Cekricek.id — Applied Materials, pemasok mesin pembuat cip terbesar di Amerika Serikat, membukukan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarahnya. Perusahaan asal Santa Clara itu mencatat pendapatan 9,12 miliar dolar AS pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, naik 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dikutip dari laman hubungan investor perusahaan, ir.appliedmaterials.com, Kamis (13/8/2026), laba per saham non-GAAP mencapai 3,50 dolar AS, naik 41 persen secara tahunan dan juga merupakan rekor. Laba per saham GAAP tercatat 3,17 dolar AS atau naik 43 persen. Dengan kurs perkiraan Rp16.300 per dolar AS, pendapatan kuartal itu setara sekitar Rp148,7 triliun.
Rekor Ditopang Belanja Infrastruktur AI
Applied Materials tidak membuat cip. Perusahaan itu menjual mesin yang dipakai pabrik pengecoran seperti TSMC, Samsung, dan Intel untuk mengendapkan lapisan material, mengukir pola, dan mengukur kualitas pada permukaan wafer silikon. Karena posisinya berada di hulu, pesanan yang masuk ke Applied Materials biasanya menjadi petunjuk awal ke mana arah belanja modal industri semikonduktor bergerak.
Presiden sekaligus Chief Executive Officer Applied Materials, Gary Dickerson, menyebut kuartal ini memecahkan beberapa rekor sekaligus. “Applied Materials delivered another record-breaking quarter, including the highest sequential revenue growth in the company’s history,” kata Dickerson dalam keterangan resmi perusahaan.
Arus kas operasi ikut mencetak rekor di angka 3,04 miliar dolar AS. Marjin laba kotor GAAP berada di 50,3 persen dan marjin non-GAAP 50,4 persen. Selama kuartal itu perusahaan mengembalikan 860 juta dolar AS kepada pemegang saham, terdiri atas 440 juta dolar AS pembelian kembali saham dan 420 juta dolar AS dividen.
Baca juga: LG Gandeng Nvidia Bangun Robot Humanoid dan Pusat Data AI
Senior Vice President sekaligus Chief Financial Officer Applied Materials, Brice Hill, menyoroti tren marjin yang terus naik. “Applied Materials achieved its 13th consecutive quarter of year-over-year gross margin expansion, demonstrating the increasing value we create by enabling better chips, systems and fab returns,” ujar Hill.
Perbedaan antara pertumbuhan pendapatan 25 persen dan pertumbuhan laba per saham 41 persen menunjukkan perusahaan menjual mesin dengan marjin lebih tinggi dibanding tahun lalu, bukan sekadar menjual lebih banyak unit. Mesin untuk simpul proses tercanggih memang dihargai jauh lebih mahal, dan permintaannya melonjak sejak pusat data berlomba memasang akselerator kecerdasan buatan.
Baca juga: Google Rilis Pixel 11 dengan Tensor G6 dan Zoom 120 Kali
Panduan Kuartal Berikutnya Dinaikkan
Untuk kuartal keempat tahun fiskal 2026, perusahaan memperkirakan pendapatan 10,25 miliar dolar AS dengan rentang naik-turun 500 juta dolar AS. Laba per saham non-GAAP diperkirakan 4,02 dolar AS dengan rentang 0,20 dolar AS. Bila tercapai di titik tengah, pendapatan kuartal berikutnya akan kembali memecahkan rekor yang baru saja dibuat.
Mengutip laporan Quartz, Jumat (14/8/2026), hasil dan panduan itu dibaca pasar sebagai bukti bahwa gelombang belanja infrastruktur kecerdasan buatan belum melandai. Permintaan memori pita lebar tinggi dan cip logika canggih untuk pusat data mendorong pabrik-pabrik pengecoran menambah kapasitas, dan penambahan kapasitas berarti pembelian mesin baru.
Applied Materials bersaing dengan ASML asal Belanda, Lam Research dari Amerika Serikat, dan Tokyo Electron asal Jepang. Masing-masing menguasai tahap berbeda dalam pembuatan cip, dan tidak ada satu pun pabrik pengecoran modern yang bisa berjalan tanpa memakai mesin dari beberapa pemasok itu sekaligus. Posisi tersebut membuat laporan keuangan mereka kerap dijadikan barometer siklus industri.
Tekanan Ekspor dan Pasar China
Kinerja itu dicapai di tengah pengetatan aturan ekspor peralatan semikonduktor canggih ke China, pasar yang selama bertahun-tahun menyumbang porsi besar bagi pemasok peralatan Amerika Serikat. Pembatasan yang dijalankan Washington membatasi jenis mesin yang boleh dijual ke pelanggan di sana, sementara produsen China sendiri mempercepat pengembangan peralatan buatan dalam negeri.
Sebaliknya, permintaan dari pelanggan di Amerika Serikat, Taiwan, dan Korea Selatan menguat seiring pembangunan pabrik baru yang sebagian didukung insentif pemerintah. Pergeseran komposisi pelanggan itu yang membuat pendapatan Applied Materials tetap tumbuh meski pintu ke satu pasar besar menyempit.
Baca juga: Startup AI Igor Babuschkin, River AI, Raih Pendanaan 1,1 Miliar Dolar AS
Laporan lengkap kuartal ketiga beserta rekonsiliasi angka GAAP dan non-GAAP telah diunggah perusahaan ke laman hubungan investornya. Applied Materials menjadwalkan pengumuman hasil kuartal keempat sekaligus tutup tahun fiskal 2026 pada November mendatang.

















