Cekricek.id — Uber dan perusahaan kendaraan otonom asal China, Pony.ai, sepakat memperbesar kerja sama untuk menempatkan lebih dari 2.000 robotaxi di Eropa. Pengumuman itu disampaikan lewat siaran pers bersama dari San Francisco dan Guangzhou, Kamis (13/8/2026), dan menjadi rencana armada tanpa sopir terbesar yang pernah dibuka ke publik untuk pasar Eropa.
Mengutip laporan TechCrunch, Jumat (14/8/2026), kedua perusahaan belum menyebut nama kota maupun jadwal pasti penempatan. Rincian akan dibuka bertahap. Yang sudah dipastikan, layanan yang kini berjalan di Zagreb, Kroasia, diperluas ke empat kota Eropa lain sehingga totalnya menjadi lima kota. Uber dan Pony.ai juga menyebut rencana serupa untuk kawasan Timur Tengah.
Pembagian Peran Tiga Pihak
Dikutip dari siaran pers resmi Uber di laman investor.uber.com, Kamis (13/8/2026), skema yang dipakai bertumpu pada tiga fungsi yang dipegang pihak berbeda. Pony.ai menyediakan teknologi mengemudi otonom level 4, yaitu sistem yang mampu mengemudi tanpa campur tangan manusia di wilayah operasi yang sudah dipetakan. Uber menyediakan platform pemesanan, penetapan tarif, dan pembayaran. Sementara operasi harian armada — perawatan, kebersihan, hingga pengisian daya — diserahkan kepada mitra lokal di masing-masing negara.
Di Zagreb, peran mitra lokal itu dipegang perusahaan Kroasia, Verne. Uber menyebut kepemilikan armada bisa berbeda-beda di tiap pasar, tergantung kesepakatan dengan operator setempat. Pola inilah yang oleh Pony.ai disebut sebagai model penempatan bersama, dan yang hendak diulang di kota-kota berikutnya.
Baca juga: LG Gandeng Nvidia Bangun Robot Humanoid dan Pusat Data AI
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Pony.ai, James Peng, menyatakan kombinasi tiga fungsi itu adalah jalan menuju operasi komersial yang berkelanjutan. “By combining Pony.ai’s proven autonomous driving technology and operational know-how with Uber’s global mobility platform and extensive market reach, we aim to build sustained commercial operations at scale across Europe and beyond,” kata Peng dalam siaran pers tersebut.
Global Head of Autonomous Mobility and Delivery Uber, Sarfraz Maredia, menekankan sisi kecepatan penyebaran. Dalam pernyataan berbahasa Inggris itu ia menyebut gabungan teknologi otonom, platform hibrida Uber, dan pengalaman operasional di lapangan sebagai modal untuk membangun model yang bisa diperluas antarkota secara cepat dan andal. “Together with Pony.ai, we’re combining advanced autonomous technology with Uber’s hybrid platform, on-the-ground experience, and operational excellence, to build a model that can quickly and reliably expand across cities,” ujar Maredia.
Model tiga kaki itu juga menjawab persoalan biaya. Membangun pusat perawatan, depot pengisian daya, dan tim pembersih armada di kota baru menuntut modal besar, dan itulah bagian yang paling mahal dari bisnis robotaxi. Dengan menyerahkannya kepada operator lokal yang sudah memiliki bengkel dan lahan parkir, Uber dan Pony.ai bisa masuk pasar baru tanpa memindahkan seluruh rantai operasinya sendiri.
Baca juga: Google Rilis Pixel 11 dengan Tensor G6 dan Zoom 120 Kali
Dari Timur Tengah ke Jalanan Eropa
Kerja sama Uber dan Pony.ai bukan hal baru. Kemitraan pertama diumumkan pada Mei 2025 dan saat itu difokuskan ke Timur Tengah. Perluasan ke Eropa menandai perubahan prioritas, sekaligus memperbesar taruhan Pony.ai di luar pasar asalnya. Perusahaan yang berbasis di Guangzhou itu kini menjalankan layanan robotaxi di empat kota di China.
Bagi Uber, langkah ini menambah panjang daftar mitra kendaraan otonom yang sudah lebih dari 30 perusahaan. Perusahaan asal San Francisco itu memilih tidak membangun sendiri teknologi swakemudi setelah melepas divisi risetnya beberapa tahun lalu, dan menggantinya dengan strategi menjadi lapisan permintaan bagi armada milik pihak lain.
Layanan di Zagreb sendiri dipromosikan Uber sebagai layanan robotaxi komersial pertama di Eropa ketika diluncurkan bersama Verne dan Pony.ai. Jumlah kendaraan yang beroperasi di sana jauh lebih kecil dibanding target 2.000 unit yang kini diumumkan.
Baca juga: Startup AI Igor Babuschkin, River AI, Raih Pendanaan 1,1 Miliar Dolar AS
Regulasi Jadi Penentu Jadwal
Eropa selama ini bergerak lebih lambat dibanding Amerika Serikat dan China dalam membuka jalan bagi kendaraan tanpa sopir. Setiap negara anggota Uni Eropa memiliki prosedur uji dan izin operasi sendiri, sehingga armada yang lolos di satu negara belum tentu bisa langsung beroperasi di negara tetangga. Faktor itu yang membuat kedua perusahaan enggan mengunci tanggal.
Pony.ai merupakan perusahaan terbuka dan menyampaikan pengumuman ini juga melalui laporan resmi ke otoritas bursa Amerika Serikat. Sampai berita ini disusun, kedua perusahaan belum mengumumkan nama empat kota tambahan tersebut maupun tahun pertama operasi komersialnya.

















