Temukan 24 Planet Baru, Ilmuwan Klaim Layak Huni

Cekricek.id- Para ilmuwan Universitas Negeri Washington mengklaim menemukan 24 Planet Baru, mereka mengatakan planet tersebut layak dihuni.

Ilustrasi. [Foto: Canva]

Cekricek.id - Para ilmuwan Universitas Negeri Washington yang tergabung dalam sebuah tim penelitian yang dipimpin oleh Dirk Schulze-Makuch telah menemukan dan mengidentifikasi 24 planet yang berpotensi dapat dihuni oleh penduduk Bumi. Temuan tersebut baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Astrobiologi.

Dari hasil identifikasi mereka, 24 planet tersebut berusia sedikit lebih tua dan berukuran lebih besar dari Bumi. Keadaan planet tersebut juga lebih basah dan hangat.

Planet-planet ini diperkirakan mengorbit bintang dengan rentang hidup lebih lama dari matahari, membuat kehidupan di sana akan lebih mudah berkembang.

"Dengan teleskop luar angkasa berikutnya yang akan datang, kami akan mendapatkan lebih banyak informasi, jadi penting untuk memilih beberapa target," ucap Schulze-Makuch, kepada pihak Fox News, Rabu (7/10).

Schulze-Makuch mengatakan bahwa ia dan timnya harus berhati-hati agar tidak terjebak mencari Bumi kedua. Hal tersebut dikarenakan ada kemungkinan jika ada planet lain yang lebih cocok untuk kehidupan dibandingkan Bumi.

Keberadaan planet-planet calon pengganti Bumi tersebut berada di luar tata surya Bima Sakti. Jarak planet-planet tersebut dari Bumi lebih dari 100 tahun cahaya. Namun, keberadaannya bisa diidentifikasi menggunakan teleskop masa depan, yakni teleskop James Web Space Telescope NASA.

Beberapa ciri planet yang layak huni menurut para ilmuwan ialah berada di sekitar bintang.

Ciri lainnya yaitu planet tersebut memiliki air dan perlu memiliki suhu permukaan sekitar 5 derajat Celsius lebih tinggi dari planet kita sekarang.

Baca juga: Ilmuan China Berupaya Hidupkan Kembali Jasad Orang Mati

Sayangnya, di antara ke-24 planet tersebut tidak satu pun planet yang memenuhi semua kriteria. Namun, ada planet yang bisa dibilang cocok untuk kehidupan karena memenuhi empat karakteristik layak huni.

"Terkadang sulit untuk menyampaikan prinsip planet yang dapat dihuni ini karena menurut kami, kita tidak memiliki planet terbaik," tambah Schulze-Makuch. [*/Nit]

Tag:

Baca Juga

Papan nama IBM terpasang di sebuah gedung
IBM Gandeng OpenAI, GPT-5.6 Masuk ke Ruang Kerja Perusahaan Besar
Roket berdiri tegak di landasan peluncuran
Astra Space Galang Rp4,1 Triliun, Bertaruh pada Roket Sekali Pakai
Papan sirkuit dan komponen semikonduktor
Applied Materials Cetak Rekor Pendapatan, Belanja Cip AI Belum Melandai
Prosesor komputer di atas papan sirkuit
OpenAI Buka Mode Ultrafast GPT-5.6 Sol, 750 Token per Detik
Kendaraan otonom melintas di jalan kota
Uber dan Pony.ai Siapkan 2.000 Robotaxi di Lima Kota Eropa
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri