Bos NASA Yakin Artemis 3 Meluncur 2027, Uji Dua Pendarat Bulan di Orbit

Menara peluncuran roket menjelang senja

Ilustrasi menara peluncuran roket menjelang senja. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan dirinya sangat yakin misi Artemis 3 dapat diluncurkan pada 2027. Pernyataan itu disampaikan di Kennedy Space Center, Florida, Jumat, 14 Agustus 2026, dalam konferensi pers yang sekaligus mengumumkan gelaran pameran dirgantara baru bernama Max Power.

Mengutip laporan Spaceflight Now, Jumat (14/8/2026), NASA kini berjarak kurang dari setahun dari rangkaian tiga peluncuran roket yang akan membentuk misi Artemis 3. “I’m extremely confident that we are we are going to be able to launch Artemis 3 next year. That’s why we stepped into stacking operations,” kata Isaacman. Dalam pernyataan berbahasa Inggris itu ia menegaskan keyakinannya pada jadwal 2027 dan menyebut keyakinan itulah yang membuat NASA mulai menumpuk perangkat roket serta wahana antariksanya.

Isaacman berbicara didampingi Direktur Kennedy Space Center Brian Hughes serta sejumlah anggota delegasi Kongres dari Florida.

Artemis 3 Berubah Jadi Uji di Orbit Bumi

Dikutip dari SpacePolicyOnline, spacepolicyonline.com, Jumat (14/8/2026), sasaran Artemis 3 sudah direvisi setelah Artemis 2 sukses terbang pada April 2026. Misi itu semula dirancang sebagai pendaratan berawak pertama di Bulan sejak era Apollo, tetapi kini disusun ulang menjadi uji di orbit Bumi untuk dua sistem pendarat bulan berawak sekaligus: Blue Moon MK2 buatan Blue Origin dan Starship HLS buatan SpaceX.

Empat awak akan diberangkatkan memakai roket Space Launch System dan wahana Orion. Blue Moon MK2 diluncurkan terpisah dengan roket New Glenn milik Blue Origin, sedangkan Starship HLS dilepas SpaceX dari peluncuran tersendiri. Orion kemudian diuji melakukan pertemuan dan pendokingan dengan pendarat-pendarat tersebut di orbit Bumi.

Baca juga: Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen

Isaacman mengaku baru meninjau jalur perakitan Blue Origin sebelum konferensi pers. “I had a chance to visit with the Blue Origin team earlier, walked the assembly line floor today, looking at components that will make their way into the Blue Origin test lander that we will be rendezvousing and docking with,” ujarnya seperti dikutip Spaceflight Now. Ia menambahkan bahwa pelajaran dari misi itu dan pengurangan risiko menjelang Artemis 4 akan sangat berarti, dan menyebut tim Blue Origin akan mengatakan hal yang sama.

Tentang SpaceX, Isaacman menilai peningkatan frekuensi peluncuran perusahaan itu bersifat kritis bagi kelanjutan program. Starship HLS memerlukan rangkaian peluncuran pengisian propelan sebelum dapat dipakai mendarat di Bulan.

Baca juga: Teleskop James Webb Temukan Debu dan Air Bertahan di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti

Max Power Digelar Tanpa Dana NASA

Dikutip dari laman resmi NASA, nasa.gov, konferensi pers itu digelar pukul 14.30 waktu bagian timur Amerika Serikat di Hangar XLV, Shuttle Landing Facility, Kennedy Space Center, dan disiarkan langsung. NASA sudah mengumumkan rencana acara itu sejak 31 Juli 2026 dan mengaitkannya dengan peringatan 250 tahun Amerika Serikat.

Mengutip Space.com, Jumat (14/8/2026), Max Power berlangsung dua hari pada awal November dan menampilkan atraksi udara, eksperimen sains, simulator interaktif, serta kehadiran astronaut era Apollo dan Artemis. SpacePolicyOnline menyebut acara itu dijadwalkan pada 7–8 November di Kennedy Space Center.

Isaacman menegaskan NASA tidak mendanai acara tersebut dan membandingkannya dengan Farnborough International Airshow serta Paris Air Show yang bertumpu pada sponsor. Ia juga menampik anggapan bahwa NASA menggelarnya untuk menarik talenta dari perusahaan lain. “We’re not hosting the event necessarily to take talent away from others in industry,” kata Isaacman.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Florida, Mike Haridopolos, yang hadir dalam konferensi pers itu menyambut rencana tersebut. “It’s exciting to see this place explode in a positive way,” ujarnya, yang kurang lebih berarti menyenangkan melihat kawasan itu berkembang pesat ke arah positif.

Baca juga: Peneliti OIST Ciptakan Saklar Molekul Cahaya yang Bisa Berpendar dan Berubah Struktur

Latihan Basah Dijadwalkan November

SpacePolicyOnline menyebut NASA menjadwalkan wet dress rehearsal, yakni latihan pengisian penuh propelan tanpa peluncuran, pada November 2026. Jadwal itu berbarengan dengan pekan penyelenggaraan Max Power di Kennedy Space Center.

Perangkat Space Launch System dan Orion untuk Artemis 3 sedang dalam proses penumpukan. NASA memperkirakan roket itu segera digulirkan ke Launch Complex 39B untuk menjalani rangkaian uji sebelum peluncuran. Badan antariksa tersebut belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran Artemis 3.

Baca Juga

Roket berdiri tegak di landasan peluncuran
Astra Space Galang Rp4,1 Triliun, Bertaruh pada Roket Sekali Pakai
Ilustrasi 'bintang lubang hitam', objek astrofisika baru gabungan bintang masif dan lubang hitam di alam semesta awal.
Astronom Temukan Jenis Objek Langit Baru: 'Bintang Lubang Hitam' di Fajar Kosmik
Citra medan IRS 3 hasil gabungan instrumen NIRCam dan MIRI James Webb Space Telescope di sekitar lubang hitam Sagitarius A*.
Teleskop James Webb Temukan Debu dan Air Bertahan di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti
Ilustrasi galaksi spiral dan gugus bintang
Astronom Temukan Aliran Bintang Gugus Bola Pertama di Luar Bima Sakti, Kunci Baru Materi Gelap
Ilustrasi kapsul Orion dengan boneka uji radiasi Zohar dan Helga di misi Artemis I
Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen
Citra galaksi Messier 96 dari peta 2D alam semesta DESI Legacy Imaging Surveys
DESI Rilis Peta 2D Alam Semesta Terbesar, Muat 5,6 Triliun Piksel dari 4 Miliar Objek Langit