Trajektori: Pengertian, Beda dengan Garis Arus, dan Kegunaannya

A A

Istilah-istilah dalam Meteorologi dan Perhubungan. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Trajektori adalah lengkungan yang menyatakan jejak sebenarnya dari gerak zarah udara dalam jangka waktu tertentu. Jejak itu umumnya berdimensi tiga, tetapi yang digambarkan biasanya hanya proyeksi mendatarnya karena komponen gerakan menegak jauh lebih kecil daripada komponen mendatar. Dalam meteorologi, trajektori dipakai untuk melacak dari mana massa udara datang dan ke mana ia akan bergerak.

Pengertian trajektori menurut kosakata meteorologi

International Meteorological Vocabulary yang diterbitkan World Meteorological Organization (WMO) merumuskan trajectory sebagai kurva yang menggambarkan lintasan sebenarnya suatu zarah udara selama selang waktu tertentu. Rumusan dalam glosarium meteorologi perhubungan Indonesia mengikuti pengertian itu dan menegaskan bahwa yang digambar pada peta adalah proyeksi mendatarnya.

Istilah ini diserap dari bahasa Inggris trajectory yang berakar pada kata Latin untuk “melemparkan”. Dalam fisika, trajektori berarti lintasan benda yang bergerak, dan meteorologi memakainya untuk zarah udara yang diikuti sepanjang waktu.

Perbedaan trajektori dengan garis arus

Trajektori sering tertukar dengan garis arus (streamline). Garis arus adalah garis yang di setiap titiknya menyinggung arah angin pada satu saat tertentu, jadi menggambarkan pola angin sesaat. Trajektori mengikuti satu zarah dari waktu ke waktu, sehingga menggambarkan riwayat gerak. Keduanya hanya berimpit bila medan angin tidak berubah terhadap waktu; pada cuaca yang berubah cepat, trajektori dan garis arus bisa sangat berbeda.

Cara menghitung trajektori

Trajektori dihitung dengan mengintegrasikan kecepatan angin terhadap waktu: posisi zarah pada langkah waktu berikutnya adalah posisi sekarang ditambah hasil kali kecepatan angin setempat dan selang waktu. Trajektori ke depan (forward) memperkirakan ke mana udara akan pergi, sedangkan trajektori ke belakang (backward) menelusuri asal udara yang kini berada di suatu titik.

Model yang luas dipakai adalah HYSPLIT dari Air Resources Laboratory, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, yang menghitung trajektori dan sebaran zarah memakai data analisis dan prakiraan angin tiga dimensi.

Kegunaan trajektori di Indonesia

Trajektori dipakai untuk memperkirakan sebaran abu letusan gunung api bagi keselamatan penerbangan, menelusuri asal asap kebakaran hutan dan lahan yang melintasi wilayah, serta memahami sumber uap air yang memicu hujan lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memanfaatkan analisis semacam ini dalam peringatan dini dan informasi cuaca penerbangan.

Istilah terkait

Baca juga entri Garis Angin untuk padanan garis arus yang sering dibandingkan dengan trajektori, Arus Jet sebagai aliran udara cepat yang menentukan trajektori di lapisan atas, dan Aliran Zonal (Zonal Flow) untuk pola angin yang membentuk trajektori memanjang barat-timur.

Rujukan

Sumber: Istilah-istilah dalam Meteorologi Perhubungan. World Meteorological Organization, International Meteorological Vocabulary, WMO-No. 182, entri trajectory dan streamline. NOAA Air Resources Laboratory, HYSPLIT Atmospheric Transport and Dispersion Modeling System, dokumentasi model.

Bagikan

Baca Juga

Pola Musiman Diare Akut di Fiji Memuncak Tiap Awal Tahun
Suhu Panas Ikut Mendorong Naiknya Kasus Flu di China
Suhu, Bukan Hujan, Kunci Ramalan Dengue di Nepal Barat
Wili-Wili
Wilayah G
Wilayah F