Cekricek.id — La Biennale di Venezia dan Cartier menetapkan Luca Guadagnino sebagai penerima penghargaan Cartier Glory to the Filmmaker 2026. Sutradara asal Italia itu akan menerimanya pada Festival Film Venesia ke-83, ajang film tertua di dunia yang tahun ini berlangsung 2 sampai 12 September 2026.
Dikutip dari laman resmi La Biennale di Venezia, labiennale.org, Jumat (7/8/2026), upacara penyerahan digelar Selasa, 8 September 2026, pukul 15.00 waktu setempat di Sala Casinò, Palazzo del Casinò. Seusai upacara, festival memutar film terbaru Guadagnino, Joie de vivre, di luar kompetisi.
Dokumenter 435 Menit
Film yang diputar bukan drama panjang seperti karya-karya yang membesarkan namanya, melainkan sebuah dokumenter produksi Italia berdurasi 435 menit — lebih dari tujuh jam — yang digarap bersama rumah produksi MeMo Films. Durasi sepanjang itu menempatkannya di antara film-film paling ekstrem yang pernah masuk program Venesia.
Alberto Barbera, Direktur Festival Film Venesia, menyebut pilihan tersebut sejalan dengan alasan penghargaan itu diberikan. “Penghargaan Glory to the Filmmaker merayakan pada diri Luca Guadagnino seorang pengarang yang berhasil mengubah rasa ingin tahunya menjadi satu bentuk kebebasan berkarya,” kata Barbera.
Menurut Barbera, kebebasan itu terlihat dari kemampuan Guadagnino berpindah-pindah genre — melodrama, horor, kisah pendewasaan, sampai thriller psikologis — tanpa kehilangan ciri. Ia menilai sutradara itu mempertahankan “suara yang konsisten dan mudah dikenali, tanpa pernah kehilangan identitas Italia yang mendalam”.
Baca juga: The Settlers: Kisah Kelam Kolonialisme Chile dalam Balutan Sinematik
Jawaban dari Penerimanya
Guadagnino menanggapi kabar itu dengan nada yang mendahului kecurigaan pembacanya sendiri. Ia sadar ucapan terima kasih atas sebuah penghargaan mudah terdengar sebagai basa-basi.
“Mungkin terdengar seperti gestur retoris kalau saya bilang saya terhormat menerima penghargaan Glory to the Filmmaker, tetapi itu kebenaran yang sederhana, karena banyak alasan,” ujar Luca Guadagnino. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Alberto Barbera dan La Biennale di Venezia.
Cartier, yang menjadi mitra penghargaan tersebut, menyebut Guadagnino sebagai pembuat film yang terus mendorong batas keahliannya. Kerja samanya dengan para aktor, penulis, komposer, dan perajin terkemuka, menurut keterangan rumah mode itu, menghasilkan sejumlah karya paling khas dalam sinema kontemporer.
Baca juga: Choi Min Sik Jadi Anak Magang di Kantor Han So Hee, Sutradara: “Dia Jenius yang Utuh”
Venesia ke-83 dan Musim Penghargaan
Penghargaan Glory to the Filmmaker berada di luar kompetisi utama Venesia yang memperebutkan Singa Emas. Ia diberikan kepada sineas yang dinilai meninggalkan jejak khusus pada sinema masa kini, dan penyerahannya biasanya dirangkai dengan pemutaran karya terbaru penerimanya — pola yang juga dipakai tahun ini.
Bagi Guadagnino, panggung Venesia bukan tempat asing. Festival di Lido itu berulang kali menjadi titik berangkat film-filmnya sebelum beredar lebih luas, dan kali ini fungsinya bertambah: sekaligus menjadi tempat karyanya yang paling panjang diperkenalkan kepada publik.
Baca juga: Dibantai Kritikus dengan Skor 29 Persen, Wagner Moura Tetap Bersedia Kembali di The Last House 2
Daftar lengkap acara pendamping dan jadwal pemutaran ulang Joie de vivre belum diumumkan penyelenggara. Yang sudah pasti hanya satu sore di awal September, di sebuah ruangan di Palazzo del Casinò, ketika sutradara itu naik panggung untuk mengambil penghargaannya.




















