih bisa pulih. Namun jika terpapar lama dan berdengingnya menetap, gangguan pendengaran itu berisiko menjadi permanen,&#8221; tutur Rosa.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a rel="external noopener" href="undefined">Pakar Tsinghua: 39% Skill Kerja Berubah karena AI</a></p>
<p>Selain penurunan pendengaran, tekanan suara yang ekstrem juga berpotensi merusak struktur telinga bagian luar dan tengah. Karena itu, ia meminta warga tidak menunda pemeriksaan bila muncul keluhan setelah terpapar.</p>
<p>&#8220;Jika muncul keluhan, harus segera diperiksakan ke dokter THT terdekat. Kita perlu melihat kondisi fisik telinga, sebab suara ekstrem juga berisiko membuat gendang telinga robek atau pecah,&#8221; tegasnya.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Sumbat Telinga Saja Tidak Cukup</h2>
<p>Banyak warga menganggap penggunaan sumbat telinga sudah memadai untuk menonton dari jarak dekat. Rosa menilai anggapan itu keliru karena kemampuan peredaman alat tersebut jauh di bawah intensitas suara sound horeg.</p>
<p>&#8220;Apabila terpaksa berada di lokasi, penggunaan sumbat telinga (earplug) saja tidak cukup karena hanya meredam sekitar 30 desibel, sehingga idealnya dikombinasikan dengan earmuff,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> <a rel="external noopener" href="undefined">Pakar UMS: Pembatasan Pertalite Jangan Hanya Lihat Desil</a></p>
<p>Ia menambahkan, alat pelindung sekalipun tidak sepenuhnya menutup jalur masuk energi suara ke telinga dalam. Getaran berintensitas tinggi tetap merambat melalui tulang kepala tanpa melewati liang telinga.</p>
<p>&#8220;Suara ekstrem tetap bisa masuk melalui hantaran tulang kepala. Oleh karena itu, cara paling efektif adalah menjaga jarak, membatasi durasi paparan, serta menjauhkan kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lansia dari lokasi sound horeg,&#8221; sebut Rosa.</p>
<h2 class="wp-block-heading">Hiburan Rakyat dan Batas Aman</h2>
<p>Sound horeg tumbuh menjadi bagian dari tradisi hiburan rakyat, terutama pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus. Arak-arakan pengeras suara raksasa itu berkeliling kampung dan mengundang kerumunan penonton di sepanjang jalan.</p>
<p>Persoalannya, kerumunan penonton itu berdiri sangat dekat dengan sumber suara dan bertahan dalam waktu lama. Kombinasi jarak dekat dan durasi panjang inilah yang menurut Rosa membuat risiko gangguan pendengaran permanen menjadi nyata.</p>
<p>Panitia perayaan pun disarankan mengatur titik penonton agar tidak berimpitan dengan perangkat suara. Bayi, anak-anak, dan warga lanjut usia sebaiknya dijauhkan sejak awal karena telinga mereka paling rentan terhadap tekanan suara berlebih.</p>
<p>Artikel ini pertama kali terbit di <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id">Cekricek.id</a>. Ditulis oleh <a rel="nofollow" href="https://cekricek.id/author/maharani/">Maharani</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cekricek.id/pakar-unair-sound-horeg-tuli-permanen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">272321</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 34/43 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Minified using Disk

Served from: cekricek.id @ 2026-08-24 19:36:32 by W3 Total Cache
-->