Cekricek.id — Sebuah spanduk peringatan Hari Kemerdekaan di Incheon membuat Kim Hee Chul melontarkan kecaman yang keliru sasaran. Hanya butuh sehari bagi anggota Super Junior itu untuk menarik ucapannya sendiri di hadapan publik, lengkap dengan permintaan agar dirinya tidak dibela.
Dikutip dari allkpop, Senin (10/8/2026), persoalan bermula dari spanduk yang dipasang Pemerintah Kota Incheon pada Kamis (6/8/2026). Spanduk itu menampilkan gambar seorang pejuang kemerdekaan yang memegang Taegeukgi, bendera nasional Korea Selatan. Di media sosial, sejumlah warganet menilai lambang taegeuk pada bendera tersebut tampak terbalik.
Komentar yang Menyulut
Heechul ikut bereaksi dan meninggalkan komentar bernada kasar pada unggahan itu. Sebagai salah satu idol yang paling vokal di media sosial Korea, komentarnya cepat menyebar dan memperbesar gelombang kritik terhadap pemerintah kota.
Kritik atas spanduk itu sebenarnya sudah beredar lebih dulu di kalangan warganet sebelum Heechul ikut menimpali. Namanya membuat persoalan yang semula terbatas pada percakapan lokal berpindah ke pemberitaan hiburan nasional dalam hitungan jam.
Penjelasan Pemerintah Kota Incheon
Pemerintah Kota Incheon kemudian menerangkan bahwa gambar tersebut dirancang dari sudut pandang rendah, menggambarkan sang pejuang kemerdekaan mengibarkan bendera sebagaimana terlihat oleh orang yang memandang dari bawah. Pemerintah kota menegaskan tidak ada masalah pada unsur-unsur dasar benderanya, termasuk penempatan empat trigram di keempat sudut.
Meski begitu, spanduk itu tetap diturunkan pada Sabtu (8/8/2026). Perspektif yang benar di kepala perancangnya ternyata tidak mudah terbaca ketika dicetak datar pada permukaan spanduk raksasa.
Permintaan Maaf yang Datang Cepat
Sehari berselang, Heechul mengunggah permintaan maaf di Instagram pribadinya. “Kalian mungkin merasa aneh melihat permintaan maaf dariku hanya sehari kemudian, tetapi memang akulah yang salah,” tulisnya.
Ia lalu merinci letak kekeliruannya. “Aku gagal mengenali dengan benar cara orang-orang itu memegang benderanya, lalu telanjur marah setelah hanya melihat desain taegeuk-nya saat itu. Ini jelas kesalahanku, akibat kurangnya kesadaran ruang dan sikap terburu-buruku. Maafkan aku,” kata Heechul.
Bagian yang paling banyak dikutip penggemar justru kalimat penutupnya, yang menolak pembelaan. “Salahku karena tidak mengamati gambarnya dengan saksama, dan ketika seseorang berbuat salah, sudah sepantasnya ia meminta maaf. Silakan kritik aku karena tidak lebih berhati-hati,” tulisnya.
Nada permintaan maaf itu terasa tidak biasa untuk standar industri hiburan Korea, yang umumnya menyalurkan klarifikasi lewat pernyataan agensi yang disusun rapi. Heechul memilih menuliskannya sendiri, dengan bahasa sehari-hari, dan tanpa menyalahkan pihak mana pun selain dirinya.
Kenapa Soal Bendera Cepat Membesar
Taegeukgi menempati posisi khusus dalam perbincangan publik Korea Selatan, apalagi menjelang Gwangbokjeol pada 15 Agustus — hari yang memperingati lepasnya Korea dari pendudukan Jepang pada 1945. Dugaan kesalahan penggambaran bendera pada periode itu nyaris selalu memantik reaksi keras, dan spanduk Incheon jatuh tepat di jendela waktu tersebut.
Yang membuat kasus ini menonjol bukan besarnya kesalahan, melainkan kecepatan koreksinya. Kecaman dilontarkan pada hari yang sama ketika kritik warganet memuncak, dan pencabutannya datang sebelum perdebatan sempat berkembang menjadi polemik panjang.





















